SOLITARIO

SOLITARIO ( LONELY )

Author : @strowllin09

Cast : Hwang Min Gi ( author )

Lauren Hanna Lunde ( Hello Baby MBLAQ )

Mark Yi En Tuan ( GOT7 )

Rating : PG15

Genre : romance, sad

Note : Karena ff nya bergenre sad jadi castceweknya  nya author hehehe 😀 dan jangan lupa dengerin Lonelynya B1A4 ya biar lebih greget hahaha lol

Summary :

“Jangan pergi…”

Happy Reading ^^

Opening Song >> Lonely – B1A4

***


“Jangan pergi…”

Aku masih ingat dengan kata-kata terakhir yang ku ucapkan padanya. Aku masih mengingat dengan jelas balasan darinya, ucapan yang membuatku terdiam lama. Aku masih mampu mengingat kenangan-kenangan kita saat dulu bersama. Dan aku masih mengingat kata-katanya yang membuat cintaku seutuhnya memilih dia.

Aku selalu mendengarnya. Aku selalu patuh padanya. Aku tidak berani melanggar sumpah-sumpah cinta kami dahulu. Aku selalu menatapnya dengan senyum termanis. Aku selalu melakukan apapun untuknya. Termasuk merelakan segalanya yang kupunya. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Dan aku selalu menjaga janji suci kami sebagai sepasang suami istri.

“Eomma…” seru seorang gadis yang tengah duduk di sampingku ini. Dia, Lauren. Anak sah dari perkawinan kami 9 tahun yang lalu. Aku menoleh padanya. Seraya tersenyum seakan menyembunyikan perasaan sedih ini.

Lauren balas menatapku pilu. Lalu setetes air bening jatuh dari pelupuk matanya. Senyumanku perlahan berubah datar, melihat ekspresi Lauren yang mengerti dengan perasaan hatiku saat ini. Ia mulai terisak pelan. Gadis ini menangis di dalam pelukanku.

Lauren tidak biasanya seperti ini. Lauren adalah anak yang periang. Dia akan selalu tersenyum untuk siapa saja. Senyuman yang ia miliki mewarisi ayahnya. Marga Tuan yang tersambung dengan namanya itu juga dari ayahnya. Sedangkan dari darahku yang mengalir pada Lauren adalah kesucian hati. Ya, Lauren adalah anak yang penyayang dan memiliki cinta yang murni, yang kuwariskan padanya.

“Lauren…Lauren…” Ku sebut namanya berulang kali. Namun, Lauren tidak mempedulikan seruanku. Ia tetap menenggelamkan kepalanya di depan perutku. Mungkin ia merasa malu jika aku melihat wajahnya yang penuh dengan air mata. Anak berusia 8 tahun mana yang mengerti persoalan rumah tangga orang tuanya?

Air matakupun menetes. Ikut merasakan kepedihan Lauren. Tanganku bergerak mengelus rambut Lauren. “Lauren…” Kusebut namanya lagi. Nada suaraku tertahan, aku tidak ingin Lauren mendengar tangisanku. Aku tidak ingin jika Lauren mengetahui kalau aku ikut bersedih. “Berhentilah Lauren…” Lauren malah memeluk tubuhku dengan erat. Ia menangis lagi. “Aku tidak mau eomma meninggalkan Lauren…” Isak Lauren semakin membuatku perih.

“Eomma…jangan tinggalkan aku dan appa…” Lauren terisak lagi. Air matakupun tidak bisa menahan terlalu lama. Tetes air mataku ikut jatuh bersamaan isakan Lauren. Kami berdua menangis dan tidak peduli dengan pandangan orang-orang.

Aku mengusap air mata yang berlinang di wajahku. Kemudian berusaha untuk memperlihatkan senyumanku pada Lauren. Ku paksa agar Lauren mengangkat wajahnya. “Jadilah anak yang kuat Lauren…eomma akan selalu mencintaimu…dan jangan pernah membenci appa…bagaimanapun juga darah appa ada di dalam tubuhmu…” pesanku pada Lauren.

“Lauren…” Panggil suara berat di belakangku. Aku tahu persis pemilik suara itu. Dia adalah pria yang telah resmi menceraikanku.

Aku menoleh, lalu tersenyum pada Lauren. “Kembalilah pada appamu…” Ku elus kepala Lauren seraya membersihkan air matanya. Lauren membalas tatapanku seakan tidak ingin berpisah. Aku menggeleng pelan. “Eomma akan baik-baik saja, jagalah kesehatanmu Lauren…” ucapku lagi lalu bangkit berdiri dan mendorong tubuh Lauren menghadap ke arah ayahnya.

“Kemarilah Lauren…” ujar pria itu seraya melambaikan tangan, mengisyaratkan agar Lauren berjalan ke arahnya. Lauren memelukku lagi. “Eomma…aku selalu mencintaimu…”

“Nado…”

Lauren melepas pelukannya dan berjalan pelan menuju pelukan ayahnya. Pria itu menggendong Lauren lalu menatapku.

“Min Gi, jaga kesehatanmu…” ujarnya. Air mataku hampir saja menetes saat ia mengatakan kalimat itu. Meskipun kami bukan lagi berstatus sebagai suami istri, tapi setidaknya ia masih mengkhawatirkan kondisiku.

Aku membalas tatapan pria itu “Kau juga Mark…”

Aku baru menyadari, kenapa dulu ayah dan ibu tidak merestui hubungan kami. Aku baru menyadari kenapa ibu dan ayah tidak pernah menyukai Mark, dan mereka tidak pernah bersikap baik pada pria berdarah Chinese itu. Dan aku baru menyadari bahwa Tuhan tidak menakdirkan kami untuk selalu bersama.

Aku melambai canggung di depannya. Kemudian kedua kakiku berbalik meninggalkan mereka berdua. Berjalan pelan dengan ribuan tetesan air mata.

Huh…aku sendiri lagi…

-FIN-

***

DON’T FORGET TO RCL THANKS ^^

Advertisements

2 thoughts on “SOLITARIO

  1. Mark emangnya kenapa.. My baby Lauren-ie huu don’t cry. nangis nih/? Nice stories. Aku sebenernya sider yg berniat buat baca semua stories author sbg sider, boleh lah ya? /dilempar author ke neraka/ /seret author/ /peluk Ricky/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s