THE PARALYZED part 17 (END)

the-pralyzed 

Sub Title : LOVE YOU

Author : J. Linn aka me aka @llingllin

Cast :

LJoe (Teen Top)

Kim Jia Yoo (imagination/readers)

Hwang Min Gi (author)

Jo Jonghwan (100%)

Genre : romance

Rating : PG16

cover by : http://chioneartposter.wordpress.com

Note : author mengucapkan dengan sangat menyesal karena ending nya yang sangat GJ dan ada beberapa cast yang diilangin entah kemana (?) maaf kalau ceritanya ga nyambung dan kurang memuskan, makasih yang selama ini sering ngomen dan makasih @leethesia_ yang nagih ke twitter kalau bukan karena kamu sama yang sering ngomen aku ga bakalan lanjutin ff ini sampai tamat u__u sekali lagi thor ngucapin terimakasih semuanya ^^

– PREVIEW PART –

[ PART 1 ] * [ PART 2 ] * [ PART 3 ] * [ PART 4 ] * [ PART 5 ] * [ PART 6 ] * [ PART 7 ] *

[ PART 8 ] * [ PART 9 ] * [ PART 10 ] * [ PART 11 ] * [ PART 12 ] * [ PART 13 ] *

[ PART 14 ] * [ PART 15 ] * [ PART 16 ]

-Happy Reading-

opening song > Agnez Monica – paralyzed

————

Last Episode-

LJoe tersenyum lagi. “baiklah…kita akan menikah secepatnya…untuk itu kau harus sembuh demi diriku…”

Min Gi tersenyum lega “a…aku…senang…men..dengar…nya…” LJoepun mencium kening Min Gi.

Aku akan membuatmu bahagia meskipun hatiku terluka.

Jia…maafkan aku…

Last Episode End-

———–

Jonghwan’s POV

Seperti yang kuduga sebelumnya, ternyata Jia dan LJoe memang memiliki suatu hubungan. Meskipun aku tidak begitu tahu seberapa lama hubungan itu terjalin. Tapi dari sikap mereka dapat ku simpulkan bahwa mereka memang mencintai satu sama lain.

Hatiku merasa tersakiti. Ku kepal tanganku erat, cambukan rasa cemburu tak tertahankan lagi. Saat aku akan mendekat ke arah mereka,sesuatu berbisik di hatiku. Jika melihat orang yang dicintai bahagia dengan orang pilihannya. Apakah aku harus benar-benar senang?  Aku dapat merasakan cinta yang kuat diantara mereka hanya dengan melihat senyuman Jia.

Semakin lama kepalan itu merenggang. Aku tersenyum melihat keharmonisan mereka. LJoe mencium kening Jia dengan perasaan cinta yang tulus. Aku menghela napas berat lalu hendak beranjak darisana, tentu ini bukan urusanku lagi.

Aku sudah mendapat jawaban darimu Jia, kalau kau akan mengatakan TIDAK.

“LJoe…” Aku mendengar teriakan dari Min Gi. Gadis itu tampak mengepal kedua tangannya menahan emosi. Aku hampir lupa kalau Min Gi juga menyaksikan kejadian itu. Entah kenapa aku berbalik dan meraih lengan Min Gi mencegahnya yang akan berbuat sesuatu yang buruk terhadap LJoe ataupun Jia. “Min Gi-ssi…” Ku perhatikan ekspresi LJoe dan Jia yang terkejut dengan kehadiran kami di saat yang tidak tepat itu.Min Gi kemudian melepas genggamanku dengan paksa, lalu berjalan menghampiri Jia “ya!Keluar…” teriaknya lagi lalu

PLAK

Aku mendengar tamparan keras. Ingin sekali menghampiri Jia dan membawanya pergi namun langkahku terasa berat. Ada sesuatu yang menahan kedua kakiku untuk menarik Jia dari sana.

“Min Gi-ya…” kini terdengar teriakan keras dari LJoe. Min Gi malah membalas dengan teriakan keras lagi “Lepaskan aku…”

Ku perhatikan Jia yang menunduk. Aku sangat tahu kalau dia juga ikut terluka. Aku sungguh tak tega melihat Jia tersakiti. Dengan segala keberanian, aku melangkah dan meraih lengan Jia.

“Ayo…pergi…” kataku pelan lalu menarik Jia.

Aku mendengar tangisan pelan dari Jia. Tangisannya itu seolah memberikan signal bagiku untuk merasakan sakit yang mendalam dihatinya. Aku tidak dapat berbuat banyak padanya. Yang dapat kulakukan kini adalah membawanya pergi ketempat yang mungkin saja dapat menenangkan hatinya.

Hembusan angin malam menerpa wajahku dan Jia. Kami duduk diatas pasir ditemani deruan ombak pantai. Aku sudah mendengarkan semua penjelasan Jia mulai dari pertemuan pertamanya dengan LJoe, merubah statusnya menjadi seorang pria, lalu saat pertemuan kami di Amerika.

Ku peluk tubuh Jia yang saat ini masih menangis. Ku tepuk bahunya pelan. Lalu yang terdengar setelah itu adalah “oppa….mianhae…”

Aku tersenyum tipis, mengelus kepalanya pelan “wae? Kenapa kau minta maaf? Apa yang sudah kau lakukan sampai-sampai kau berkata seperti itu padaku eoh?”

“aku sudah menyakiti hatimu…oppa…” Jia terisak lagi.

“kau tidak pernah menyakiti hatiku Jia…” Ku tatap mata Jia yang sudah membengkak “kau…tidak melakukan sesuatu yang salah…itu adalah hakmu untuk memilih siapa…aku tidak boleh memaksamu kan? hidupmu adalah pilihanmu dan hidupku adalah pilihanku…” Ku seka air matanya yang terus mengalir.

“sudahlah…kau tidak perlu membuang air matamu lagi…aku akan sedih jika kau terus menangis…aku tidak suka melihatmu bersedih…sama saja membuat hatiku sakit…”

Jia balas menatapku dengan pilu. “tidak…aku harus menangis karena telah menyakiti hatimu…”

“sssstt…sudah ku katakan kalau kau tidak pernah menyakiti ku Jia….” Ku elus rambutnya pelan. “ku mohon jangan menangis lagi….”

Jia tersenyum lalu memeluk tubuhku dengan erat. “aku takut perasaanku ini membuatmu terluka…”

Aku menggeleng pelan “ani…aku baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja…”ujarku seraya mencoba untuk menahan tangisan perih ini. Ya hatiku memang terluka, tapi itu tidak akan berlangsung lama. Aku akan mencoba mencari seseorang yang dapat mengobati luka ini.

————

Jia’s POV

Ku tatap ruangan yang berada di depanku dengan pilu. Berjuta kalimat maaf terpikir di dalam benakku. Aku benar-benar merasa bersalah, karena telah membuatnya berada di posisi sulit. Perlahan langkahku masuk ke dalam ruangan itu. Tampaklah seorang wanita berwajah pucat, terbaring lemas di atas ranjang. Sedetik kemudian setetes air jatuh ke pipiku.

Aku berhenti melangkah. Tertunduk dengan segala beban bersalah yang kupikul. Aku sangat kecewa dengan diriku sendiri, karena aku adalah pembawa musibah bagi hubungan mereka. Ku tutup mulutku dengan kedua tangan. Mencoba untuk menahan tangis. Langkahku tertahan, tak berani untuk mendekati wanita yang terbaring itu. Aku merasa malu untuk bertemu dengannya. Akupun berbalik, hendak meninggalkan ruangan itu. Tiba-tiba…

“Ya! Kenapa kau berdiri di sana? Apa kau tidak ingin bertemu denganku?”

Akupun menoleh dan ku lihat Min Gi eonnnie tengah meregangkan kedua tangannya, tersenyum ke arahku. “ya! Apa kau tidak merindukanku eoh?”

Dengan uraian air mata, ku hampiri Min Gi eonnie lalu memeluknya erat. Aku tidak mengerti dengan sikapnya yang tiba-tiba baik padaku. Bukankah seharusnya dia memarahi atau mengusirku dari sini?

“eonnie….mianhae…jeongmal mianhae…ini semua adalah salahku…seharusnya yang berada di posisimu ini adalah aku…hiks…ku mohon maafkan aku…”

Min Gi eonnie mengelus kepalaku “maaf…waktu itu aku menamparmu….” Ucapnya seraya menyentuh pipi kiriku. Aku menggeleng pelan “kau tidak perlu minta maaf…aku memang pantas mendapatkannya…” kataku lagi seraya memeluknya lebih erat.

“Jia-ya…aku hampir berpikir untuk mengakhiri hidupku saja…namun…”

Ku lepas pelukanku padanya “andwe…kau tidak boleh melakukan itu…lebih baik aku saja yang mati…andwe eonnie…” kataku di sela-sela tangis.

Min Gi eonnie meraih kedua tanganku, lalu meletakkan di depan dadanya. “kau dengar debaran jantung itu? Debaran itulah yang membuatku tetap bertahan…”

“eonnie…”

“aku juga membawa kabar baik untuk mu…lusa aku akan keluar dari rumah sakit…jadi kau jangan merasa sedih lagi….arra…?” ujarnya seraya menyeka air mataku.

“syukurlah…aku tidak suka melihatmu seperti ini…”

Eonnie menghadap ke arah jendela,menghela napas sebentar. “aku harus cepat sembuh…karena…” Eonnie memandangiku lalu melanjutkan ucapannya. “karena…kami akan segera menikah…”

Deg…Deg…Deg…Benarkah?

“hah…” Ku seka air mataku yang hampir menetes lagi “baguslah…aku senang mendengarnya…” Ku peluk tubuh eonnie sambil menahan rasa sakit di dada.

————

Author’s POV

Jia menyelimuti tubuh Min Gi yang sedang terlelap. Ia pun bergegas meninggalkan ruangan itu. Membuka pintu dan berjalan keluar. Jia berhenti sesaat, mencari kursi untuk ia duduki. Lalu ia mengeluarkan semua perasaan sedih yang sejak tadi ia tahan. Wanita itu menangis di tengah-tengah koridor yang sepi.

Setelah merasa lega. Iapun bangkit berdiri, lalu tanpa Jia sadari seseorang berdiri di hadapannya. Orang itu langsung memeluk tubuh Jia dengan segera. Jiapun menangis dalam pelukan pria itu.

“mianhae…jeongmal mianhae…aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan…”ujar pria yang dicintainya itu.

“LJoe-ya…aku baik-baik saja…”isak Jia pelan “aku akan baik-baik saja…”

LJoe memeluk Jia lebih erat “Jia…aku tidak ingin kehilanganmu…aku tidak ingin….” LJoepun juga mulai terisak. Jia melepas pelukan mereka.”aniyo…kau tidak boleh menangis…”

Wanita itu menepuk bahu LJoe pelan “sudahlah jangan pikirkan aku…anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya…mulai detik ini aku adalah orang asing yang baru kau kenal…” Jia menyodorkan tangannya di hadapan LJoe.

LJoe melirik tangan itu lalu menatap Jia yang sedang tersenyum “annyeonghaseyo…Jia imnida…” Dengan sedikit ragu LJoe menjabat tangan lembut itu. “Bangapta LJoe-ya…annyeong…” ujar Jia seraya melambaikan tangannya. LJoe meneteskan air matanya. Pria itu merasa sedih melihat Jia yang pastinya terluka karena pernikahannya dengan Min Gi.

Jia membungkuk lalu berjalan hendak meninggalkan LJoe di sana. Namun LJoe meraih tangan Jia. Ia masih belum dapat menerima kenyataan akan berpisah dengan Jia lagi dan sekarang untuk selamanya. Apakah cintanya harus berhenti di sini?

“cepat temui calon istrimu…dia pasti lelah menunggu…”ucap Jia tanpa berbalik menatap LJoe. Perlahan genggaman LJoe terlepas dari tangan Jia. Pria itu menatap kepergian Jia dengan pilu.

————

Sehari Sebelum Pernikahan-

Jonghwan’s POV

Aku berhenti di depan pintu apartement Min Gi. Aku berencana untuk menggagalkan pernikahan itu. Besok adalah hari pernikahan mereka, dan mungkin saja tindakan mereka itu tidak akan membawa kebahagiaan. Karena yang ku tahu cinta LJoe hanyalah untuk Jia, sedangkan untuk Min Gi, LJoe hanya ingin melindungi wanita itu. Mereka harus memikirkan pernikahan ini secara matang.

Ku tekan bel apartemennya berkali-kali, selang beberapa detik tampak Min Gi berdiri di depanku membukakan pintu. Ia tersenyum padaku “Jonghwan-ssi…”

Aku balas tersenyum padanya “annyeong…maaf aku tidak sempat menjenguk…ini ku bawakan bunga untukmu…”

Min Gi meraih sebuket bunga anggrek itu “ah…gomawo…”ucapnya.

“hmm…apa aku boleh masuk?”

“eoh? Ne…”

Akupun melangkah masuk hingga berhenti di tengah-tengah ruangan. Memperhatikan keadaan sekeliling.

“duduklah…” ucap Min Gi mempersilahkanku untuk duduk.

“jadi di sini kalian akan tinggal?”

“eoh? Ani…aku dan LJoe akan tinggal di rumah kami…”

“apa kau merasa senang dengan semua ini?”

“eoh? maksudmu?” tanya Min Gi meminta penjelasan.

“apa kau yakin dengan pernikahan kalian? Tidakkah kau berpikir, bahwa pernikahan ini akan membawa kesengsaraan? Bagimu dan juga LJoe…”

“apa yang kau bicarakan?” Min Gi menaruh sebuket anggrek yang tadi ku beri di atas meja makan. Lalu menghampiriku yang masih berdiri di tengah ruangan tersebut. Ekspresi Min Gi berubah seketika. Ku tatap Min Gi yang memasang tampang heran.

“aku ke sini untuk membujukmu agar membatalkan pernikahan itu…”

“bo?”

“dengar…mungkin kau akan bahagia hidup bersamanya, tapi itu tidak akan bertahan lama Min Gi, kalian harus memikirkan pernikahan ini lagi…”

“heh? apa katamu? Ani…aniya…aku tidak bisa…kami akan tetap menikah…jadi percuma saja kau kesini untuk membujukku…pikiranku tidak akan berubah…maaf…”

“ya babo! pernikahan yang tidak dilandasi dengan cinta sama saja bohong…”

PLAK

Min Gi menamparku cukup keras. Aku tidak mempedulikan tamparan itu. Ke sentuh kedua bahu Min Gi, memaksanya untuk menatapku “ya! Tindakanmu ini sama saja membuatmu dan LJoe terluka…”

Min Gi mulai meneteskan air matanya. “ya!” teriaknya seraya memukul dadaku kencang “kau tahu apa tentang perasaanku eoh? Kau tahu apa eoh?” ucapnya seraya menangis. Min Gi terduduk di lantai. Ku raih tangannya, ikut duduk di hadapannya.

“aku tahu dengan perasaanmu…aku tahu jelas perasaanmu bagaimana…karena itu kau harus membatalkan pernikahan ini…kau harus melakukannya Min Gi…ini demi kebaikanmu dan LJoe…percayalah…”

Min Gi menyeka air matanya kasar, lalu mendorong tubuhku hingga terjatuh. “aku mencintainya dan dia juga mencintaiku…apa itu salah? eoh?” teriak Min Gi. Wanita itu bangkit dari duduknya lalu meraih vas bunga yang ada di atas meja. Melempar vas bunga itu ke lantai.

“aaaaaaa……..” teriak Min Gi seraya menutup kedua telinganya. Aku bangkit dan menggenggam kedua bahunya, mencoba untuk menenangkan.

“LJoe tidak mencintaimu…dia…dia hanya ingin melindungimu Min Gi-ssi…”

Min Gi memberontak dan memukul tubuhku. “keluar….KELUAR!!” teriaknya lagi seraya mendorong tubuhku secara paksa keluar dari apartemennya.

“ya! Kau jangan keras kepala Min Gi-ssi…”

Min Gi dengan segera menutup pintu apartemennya. Ku gedor pintu itu berkali-kali “Min Gi-ssi…Min Gi-ssi…” teriakku memanggil namanya. “aishh…”Ku acak rambutku dengan kasar.

Maafkan aku Jia, aku tidak bisa melakukan lebih banyak lagi. 

————

Min Gi’s POV

Ku perhatikan pantulan tubuhku di cermin. Balutan dress putih yang pendek ditambah wajahku yang di make-up, membuatku tampak cantik. Aku membalik badan memperhatikan kecantikanku mengenakan dress ini. Dan entah kenapa kata-kata Jonghwan terlintas di benakku. Aku menggeleng pelan, lalu duduk di sebuah kursi kayu yang ada di ruangan itu. Mencoba untuk menenangkan pikiranku. Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, tampak Jia berjalan ke arahku.

“wa…eonnie…kau cantik sekali…” Jia menarikku agar berdiri. Kemudian berdiri di belakang, memutar-mutar tubuhku.

“sangat cantik…” pujinya seraya membetulkan pakaianku yang terlipat.

“Jia…apa kau juga bahagia?”

Jia tersenyum ke arahku lalu memeluk tubuhku dari belakang, menyenderkan kepalanya dibahuku “tentu aku bahagia eonnie…”

Aku berbalik menatapnya “jeongmal?”

Jia mengangguk pelan. Bersamaan dengan itu seorang pria tua menampakkan diri di hadapan kami. Dia adalah appaku.

“eonnie…kkajja…”ujar Jia seraya mendorong tubuhku lalu di sambut oleh appa. “jangan lupa bawa ini…”kata Jia lagi dengan memberiku sebuket bunga yang berukuran mini.

“kau tidak ikut bersamaku?”

“aku akan menyusul…ppalli…aku tidak mau pengantin pria menunggu…”

Aku mengangguk lalu merangkul tangan appa, siap menuju altar pernikahanku.

————

Author’s POV

Min Gi bersama tuan Hwang melangkah memasuki gedung persepsi pernikahannya dengan LJoe. Terlihat puluhan tamu undangan yang hadir. LJoe yang tengah menanti kedatangan Min Gi di depan altar juga memakai tuxedo putih yang sepadan dengan dress yang dikenakan oleh Min Gi.

Semakin lama langkah kaki mereka semakin mendekati altar. Ljoe mengulurkan tangannya dan disambut oleh Min Gi. Pria itu tersenyum dikala hatinya masih memilih Jia, tapi sekarang bukanlah waktu baginya untuk menyesal. Pernikahan sudah didepan mata dan tak ada yang dapat membatalkan itu semua.

“LJoe-ssi apakah kau bersedia untuk selalu hidup bersama baik suka maupun duka?”

LJoe menarik napas sesaat “ne…aku…”

“tunggu…a…aku…”

LJoe menoleh menatap Min Gi yang berada di sebelahnya. Wanita itu tampak menunduk dengan menarik napas berkali-kali. “a…aku…aku menentang pernikahan ini…”ujar Min Gi lantang dengan menaikan satu tangan. Semua hadirin termasuk LJoe terkejut dengan kalimat yang Min Gi ucapkan.

“maaf…aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini…” ujar Min Gi pelan. Gadis itu melirik LJoe lalu perlahan berjalan mundur, dan berlari keluar dari ruangan tersebut. Semua tamu yang datang terlihat heran dengan sikap Min Gi, termasuk kedua orangtuanya dan orangtua LJoe.

“Min Gi…Min Gi ya…”teriak LJoe berusaha untuk mencegah kepergian calon istrinya itu.

Min Gi berlari dengan kencang menuju ruang make-up. Gadis itu berharap menemukan Jia di sana. Namun saat ia membuka pintu,Jia tak ada di sana. Kosong tak ada siapa-siapa.

“Jia…kau dimana?” batin Min Gi dengan wajah panik. Dia harus segera menemukan gadis itu. Min Gi pun berlari menuju toilet. Mungkin saja Jia di sana.

BRAK!

“Jia…Jia-ya…” teriak Min Gi memasuki toilet. Min Gi menggedor semua pintu yang ada di toilet itu. Dan akhirnya dia menemukan Jia di sana. Gadis itu terduduk seraya menangis. Jia terkejut dengan kedatangan Min Gi tiba-tiba. Dengan segera Min Gi menarik Jia ke luar dari sana.

“eonnie…apa yang kau lakukan di sini…”ucap Jia yang masih terisak. “justru aku yang harus bertanya, kenapa kau masih di sini? Seharusnya kau berdiri di depan altar sekarang!” balas Min Gi cepat.

Merekapun memasuki ruangan persepsi pernikahan. Semua mata tertuju pada mereka. Jia menatap Min Gi dengan wajah penuh tanda tanya. “eon…eonnie…apa yang kau lakukan eoh?” tanya Jia dengan suara pelan.

Min Gi menarik tangan Jia hingga jarak mereka hanya beberapa meter dari altar. Kedua bolamata LJoe membulat sempurna saat menatap Jia dan Min Gi yang kini berada tak jauh darinya.

“ya! Tunggu apa lagi…aku tidak mau pengantin pria menunggu…”ucap Min Gi dengan senyum seraya memberikan sebuket bunga yang dari tadi ia genggam kepada Jia.

“eonnie…aku…”balas Jia heran tak mengerti dengan situasi ini. Lalu sebuah tangan menarik Jia menuju altar. Dia adalah Jonghwan. Pria itu menarik Jia hingga mereka sampai di hadapan pastur dan LJoe yang dari tadi menunggu. Jonghwan mengulurkan tangan Jia menghadap kearah LJoe.

“ya! jangan sampai orang lain merebutnya darimu…”ucap Jonghwan dan perlu beberapa detik untuk menunggu sambutan dari LJoe. Jia dan LJoe masih heran dengan situasi yang mendadak berubah.

Mereka saling tatap satu sama lain. Mengubar senyum dan menunggu kalimat sumpah yang akan diucapkan oleh pastur.

“LJoe-ssi apakah kau bersedia untuk selalu hidup bersama baik suka maupun duka?”

“ne…aku bersedia…”ucap LJoe dengan suara lantang.

Pastur itu melirik gadis di hadapannya. “maaf namamu nona?”

Jia gelagapan namun dengan sigap LJoe menyebut namanya “Jia…”

Pastur balas mengangguk lalu “Jia-ssi apakah kau bersedia untuk selalu hidup bersama baik suka maupun duka?”

“ne…aku bersedia…” ujar Jia dengan wajah tersipu.

Jia dan LJoe saling tatap dan tersenyum bahagia. Disambut tepukan meriah dari para tamu. Mereka kini resmi sebagai sepasang suami istri. Sekarang dan selamanya.

Tuhan tidak pernah menjauhkanmu dari jodohmu, tapi tergantung kau yang akan memilih – author

Closing Song >> NS YOONJI – IF YOU LOVE ME

-THE END-

Cerita Lepas-

Author’s POV

Jia berjalan pelan menghampiri Min Gi. Ia memeluk wanita itu lalu berkata seraya berlinang air mata “eonnie…gomawo…”

Min Gi balas memeluknya “andwe…kau sama sekali tidak pantas mengucapkan kata itu padaku…”

Jia melepas pelukan mereka “ini…ambil lah hadiah ini dariku…dan kau harus menemukan pria yang baik dan pantas untuk memilikimu…” ucap Jia seraya memberikan sebuket bunga yang ia genggam. Min Gi merasa sedikit heran namun Jia memaksanya untuk menerima hadiah itu. Kemudian mereka berdua tersenyum.

Min Gi berjalan keluar gedung masih mengenakan baju pernikahannya. Ia tersenyum lega,merasa bahagia dengan pernikahan itu. Memang benar yang dikatakan Jonghwan jika pernikahan tidak dilandasi dengan rasa cinta sama saja bohong.

Min Gi menarik napas, memandangi birunya langit. Tersenyum senang seraya bergumam “Jae-ya…apa yang kau lakukan sekarang? Aku merindukanmu…”

GUK-GUK-GUK

Min Gi berbalik karena mendengar suara gonggongan seekor anjing. Dan betapa terkejutnya ia saat anjing itu berlari ke arahnya. Ia terlihat panik dan tak ada yang harus ia lakukan kecuali lari. Spontan kedua tangannya mengangkat dress, dan berlari menjauhi kejaran anjing itu.

“kyaaaaaaa…toloooooong….tolooooooooong…..” teriak Min Gi semakin panic sambil tetap berlari.

BRAK!

Min Gi terjatuh dan merintih kesakitan. Dilihatnya anjing itu semakin mendekatinya. Min Gi tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kakinya terasa sangat sakit. Dan apabila ia melanjutkan berlari itu sama saja akan membuat tulangnya patah.

Guk-Guk

Anjing itu semakin mendekat. Min Gi menutup kedua matanya. Ia pasrah bila anjing itu menggigitnya. Beberapa detik Min Gi bertahan dengan posisi itu. Menunggu gigitan si anjing, namun yang terdengar adalah gonggongan anjing yang semakin menjauhinya. Min Gi membuka mata kanannya. Tampak sebuah uluran tangan di depan wajahnya. Min Gi membuka kedua matanya dan mengerjap sempurna.

“nona kau tidak apa-apa?” sebuah suara berat bertanya padanya. Min Gi mengangkat kepala dan dilihatnya seorang pria jangkung tengah berdiri dihadapannya. Dan pria itu mengingatkannya pada seseorang yang selama ini menghilang dari kehidupannya.

“nona…kau tidak apa-apa?” tanya pria itu untuk kedua kalinya. Min Gi mengangguk pelan dan mencoba berdiri tanpa menyambut uluran pria itu.

“aw….”erang Min Gi kesakitan. Iapun menyentuh pergelangan kakinya yang terasa sakit.

“sepertinya kakimu terkilir…”terka pria itu seraya menyentuh pergelangan kaki Min Gi. “aaaa…..apayo…”rintih Min Gi lagi.

“ya…! apa kau lari dari upacara pernikahanmu nona?” tanya pria itu sambil memperhatikan Min Gi yang masih mengenakan baju pernikahannya.

“eoh…ani…aniyo…ini tidak seperti yang kau pikirkan…”bantah Min Gi cepat.

“kalau begitu…biar aku saja yang menjadi pengantin prianya…”ucap pria misterius itu seraya menggendong Min Gi ala bridal style.

“eoh?ya! apa yang kau lakukan?” Min Gi menatap pria yang tengah tersenyum itu dengan heran.

Siapa, siapa kau sebenarnya? Kau harus tahu bahwa wajahmu itu mengingatkanku pada masa lalu,seorang pria yang bernama Kim Jae Yoo.

————

Jonghwan sedang menunggu keberangkatan pesawatnya ke Amerika. Ia berjalan pelan menuju ruang tunggu namun seseorang berlari ke arahnya dan membuat Jonghwan terjatuh.

“ya!” teriak Jonghwan seraya menatap orang yang baru saja melabraknya.

“jeosonghamnida….”ucap orang itu yang ternyata seorang gadis.Gadis itu membungkuk berkali-kali. Lalu membantu Jonghwan berdiri. “jeosonghamnida…aku tadi terlalu terburu-buru….tuan apa kau baik-baik saja? Aku benar-benar minta maaf…jeosonghamnida…”jelas gadis itu seraya membungkuk lagi.

“eoh…ne…aku baik-baik saja…”balas Jonghwan seraya tersenyum.

“baguslah…ya! Aku hampir ketinggalan pesawat…omonaaa…”teriak gadis itu panik.

“pesawat dengan jam terbang pukul berapa?”

“pukul 12.35…”jawab gadis itu masih dengan panik. Sedangkan Jonghwan malah tersenyum melihat tingkah laku gadis itu. “maaf nona…tapi sekarang masih pukul 12 tepat, masih tersisa 35menit lagi…”

“nde?” gadis itu melirik jam tangannya. “aish..jinja…kenapa benda ini tidak bergerak? heheheh…aku memang gadis ceroboh…hehehe…”ucap gadis itu seraya menahan malu.

Jonghwan tertawa sebentar lalu mengulurkan tangannya “aku Jonghwan…anda..?”

“eoh…?” Gadis itu menyambut uluran tangan Jonghwan seraya tersenyum “aku…”

Cerita Lepas END-

————-

Author : Duh akhirnya ff ababil ini kelar juga…*nyeka kringet* TIGA TAHUN MBOK TIGA TAHUN!! Gw pengen bikin ff ini jadi pilem wkwkwkwkwk :’D

Jonghwan+LJoe : Chukkae thor…*yey*

Author : chukkae..chukkae… -________- capek tau ngetik dari pagi sampe siang…trus lanjut malam…sini kalian pijetin gw…

Jonghwan+LJoe : *manggut-manggut,pijetin author*

Author : makasih banyak buat readers yang tetap setia baca dan komen dari part 1, aku seneng banget loh, ternyata yang baca ffku terutama ff long chapter ini banyak sampe ada yang nagih ke twitter wkwkwkwk aku jadi semangat buat ngelanjutinnya hahaha makasih ya @Leethesia_ ^^ kalau bukan karena kamu sama yang sering ngomen ^^ aku males banget lanjutin ff nya -___-V.  Maaf ya kalau endingnya rada aneh, ga bagus, ngebosenin. Tapi harus tetep semangat dong buat bikin ff ababil lainnya. Hehehe Salam Cantik dariku Muaahh :’* Readers…A! SARANGHAEYO… *nyanyiin wolf*

Jonghwan+LJoe : *prok-prok* terharu thooooooooooor…. :’) tapi kitanya ga mau lagi dinistakan sama ff mu….!!! TAK MAU AH AH AKU TAK MAU…DI NISTAKAN DI FF MU AH AH *dangdutan* *bayangin aja Jonghwan sama LJoe dangdutan* wkwkwkwkwkwk xDD

Author : ey *ambil senapan,tembak* -____________- DOR DOR!!!

Author : innalillahiwainnailaihirojiun telah berpulang kerahmatullah dua orang cast fanfic nista kita, nama Jonghwan dan LJoe,umur 21 dan 20 tahun, anak dari Bapak Sulasman dan Bapak Warman,meninggal baru detik ini… semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya…amiiin…alfaaaatihaah…

Jonghwan+LJoe : WOY MAKSUD LOOOOOOOOOOOOH THOOOOOOOOORR?? LO PENGEN DISEPAK YA??? HAH?? *gregetan*

Author : wkwkwkwkwk pengen bikin fanfic author story nih jadinya hmmmm kapan ya… u____u

Jonghwan+LJoe : *gebukin author*

———–

Advertisements

16 thoughts on “THE PARALYZED part 17 (END)

  1. uwaaaa!!!happy ending..
    bikin sequel nya dong thor,, penasaran sama lanjutan kisah jia LJoe, min gi Jae yoo, dan jonghwan sma gadis misterius.. klw bsa cerita nya atu-atu thor..
    hehehe banyak maunya ya thor ?

  2. kelar juga
    *fiuhhhh
    THOR!! 3 TAON!!!
    ini ff aku inget banget dari jaman aku baru jadi Andromeda ampe jadi Angel. dolo toh ff Teen Top ga banyak yg buat paling ada yg buat ceritanya biasa dan stlah ngubek2 mbah gugel aku nemu ni ff.
    dari jamannya aku msh cekula blm punya leptop ampe jadi mahasiswa ampe pake leptop -__- *ini gapenting
    aku sempet mikir sampai part brpkah ff ini akan dibuat? akhirnya di part 17 ini End dan jujur aja nih ya part 16 ama 17 ini gregetan bngt aku ampe kalap sendiri bacanya *saking menghayati ==
    pokonya merdeka lah di agka 17

    Salut buat authornya yg masih bisa nerusin ampe ceritanya wow bngt nih, soalnya long part itu kadang suka ga menjamin ceritanya tetep seru tp ini justru semakin maknyes bikin penasaran.

    satu pertanyaan aku di bagian ini ” Min Gi bersama tuan Hwang melangkah memasuki gedung persepsi pernikahannya dengan LJoe.” itu emang persepsi atau resepsi soalnya aku rada kurang tahu bahasa baku *plak

    oh iya aku jadi kangen ama Niel, Cap, Chunji ama Changrick. haduhh itu Changrick si murid yg teraniaya >< Niel yg cintanya di tolak. *berasa inget masa muda

    aku kasih apresiasi deh buat authornya, KEEP WRITING and KEEP HWAITING muah

    1. Wah ini adalah komen terpanjang yang pernah ku baca thanks banget… :33 *hug*

      Makasih udah ngikutin ff ini smpe tamat…makasih juga udah ngomen senengnya :”

      Jujur ya aku sempet buntu juga bikin ff long chap ini takut juga ceritnya dri chap 1- seterusnya itu ga berkesinambungan…tapi karena readers yang selalu ngomen ff ini entah kenapa juga suka ataupun mau baca ff ababil ini .__. Aku makin semangat buat lanjutin…

      Iya nih…aku juga sama kayak kamu bikin ff ini dari awal sma sampe jadi mahasiswa wkwkwkwk…

      Oh yang itu yang benernya resepsi…aku typo maaf ya .-.

      Karena kamu ngomennya panjang aku juga replynya panjang hahahahaahah…

      Tungguin project ff ku yang lainnya…aku lagi nyiapin ff yang juga bikin greget dan ga disangka sangka (?) wkwkwk

      Sekali lagi makasih bgt ya 🙂 gomawo 🙂

      1. sama2 thor
        aku juga jujur bahagia sekaligus sedih mendapati kenyataan(?) FF ini tamat, soalnya FF yg aku tungguin ini doang jiahaha
        aku tunggu deh karya selanjutnya
        ntar aku pollow twitternya deh (y)

    1. Makasih udah baca + komen….duh aku rada2 gmana gtu sama endingnya…menurutku biasa aja deh…ini bikinnya bener2 buntu *yaelah*
      Syukur deh pada suka ^^ *hug

  3. Eonnie sumpahh !!! Pengen squelnyaaaa.
    Harus !! Gamau tau !!!! *maksa–
    Tanggung jawabb. Eonnie bkin aku nangis mulu tiap bacanya. Sumpahh mauuuuu 😥
    Huhuhuhuhu

    1. Sequel yang mana dulu nih? Min Gi atau jonghwan?? Atau kisah Ljoe sama Jia selanjutnya? Kkkk Halaaaah kok nangis? Emang sedih ya ceritanya? #eh .__. Tapi aku ga janji ya… >< soalnya masih harus ngelanjutin ff yg baru hehehe ^^7

      1. Ljoe sma jia eonnieee. sedih eon. Apa lg yg pas si jia nya blg anyeonghaseyo Jia imnida. Menyayat hatii !!!!T_____T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s