THE PARALYZED part 15

Sub Title : Heart Attack

Author : J. Linn aka me aka @llingllin

Cast :

LJoe (Teen Top)

Kim Jia Yoo (imagination/readers)

Hwang Min Gi (author)

Jo Jonghwan (100%)

IU (Singer)

Support Cast : Teen Top

Genre : romance

Rating : PG16

NB : Mian aku post nya lama…udah pada nunggu ya readers? wkwkwkw xDD ini cerita udah part 15 aja, kayak drama korea gitu loh…hahaha..semoga readers semua tetep suka sama ceritanya dan engga ngebosenin ^^ thanks banget buat komennya, itu sebagai energi buat aku ngelanjutin ff nya makasih banyak untuk readers yang nunggu ceritanya *deep bow* beberapa part lagi ff ini bakal tamat loh…tungguin yah ^^And di sarankan buat dengerin Paralyze by Agnez Monica sama Heart Attack by EXO biar pas baca lebih greget gitu hehehehe ^^

-Happy Reading-

opening song > Agnez Monica – paralyze

————

Jia’s POV

Cinta memang tidak pernah terduga. Datang ataupun pergi, tidak dapat ditentukan. Terkadang cinta membuat bingung dan sakit disaat yang bersamaan. Cinta memang tidak pernah mengenal kondisi. Bagaimanapun juga, cinta terus akan membungkam perasaan hati meskipun itu terasa akan menyakitkan. Dan bagaimanakah dengan kondisi hati jika mengetahui ia menjadi pendekar untuk seseorang, dan itu bukanlah aku?

Aku mengerjap sempurna, mencoba untuk menghilangkan pikiran konyol itu lalu berjalan sedikit ragu menghampiri pasangan yang beberapa bulan lagi akan merubah status mereka dari tunangan menjadi suami istri. Apakah sebutan itu terlalu menyakitkan?

Hatiku terasa tersayat namun disisi lain hatiku malah bimbang . Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Dan kapan perasaan ini akan hilang? Aku terus berjalan dengan perasaan takut dan gelisah. Takut jika pria itu mengetahui isi hatiku dan gelisah untuk memilih apakah aku harus menghianati hati sendiri?

“Jia…” panggil wanita yang berdiri di keramaian. Dia menyadari kedatanganku lalu memelukku dengan erat. “Mingi eonnie….bogoshippoyeo….”ujarku menyambutnya.

“nado…bogoshipeo…” balasnya. Aku bisa merasakan perasaan rindu yang tersirat dalam ucapannya itu. Akupun balas memeluknya. Dan tanpa sengaja mataku beralih menatap pria yang berdiri tak jauh dari tempat kami berada. Pria yang sampai saat ini membuat perasaanku kacau,bimbang,sedih menjadi satu. Entah kenapa hatiku masih memampang dirinya dengan jelas, dan aku tidak bisa menyingkirkannya dari sana. Dia masih menjadi pengontrol hatiku.

Dia masih sama seperti dulu. Tampan. Pri itu terlihat mengobrol dengan seseorang. Ia sepertinya menyadari sesuatu. Iapun melihat sekeliling lalu matanya berhenti tepat mengarah ke bola mataku. Wajahnya terlihat sedikit terkejut. Selang beberapa detik kami saling menatap satu sama lain. Lalu pria itu melangkah mendekati aku dan Mingi eonnie. Di saat yang bersamaan, eonnie melepas pelukannya lalu menyadari kehadiran pria itu diantara kami.

“yeobo…ini Jia, dongsaengku yang sering kuceritakan padamu….”ucap eonnie,memperkenalkan diriku kepada calon suaminya. Ya, ketika statusku menjadi siswa di Gyungju High School, eonnie tidak pernah mengira kalau pria itu akan mengetahui statusku yang sebenarnya adalah seorang perempuan.

Pria itu berdiri tepat di hadapanku. “Ljoe imnida…” ujarnya seraya tersenyum seraya membungkuk. Aku balas membungkuk dengan perasaan sedikit canggung. Lalu dia berbicara seperti tidak ada yang terjadi diantara kami. Aku merasa seperti orang asing.

Setelah Ljoe memberikan senyuman itu tatapannya beralih memperhatikan eonnie lalu menggenggam tangannya. Ya, itu memang wajar mereka lakukan. Tapi kenapa dia malah melakukannya di depanku? Saat itu juga hatiku merasa disakiti.

“Oppa!eonnie…” teriak seorang wanita mengarah pada Ljoe dan Mingi Eonnie. Aku memperhatikan rupa wanita itu dan ternyata dia adalah IU. Sudah lama aku tidak melihatnya. Penampilannyapun berubah, IU memotong rambutnya sebahu. Dia tetap manis sepeti dulu. “oh…apa ini adikmu yang tinggal di US itu eonnie?” tanyannya dengan tatapan mengarah padaku.

Aku membungkuk lalu IU membalas dengan mengulurkan tangannya di hadapanku “IU imnida…”ujarnya seraya tersenyum.  “Jia imnida….” Aku membalas tersenyum dan berpikir. Apakah dia sama sekali tidak menyadari kalau aku adalah Jay, pria yang dulunya dia sukai?

“sepertinya kita seumuran….” Tebak IU seraya merangkul tanganku “kita sekarang teman…” sambungnya lagi mencoba akrab denganku.

“ok…kita teman…” jawabkuseraya tersinyum lagi.

“aku akan memperkenalkan mu dengan teman-temanku,kkajja…” IUpun menarikku menuju kekeramaian.

L.Joe’s POV

Memang aku sedikit terkejut dengan kehadirannya. Ku perhatikan penampilannya sungguh berubah drastis. Dia tidak lagi seperti ‘pria’ berandalan yang ku kenal. Dia tidak lagi seperti ‘pria’ yang kuanggap sebagai musuhku. Dia juga tidak lagi seperti ‘pria’ yang berusaha tangguh di depan siapa saja. Buktinya, dia masih tetap seorang perempuan yang mempunyai hati yang lembut. Itulah Jia, wanita yang masih mengisi hatiku, meskipun seorang wanita lain berada di dekatku,tapi dia belum bisa menggantikan Jia sebagai pendamping hatiku. Lalu Kenapa Tuhan mempertemukan kami lagi?

Jia dan IUpun berjalan meninggalkan kami. Ku lepas genggaman tanganku dengan Mingi. Tanganku bergetar sesaat.Dan kenapa aku melakukan itu di depan Jia? Apakah aku ingin menyakiti hati ini?

Aku menoleh menatap Min Gi yang sedang menggenggam tangannya sendiri. Aku tahu, dia pasti sangat terkejut dengan tindakan yang kulakukan. Min Gipun menoleh ke arahku lalu tersenyum tipis, namun dari pancaran wajahnya dia terlihat heran “yeobo,bukankah ini pertama kalinya kau menggenggam tanganku? Semenjak kita dijodohkan kau tidak pernah melakukan ini,sikapmu selalu dingin, tapi tadi kau sungguh berbeda…kau aneh hari ini…apa yang terjadi?” ujarnya dengan pertanyaan yang menyelidik.

Aku terhenyak. Memang benar yang ia katakan, aku selalu bersikap dingin padanya. Ku masukkan ke dua tanganku ke dalam saku celana, mencoba untuk bersikap tenang. “entahlah…mungkin hatiku mulai mencair karenamu…” ujarku seraya menatap Min Gi. Calon istriku ini malah memalingkan wajahnya dariku.

“Ya!” kataku seraya menarik tangannya pelan. “kenapa kau bersikap acuh heh?”

Min Gi melepas tanganku dari tangannya “bukannya yang selalu bersikap acuh itu kau…?” kata-katanya ini berhasil mematahkan hatiku. “sudahlah…kenapa kau menjadi tegang begini? Tak perlu kau pikirkan kata-kataku…”jelas Min Gi lagi.

Aku menyentuh tengkukku pelan. Memikirkan ucapan Min Gi. Benar, selama ini aku selalu mengabaikan keberadaannya, benar selama ini aku tidak pernah meliriknya dan benar selama ini hatiku belum bisa menerimanya.

“ya…” seseorang mengejutkan ku dan Min Gi. Seorang pria dengan mengenakan setelan jas merangkul tubuhku. Aku menoleh ke arahnya, pria itu mengubar senyum padaku dan Min Gi disaat yang bersamaan. “kau lupa denganku?” Tanya nya yang sekaligus membuatku tertawa.

“mana mungkin…haha…bagaimana kabarmu?” balasku seraya meninju dadanya pelan.

“yah…seperti yang kau lihat…aku masih baik-baik saja…hahaha…” jawabnya seraya balas tertawa. “oh…jadi ini wanitamu…” ujarnya seraya menepuk bahuku lalu menatap Min Gi yang berdiri diantara kami.

“ah…ne…Min Gi-ya…dia temanku, dari US…Jonghwan…”kataku memperkenalkan pria ini. Ya Jonghwan adalah anak dari teman lama appaku. Setelah orang tuanya meninggal 9 tahun yang lalu. Appa mengangkat Jonghwan dan adiknya menjadi keluarga kami. Membiayai sekolahnya, hingga ia menjadi mahasiswa di luar negeri.

“hi…aku Jonghwan…” Jonghwan mengulurkan tangannya lalu disambut oleh Min Gi. Min Gi balas tersenyum. “Min Gi imnida…”

“ya…kau sungguh beruntung mendapatkan wanita cantik seperti dia…haha..” ungkap Jonghwan seraya mengacak rambutku. Dia berhasil membuatku merasa bodoh di depan Min Gi. Bagaimana dia bisa mengatakan hal yang seharusnya aku sendiri yang mengatakannya? Tetapi hatiku menolak untuk itu. Apa aku ini terlalu jahat karena tidak pernah menganggap keberadaan Min Gi?

Ku lihat senyuman Min Gi mengembang saat mendengar pengakuan dari Jonghwan. Ia juga tampak menahan tawa di sela-sela senyumannya itu. “ya…hahaha…lalu di mana pendampingmu itu heh?” ujarku balik bertanya.

Jonghwan tertawa sebentar “ya! Hahaha…jauh lebih cantik dari wanitamu…hahaha…”

“hahaha…kalau begitu kenalkan dia padaku…”

“baik…tunggu saja…”

 

Jonghwan menepuk bahuku beberapa kali “bukankah sebentar lagi acara pertunanganmu?” tanyanya.

Ku lirik jam tanganku yang tepat menunjukkan pukul 8 malam “oh…ne…”sautku.

“pergilah…jangan buat kami semua menunggu…” katanya seraya menyatukan tangan Min Gi dan tanganku. Ku lirik Min Gi yang berdiri di sebelahku. Di saat itu juga Min Gi membalas tatapanku dengan tatapan seperti menolak. Aku dan Min Gipun berjalan meninggalkan Jonghwan sendirian di sana.

Author’s POV

Setelah bertukar cincin, semua para hadirin bertepuk tangan. LJoe dan Min Gi kini telah resmi bertunangan. Dan saatnya bagi mereka untuk menunggu hari pernikahan yang hanya tinggal 2 bulan lagi.

LJoe dan Min Gi mengubar senyum kepada semua hadirin. Mereka tampak bahagia namun tidak untuk Min Gi. Wanita berambut panjang itu sesekali menatap LJoe yang sedang tersenyum kepada semua tamu yang hadir. Lalu Min Gi melirik cincin yang melingkar di jari tengahnya. Meskipun cincin pemberian LJoe itu melingkar erat, namun benda itu sangat jauh berbeda dengan perasaan LJoe yang belum mampu untuk menerima dirinya.

Min Gi memang sudah lama melupakan Kim Jae Yoo yang merupakan pria yang sangat ia cintai. Tapi ia tidak dapat mengelak dari perjodohan orang tua yang menjadi beban baginya. Orang tua Min Gi sudah merupakan bagian dari keluarga LJoe. Itu juga yang merupakan alasan kuat untuk menyatukan dan mempertahankan perusahaan keluarga mereka.

Takdir memang tidak dapat dielak. Min Gi harus menerima dan memaksakan hatinya untuk melupakan Jae dan berpaling ke LJoe. Sangat disayang disaat hatinya sudah mampu untuk menerima kehadiran LJoe,namun pria berambut pirang itu belum bisa menerima Min Gi seutuhnya. Min Gi merasa bahwa LJoe menyembunyikan sesuatu darinya. Sesuatu yang disebut sebagai true love.

Meskipun LJoe tidak pernah mengatakan alasan mengapa ia selalu bersikap dingin terhadap Min Gi. Tapi wanita itu sangat jelas menangkap pikiran LJoe yang sama sekali tidak menganggap dirinya berarti. Dia tahu pasti kalau LJoe sangat terpaksa menerima perjodohan ini.

“ya…kau melamun?” Tanya LJoe seraya melirik Min Gi yang terlihat gelisah.

“aniyo…”balas Min Gi singkat.

“apa kau lelah?” Tanya LJoe. Min Gi hanya membalas dengan gelengan pelan, dan itu membuat LJoe semakin merasa tidak enak. “tapi…wajahmu tidak mengatakan seperti itu…” LJoe menarik Min Gi jauh dari keramaian.

Mereka kini berada di salah satu balkon. “apa kau pusing? Mungkin suasana di dalam sangat ramai dan itu membuatmu terganggu…kalau tidak enak badan…kau ku antar pulang saja…” tebak LJoe serta memberikan saran.

“kau tidak perlu melakukannya…lagi pula siapa yang merasa pusing?” bantah Min Gi. Diapun berjalan pelan. Dan LJoe mengikuti Min Gi dari belakang.

Jonghwan’s POV

Di tengah acara pertunangan mereka yang meriah, tak sengaja mataku bergerak dan berhenti menatap seorang wanita berambut panjang. Tak ada siapapun yang menemani wanita itu, sepertinya ia pergi seorang diri. Aku memperhatikan wanita itu cukup lama sampai akupun menyadari seesuatu bahwa aku mengenalnya. Aku sangat berterimakasih pada Tuhan, karena lagi-lagi kami dipertemukan.  Aku ingat kata-kata yang dulu ia katakan,kalau dia akan menghadiri acara pertunangan eonnienya. Mungkinkah yang dia maksud itu Min Gi?

Aku berjalan pelan menghampiri Jia yang sedang termenung. Lalu langkahku berhenti tepat di belakangnya. Ku langkahkan lagi kakiku hingga benar-benar tepat di belakang tubuhnya. Akupun berbisik pelan di telinganya. “ternyata kita dipertemukan lagi…” ucapku yang kemudian membuat Jia memutar kepalanya menatapku. Ekspresi wajahnya terlihat terkejut sesaat lalu semakin lama ekspresi itu memudar. “o..oppa? kau?”

“hi…aku sungguh bersyukur karena kau masih ingat dengan ku…”

Jia tertawa sebentar lalu berkata “mana mungkin aku melupakanmu…hahaha…”

“oh begitu? Jadi apa aku sudah berhasil memenuhi pikiranmu?” tanyaku yang sekaligus membuat Jia membesarkan kedua bola matanya.

“hahaha…aku hanya bercanda….apa kau kesini untuk menghadiri acara pertunangan eonniemu?”

“ah…ne…”

“oh jadi…Min Gi itu eonnie mu?” tanyaku menebak.

“eoh…ne…dari mana kau…ah apakah?”

“ne…temanku adalah tunangan eonniemu…”

Jia terdiam sesaat. “ya…waeyo?” tanyaku heran melihat wajah Jia yang berubah.

“ah…ani…jadi Ljoe, adalah temanmu?”

“ne…lebih tepatnya teman lamaku…”

Min Gi’s POV

Aku berjalan melewati beberapa tamu yang hadir, bahkan mereka sempat menyapaku. Lalu aku melihat Jia yang sedang berbincang dengan seorang pria yang ternyata adalah Jonghwan.

“ya…Jia…” teriak ku memangginya. Spontan Jia dan Jonghwan melirik ku yang tengah berjalan mendekati mereka. LJoepun juga mengikutiku.

“eonnie…”

Aku berhenti di depan mereka, diikuti dengan LJoe.

“kalian saling kenal?”tanyaku pada mereka. Jia dan Jonghwan saling melempar pandang.

“ne…kami saling kenal…” jawab Jonghwan seraya merangkul Jia. Saat itu mereka terlihat sangat dekat. “ne…..dia…” ucapan Jonghwan berhenti sesaat. Matanya memandangi Jia lalu berkata lagi “dia…wanitaku…bagaimana? Dia cantik kan?”

Aku tersenyum lalu menggenggam tangan Jia dan membalas “bahkan lebih cantik dariku…jadi…diam-diam kalian punya hubungan yang special begitu?” Ini sekaligus menjadi kabar gembira bagiku. Akhirnya Jia menemukan pria yang akan menjadi pendamping hidupnya.

“hahaha…LJoe-ya sebenarnya aku masih ingin menyembunyikan ini tapi yah karena kau sudah melihatnya mau bagaimana lagi…” Jonghwan menatap LJoe yang berdiri di sampingku lalu kembali menatap Jia

“wa…chukhae…” ujarku seraya menggenggam tangan Jia lebih erat.

LJoe’s POV

“kau tidak keberatan kan yeobo?”

Deg…

Ucapan Jonghwan itu seperti menyayat hatiku. Apakah itu benar? Apakah mereka memang mempunyai hubungan yang special? Lalu kenapa perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak begini. Ku pandangi Jia yang berada dalam rangkulan Jonghwan. Dia balas menatapku. Aku tidak berani menatapnya terlalu lama. Itu sama saja akan membuat hatiku terluka.

“hahahaha….kenapa kalian terlalu serius? Aku hanya bercanda…Jia hanya kenalanku…benarkan?” tiba-tiba Jonghwan melepas rangkulannya dari bahu Jia. Dan ucapannya itu benar-benar membuatku lega.

“ne…hahaha…dia hanya bercanda…jangan kalian anggap serius…”ucap Jia meyakinkan.

“heh? Jadi kalian hanya sebatas kenalan?” Tanya Min Gi meminta penjelasan lebih lanjut.

“ne..dia adalah adik kelasku…kami baru saja berteman…hahaha…”

“tapi kalau dilihat-lihat kalian terlihat serasi…benar kan yeobbo?” Tanya Min Gi padaku.

“ha?…oh.. ne…terlihat cocok…” jawabku dengan sedikit ragu. Jujur aku sangat tidak suka mengatakan kalimat itu.

“ya…sepertinya tamu-tamu yang hadir sedang menunggu kalian…sebaiknya kalian menghampiri mereka kan?”

“ne…kau benar juga..kkajja…” Min Gi menarikku, meninggalkan Jonghwan dan Jia di sana.

Jia’s POV

Ku pandangi Jonghwan oppa yang masih memandangku dengan senyumannya itu. Dia benar-benar membuatku kesal. “ya! Bisakah kita bicara di luar sebentar?” tanyaku. Jonghwan mengangguk setuju dan kamipun berjalan ke luar gedung, berhenti di tempat parkir.

Ku lipat tanganku di dada. Napasku turun naik menahan amarah yang dari tadi ku tahan. Pria ini benar-benar menguji kesabaranku. “ya! Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti tadi heh?” tanyaku dengan meninggikan nada bicaraku. Jonghwan berdiri di hadapanku masih tetap tersenyum “kenapa? Bukankah tidak ada yang marah?setauku tidak ada seseorang yang special di hatimu…tapi jika aku membuatmu marah berarti…mungkinkah kau punya?

Deg…Deg…Deg…

“aku tidak suka kau melakukan itu! Jika kau melakukannya lagi,hubungan pertemanan kita berakhir…”kataku dengan serius.

“apakah kau memang mempunyai seseorang yang special?” oppa tidak menjawab perkataanku tapi malah membalas dengan pertanyaan yang sama.

Aku terdiam lalu ucapan Jonghwan oppa selanjutnya berhasil membuatku tidak berkutik. “jadi apa benar…kalau kau menyukai LJoe?”

“hah? Babo..mana mungkin…”balasku dengan sedkit berteriak. Kenapa dia bisa berpikiran sejauh itu? Dan kuakui tebakannya itu tepat.

“lalu…kenapa tidak kau berikan saja hatimu padaku?”

Aku menoleh menatapnya. Jonghwan tampak menghela napas lalu berkata lagi “kata-kata yang tadi kuucapkan itu bukanlah main-main…aku sungguh-sungguh ingin menjadi orang yang berarti bagimu…bisakah kau bersedia?” Tanyanya seraya memeluk ku.

Deg

Lagi-lagi dia berhasil membuatku terdiam. Tapi,apakah aku harus melindungi hatiku dari perasaannya?

Dari kejauhan aku melihat seorang pria berjas putih tengah memandangi kami. Bola mataku membesar dan memperhatikan pria itu. Di sana, aku melihat LJoe yang terus memperhatikan kami.

-TBC-

Close Song EXO – Heart Attack

Terus Komen yah ^^ 

And di sarankan buat dengerin Paralyze sama Heart Attack biar pas baca lebih greget gitu hehehehe ^^

Advertisements

4 thoughts on “THE PARALYZED part 15

    1. udh dilanjutin kok…cuma modemnya lagi ga bsa dipake nih hikss yg sbr ya nunggunya lagian aku lagi diluar kota,,pcnya ketinggalan .—-. di laptopun ga mau modemnya connect….ditunggu aja yah hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s