THE PARALYZED part 14

Sub Title : Your Admirer

Author : Choi Mina aka me aka Jey Linn

Cast :

LJoe (Teen Top) Kim Jay/Kim Jia (imagination/readers)/ Jo Jonghwan (100%)

Support Cast : Ahn Daniel/Niel (Teen Top) IU (Singer)/ Aram (Global Icon)

Genre : action,romance

Rating : PG16

NB : Mian lama post nya u___u ada yang nungguin ceritanya? ga ada ya T^T semoga readers ga bosen sama ceritanya ya ^^ di sini ada cast baru lagi, hahahaha sebenernya buat ngeramein ff nya sih, buat ff makin greget gitu wkwkwkw xD

-Happy Reading-

<><><>

~opening song Agnes Monica – paralyzed ~

~Last Episode~

BRUK

“aww…” erangku kesakitan. Karena terlalu sibuk melamun, aku tidak melihat jalan dan malah tersandung batu. Mataku langsung tertuju ke arah lututku karena tadi aku sempat merasakan sakit di sana. Dan benar saja, lututku berdarah. “asihh…sial…” batinku kesal. Aku mencoba untuk bangkit berdiri namun tetap tidak membuahkan hasil. Tiba-tiba saja sebuah tangan menjulur di hadapan wajahku.

Deg Deg Deg

Ingatanku bergerak mundur. Kejadian ini persis ku alami saat bertemu dengan pria itu. Mungkinkah…

Aku mendongak dan….

~Last Episode End~

<><><>

Ku lihat seorang pria tengah tersenyum manis ke arahku. Paras wajahnya terlihat seperti orang Korea kebanyakan. Berkulit putih dan matanya sedikit sipit dengan membawa ransel besar. Selama berada di USA, aku jarang bertemu dengan orang Asia sepertinya.

“can I help you?” tanyanya yang masih tersenyum ke arahku.

Deg

Aku balas tersenyum dan meraih uluran tangannya. Pria itu membantuku berdiri dan membersihkan pakaianku yang kotor dari tanah. Aku juga merasa sangat malu jatuh di depannya. >///<

“hah…bodoh…”gerutuku seraya memukul jidat.

“bolehkah aku melihat lukamu?”

“oh…kau…orang Korea?” tanyaku setelah mendengarnya menggunakan bahasa Korea dengan fasih.

Dia tersenyum lagi.

Deg

“sepertinya lukamu cukup serius” pria itu membantuku duduk di salah satu kursi batu yang tersedia di taman kampus.

Diapun mengeluarkan beberapa obat dan perban lalu mulai mengobati kakiku yang terluka.

Aku terus memperhatikannya. Dia terlihat sangat baik. Di wajahnya terdapat pancaran seorang malaikat.

“kau tidak mengenalku?” tanyanya yang berhasil membuatku sedikit kaget. Aku bertingkah kikuk,tidak tahu apa yang harus ku jawab. Jujur, selama dua tahun menjadi mahasiswi, aku belum pernah bertemu dengannya ataupun hanya sekedar tahu wajahnya.

Pria itu terkekeh seraya melirik ku “kau akan mati jika tidak mengenalku!” ujarnya dengan ekspresi menjahiliku.

Akupun melebarkan mataku memikirkan akan ucapannya.

“haha…kau lucu sekali….” Ujar pria itu dan menatapku lama. Aku semakin salah tingkah.

Pria itu mengulurkan tangannya “aku Jo….dan namamu?”

“Aku Ljoe…dan namamu?”

Aku menggeleng pelan, manangkis ingatan masa lalu itu.

“Hey, kenapa?” Tanya pria yang bernama Jo itu dengan heran.

“ah…tidak….aku…Jia…”sautku membalas uluran tangannya.

Tuhan, ku mohon hapus ingatan tentangnya dari pikiranku.

Tes Tes….

Hujan dalam keadaan cuaca yang cerah seperti ini? Impossible…

Spontan kepalaku menengadah ke atas menatap ribuan rintikan hujan yang akan menghujam tubuhku. Akupun berdiri dari duduk dan hendak mencari tempat untuk berteduh, namun sebuah sentuhan hangat menggenggam lenganku. Ku lirik, Jo yang sedang tersenyum dan berkata “kakimu…apakah masih sakit?” Tanya nya yang membuatku terdiam sesaat. Memang benar yang ia katakan. Tapi apa yang ingin dia lakukan?

“naiklah ke punggungku…” tawarnya. Aku merasa sedikit canggung karena sikapnya yang terlalu baik padaku. Mengingat hujan yang semakin lama semakin lebat, tidak ada jalan lain bagiku untuk tidak menolak tawarannya. Lagi pula aku akan mengalami kesulitan dengan berlari kan?

Jopun menggendongku dan mencari tempat yang teduh. Lalu anehnya kenapa dia memilih telephone box ini daripada tempat-tempat teduh lainnya?  Bukankah aku pernah mengalami kejadian seperti ini dengan orang yang berbeda? Pria itu…LJoe…?

“hmm…kurasa aku harus mencari payung jika kita tidak ingin bermalaman di sini….maukah kau menungguku sebentar??” tanyanya yang berhasil membuyarkan lamunanku. Aku melirik langit yang kelam dan mentari sore hampir tenggelam bersamaan kumpulan awan-awan hitam itu. Sekitar dua puluh menit lagi langit sore akan terlihat sangat kelam menandakan matahari yang menghilang di ufuknya. Aku mengganguk, lalu Jo berlari meninggalkan diriku sendirian di sana. Apakah dia akan kembali secepat mungkin? Atau aku yang akan pergi seperti yang pernah ku lakukan pada pria itu…LJoe?

“Jia-ya….apa yang kau lakukan di sini? bukankah hampir gelap? Ayo ikut aku….kita pulang bersama saja, lagi pula aku sudah selesai ” Sebuah suara wanita mengagetkanku. Dia Aram teman se-apartment dan kami sama-sama berkebangsaan Korea.

Pulang?  Apakah aku harus menghilang lagi? Aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama!

Aram tersenyum ke arahku lalu menarik tubuhku. Kakiku masih terasa sakit dan bodohnya aku tidak bisa menolak tawaran Aram, diriku hanya bisa diam menahan rasa sakit dan mengikuti jalan pikiran Aram. Tapi jika aku pergi akankah Jo mencariku?

Aram menarik ku lebih kuat. Kami berjalan dibawah payung menerobos hujan. Aku terus saja melirik telephone box itu yang semakin lama menghilang dari pandanganku. Babo Yeoja!

Tiba-tiba Aram berhenti dan terpaksa aku ikut berhenti dan melirik lukaku yang diperban,rasanya sangat sakit.

“oh…oppa…” teriak Aram memanggil seseorang. “kebetulan sekali, antarkan kami ke apartement ya, kkajja….”

“hey bodoh….kau dengan siap….a….Jia-ssi?”

Aku terkesiap saat orang itu menyebut namaku. Ku tatap orang itu. Oh terimakasih Tuhan kau mempertamukan kami lagi.

“oh…kalian?” Tanya Aram seraya menatap kami bergantian.

Aku dan Jo saling tatap. “a…ngobrolnya di dalam mobil saja,kkajja…kkajja….” Saran Aram dan kamipun menuju tempat parkir.

<><><> 

“oh….jadi kalian baru saja kenal?ah aku lupa mengenalkan oppaku padamu,ah bodohnya aku….” Sesal Aram.

Aku dan Jo saling tatap dan mengubar senyum. Semenjak dari dalam mobil hingga sampai di apartement, Aram terus saja menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan Jo. Dan saat itu juga aku baru sadar kalau Jo adalah saudara kandung Aram. Ternyata Jo adalah salah satu mahasiswa jurusan kedokteran. Tak salah jika Jo sangat mahir mengobati kakiku kala itu. Dia juga lelaki yang baik dan sopa.  Aku sungguh beruntung dapat bertemu dengan orang Korea seperti dirinya dan Aram.

“oh….bukankah kau akan kembali ke Korea untuk beberapa minggu?kenapa lama sekali? Apakah ada urusan penting?” Tanya Aram bertubi-tubi.

“ah….ne….aku akan menghadiri acara pertunangan eonnieku…hehehe…”

“kapan kau akan berangkat?ah…oppa, bukankah kau besok juga ke Korea?”

Jo oppa yang sedari tadi hanya mendengarkan celotehan Aram kini beralih menatap yeoja itu. “hah…ne…kau berangkat lebih dulu dari ku…” Jo oppa beralih menatapku seraya tersenyum tipis.

“jadi kalian berdua meninggalkanku sendirian di sini? sebenarnya apa sih urusanmu pulang ke Korea? Bukankah kita tidak punya siapa-siapa lagi di sana?” Tanya Aram lagi. Sepertinya Jo oppa merahasiakan sesuatu darinya.

Jo oppa tersenyum jahil seraya mejitak kepala Aram dengan pelan “maaf aku tidak bisa cerita padamu sekarang….hahahaha….” ucapnya diakhiri dengan tawa.

Aram melongo dan membalas memukul kepala Jo oppa. “tak seharusnya kau menyimpan rahasia pada adikmu ini tahu!” kesal Aram.

Kini Jo oppa kembali menatapku. “hmm bukanhkah tadi kau mengatakan kalau kau kembali ke Korea untuk menghadiri acara pertunangan eonniemu kan? Kebetulan sekali, aku juga akan menghadiri acara pertunangan teman lamaku….”

Aram terhenyak dari tempat duduknya “ah…aku tahu, kau pasti akan menghadiri acara pertunangan pria itu kan? Sudah ku bilang, jangan berhubungan lagi dengan dia oppa! Aku tidak suka pria itu! Dia terlihat menakutkan…” komentar Aram panjang lebar.

Dengan segera Jo oppa menutup mulut Aram dengan gemas. “tutup mulutmu anak bodoh! Bagaimanapun juga dia yang selama ini membantu kita semenjak appa dan eomma meninggalkan kita…”

“meninggalkan kita? Ah…maaf maksudnya apa?” tanyaku ingin tahu.

Apakah ini pertanyaan bodoh?

“orang tua kami meninggal 9 tahun yang lalu, kami tidak punya siapa-siapa selain mereka, lalu seseorang datang dan membantu kehidupan kami, hmm…dia pria yang baik…”

“tapi kan…” Aram mencoba membantah pendapat oppanya.

“hush….kau bocah bodoh! Mana tahu dengan hal yang begini!” balas Jo oppa meledek.

“oh begitu…maaf jika aku menyinggung perasaan kalian…”

“ahahahah…tidak apa-apa…” Aram tertawa dan menyikut lenganku.

“ah baiklah…sebaiknya kau beristirahat untuk perjalanan besok…” Jo oppa tersenyum lalu berjalan menuju pintu keluar.

“ah…ne…” Sedangkan aku dan Aram berjalan mengikutinya dari belakang.

“kau juga berangkat besok oppa?” Tanya Aram ketika kami sampai di depan mobil Jo oppa yang terparkir.

“bukankah tadi sudah kubilang, Jia berangkat lebih dulu dari ku…kau bodoh sekali!”

“YA! Sampai kapan kau berhenti memanggilku bodoh huh?” protes Aram semakin kesal.

“sampai kau mau merubah penampilanmu seperti yeoja normal, okey!” lagi-lagi Jo oppa meledek Aram yang memang suka bergaya tomboy.

“ah…aku benci padamu!” ujar Aram sedikit membentak lalu berbalik menuju apartment dengan langkah terburu-buru.

“ahahahaha…” Jo oppa tertawa terbahak-bahak.

“hm…ngomong-ngomong, Jo itu bukannya nama depanmu oppa?” tanyaku ragu.

Oppa yang hendak membuka pintu mobil, kembali berbalik dan menatapku.

“hahaha…jadi aku harus mengatakan namaku lagi padamu? Baiklah….aku Jonghwan…kenapa?”

“ah…tidak…hehehe…”

“hm…kau tidak menjawab pertanyaanku?….kenapa kau ingin tahu nama asliku heh? Kenapa?” tanyanya seraya berjalan mendekat.

“ah…itu…” aku menjadi salah tingkah.

Jo oppa menyentuh helaian rambutku yang terurai. Dan ini membuat jantungku berdebar. Apa wajahku memerah? Dia berdiri terlalu dekat.

“apa kau….ingin tahu lebih,tentang diriku?” Jo oppa bertanya tepat mengarah ke telingaku dan itu membuat bulu kudukku merinding. “Jia, kau berhasil membuat magnet di sekitar hatiku…” Jo oppa semakin mendekatkan tubuhnya hingga aku merasakan tangannya menyentuh wajahku. Dan entah dengan dorongan apa, oppa mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. Jangan-jangan dia akan…OMO!!

“a aku….” Tidak tahu apa yang harus ku jawab, tubuhku terasa kaku dan bergetar.

“hahahaha….aku hanya bercanda…apa aku membuatmu takut?” Tanya nya seraya menjauh dariku dan menuju Bentley mewahnya yang terparkir di basement.

Akupun merasa lega saat dia berjalan menjauh. Jujur aku sedikit risih dengan tindakan yang baru saja dia lakukan. Seakan membuatku takut dan malu.

“semoga kita bertemu di Korea…annyeonghi jumuseyo…” pamitanya dari dalam mobil.

“ah ne…” aku tersenyum dan melambaikan tangan.

Semoga…Semoga…

 Jonghwan’s POV

“semoga kita bertemu di Korea…annyeonghi jumuseyo…”

Dia balas tersenyum dan melambaikan tangan. Ku lajukan mobilku segera.

Semoga pertemuan ini bukan pertemuan terakhir diriku dengannya. Karena sangat lama menunggu moment ini. Aku hanya mampu melihat dan memantaunya dari jarak yang cukup jauh. Memperhatikannya secara diam-diam, tanpa mengetahui namanya. Dan hari ini Tuhan mempertemukan kami secara tidak sengaja. Lalu dengan segera perasaan itu timbul lagi di hatiku. Perasaan yang selama ini berlalu satu tahun lamanya. Perasaan yang tidak akan pernah berubah semenjak pertama kali aku melihatnya. Sentuhan indah yang mendarat di hatiku. Aku tidak akan membiarkanmu lari dariku, karena aku adalah ‘your admirer’.

Ku lirik wallpaper yang terpampang jelas di layar ponselku. Dia lah wanita yang berhasil ku sentuh, Jia.

~closing song M.I.B Nod To Me~

>>To The Continued<<

Penasaran sama cerita selanjutnya? Komen ya ^^ gomawo~

Advertisements

9 thoughts on “THE PARALYZED part 14

  1. Authorrr.. Ceritanya bagus bgt (y) noumu chuaeyo XD
    author lanjutin ya ffnya. Jangan lamaa2. Penasaran nih. Jebaaal 😦

  2. Annyeong author. Aku readers baru ffnya author . Ehehe.
    Aku suka cerita ff nya. Author terus semangat buat bkin ff nya ! Mueehehe. Noumu chuaeyo !! ❤

  3. annyeong thor .. reader baru nih
    kemaren nggak sengaja nemu dan baca ff ini dr part awal, makin kesini makin keren thor ceritannya, makin cinta nih sm l.joe #eaaa
    overall keren thor .. daebak deh pokoknya, next part jgn lama2 ya thor .. ternyata ini ff udah lama jg ya dr 2011 ya ? xD
    keep writing ya thor .. hwaiting ^^9

  4. hadehh aku hampir bulukan nungguin ini xD

    Annyeong author *bow
    mungkin aku telat komen tapi kemarin2 aku sempet beberapa kali ngecek ke wp ini nungguin ni FF nongol. akhirnya jodoh juga walaupun aku br sempet

    oh iya, aku ngerasa kaya nntn drama nih. ceritanya idup berarti. lanjutannya bikin penasaran tentang siapa itu Jonghwan??? biasku di 100% *gananya lol.
    aku juga jadi kangen ama Changrick di ff ini 😀

    Good job!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s