BLOODY NIGHT IN 2012

Author: jey linn aka me

Genre: Romance, sad, tragedy

Rating: PG16

Cast: Park Chanyeol (EXO K), Yoo Kyung (OC), Son Na Eun (A-Pink), Son Eun Young (OC)

NB : Maaf author baru bisa post ff gaje yang pernah author ikutin buat lomba ini, ff chapter belum bisa dilanjutin,mohon dimaklumi,gomawo ^^

-Happy Reading-

***

Eun Young,gadis berkulit coklat itu tampak kelelahan. Ruangan yang ia tempati kinipun terlihat sangat berantakan akibat tindakan yang barusan ia lakukan. Menghempaskan semua barang yang terpajang di setiap sudut apartemennya. Menghancurkannya tanpa sisa. Dengan melakukan hal itu, semua rasa kesal dan sedih yang ia pendam semenjak kemarin sedikit lebih terobati meski ia harus merelakan barang-barang itu hancur dengan tangannya sendiri. Meluapkan seluruh rasa kekecewaan yang terpendam di hatinya.

Gadis itu terduduk di lantai balkon kamarnya seraya menghisap habis sebatang rokok, ditemani sebotol minuman keras yang masih sedikit bersisa di dalamnya.  Wajahnya yang mulus itu diterpa oleh angin yang suhunya minus empat belas derjat celcius. Sangat dingin, namun itu semua tidak dapat menghancurkan rasa pedih yang terbenam di hati kecilnya. Ia menatap kosong pemandangan yang ada di depannya itu. Setetes air bening jatuh dari pelupuk matanya dan semakin lama air itu bercucuran deras mengalir di kedua pipinya. Ia menangis di sela-sela menikmati hisapan demi hisapan putungan rokok itu.

Sudah empat bungkus rokok yang ia habiskan. Gadis ini sungguh nekat dan berani. Jelas saja, ini baru pertama kalinya ia melakukan hal seburuk itu. Merokok dan menghabiskan sebotol minuman keras. Eun Young dikenal sebagai anak baik dan penurut. Tapi itu semua berubah saat seseorang merubah dirinya menjadi lebih buruk seperti ini.

Eun Young mencoba untuk berdiri menahan sedikit rasa pusing yang menerjang saraf otaknya. Ia berjalan tertarih menuju ruang tengah seraya mengumpulkan sekuat tenaga untuk berjalan. Setelah sampai di ruangan itu, ia melirik benda ‘berbahaya’ yang tergeletak di atas sofa lalu bergantian melirik seseorang yang terduduk pingsan di atas kursi kayu miliknya. Tubuhnya terikat oleh tali pada kursi itu dan mulutnya di sumbat oleh kain hitam. Eun Young tersenyum evil menatap orang itu, yang tak lain adalah orang yang paling dia benci seumur hidup, Son Na Eun.

Eun Youngpun berjalan mendekati tubuh lemah Na Eun lalu meraih wajah Na Eun yang sedikit bengkak akibat tamparan yang berkali-kali ia daratkan di sana. Dengan tampang polos, tak berdosa Eun Young menghempaskan kepala Na Eun membuat gadis malang itu bangun dengan terpaksa. Perlahan Na Eun membuka kedua matanya, lalu menatap nanar ke arah Eun Young yang tengah menggenggam senjata berapi, benda ‘berbahaya’ yang tadinya tergeletak manis di atas sofa.

Eun Young yang merasa terperhatikan membalas tatapan Na Eun dengan tatapan –ingin membunuh. Na Eun hanya mampu menitikan air mata pilu, melihat kondisi kakaknya yang sudah ‘kelewatan batas’ itu. Ia tak habis pikir, kakak yang dulunya menyayangi dia sepenuh hati, rela melakukan apa saja demi dirinya, kini terlihat menyeramkan dengan rasa dendam yang terpancar dari raut wajahnya.

Na Eun berpikir, bahwa ini semua adalah salahnya. Ya salahnya! Karena dia lah perempuan yang dengan beraninya merebut cinta Eun Young. Namun bukan salah Na Eun juga kalau dia tidak tahu sama sekali mengenai perasaan kakaknya itu. Eun Young tidak pernah terbuka padanya. Selalu bungkam mengenai persoalan percintaan. Namun apakah semua ini memang salahnya?

Bola mata Na Eun semakin banjir dengan air matanya. Ia terisak, ingin berontak, tapi apa yang dapat ia lakukan? Sekujur tubuhnya terasa sakit bersamaan dengan perasaannya. Iapun melirik seorang pria yang menjadi pokok permasalahan dirinya dengan Eun Young. Ya dia lah dalang dari semua ‘bencana’ itu, Park Chanyeol.

Pria jangkung itu juga tampak melemah terikat di sebuah kursi kayu dengan mulut yang juga tersumbat oleh kain. Chanyeol masih pingsan semenjak sejam yang lalu akibat meminum minuman yang sudah diberi obat tidur oleh Eun Young.

Dengan ekspresi dingin, Eun Young meninggalkan Na Eun berdua bersama kekasih yang tak kunjung menjadi miliknya di ruangan itu. Sibuk mencari botol minuman keras di dapur. Berharap menemukan sebotol sekedar pelepas dahaga. Gotcha! Eun Young berhasil menemukan sebotol minuman keras, namun sayang tidak sedikitpun air yang tersisa di dalamnya. Lalu pikiran jahat terlintas di benak Eun Young. Ia tersenyum licik, kemudian menghancurkan sebagian botol itu. Iapun berjalan kembali menghampiri Na Eun dan Chanyeol.

Eun Young berjalan dengan tidak sabaran seraya mengarahkan pecahan botol tadi ke arah kepala Chanyeol, hendak melukai kepala pria itu dengan benda tajam yang digenggamnya. Namun tindakannya terhenti sesaat, karena Na Eun memberontak dari tempat duduknya. Berusaha berteriak, menghentikan Eun Young meski dalam keadaan mulut yang terkunci.  Eun Young merasa sedikit terganggu lalu melepas kain yang menutupi mulut Na Eun dengan kasar.

“eonnie!! Andwe!” teriak Na Eun dengan suara yang serak. Setetes air mata kembali jatuh dari pelupuk matanya.

Eun Young tersenyum miris lalu mengarahkan pecahan botol itu ke wajah Na Eun, membuat sedikit goresan di pipinya. Na Eun merintih kesakitan berbanding terbalik dengan Eun Young yang tertawa puas.

“permainan ini tidak akan berakhir di sini!” ujar Eun Young dingin seraya menekankan setiap kata-kata yang terlontar dari bibir tipisnya. Eun Youngpun kembali melirik Chanyeol yang masih dalam keadaan pingsan.

“lemah sekali pria ini!cih…” lanjut Eun Young menyindir Chanyeol. Tampak jelas di kedua matanya bahwa ia benar-benar membenci seorang Park Chanyeol. Tidak ada lagi benang cinta di hatinya untuk Chanyeol. Hancur sudah bersamaan dengan kepedihan yang selama ini menghantui hidupnya. Mendapati kenyataan bahwa pria yang ia cintai lebih memilih Na Eun. Ia sungguh tidak terima.

Eun Young tampak tergesa-gesa berjalan menuju dapur. Kesana kemari mencari sesuatu. Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki Eun Young menumpahkan benda cair di lantai. Na Eun yang menyadari nasib buruk akan menimpanya sebentar lagi tidak tinggal diam. Gadis itu menyadari aroma benda cair yang Eun Young tumpahkan, minyak tanah. Eun Young berniat membakar apartemennya bersama dengan raga Na Eun dan Park Chanyeol.

“eonnie!! Andwe! Kau tidak boleh melakukan ini pada kami! Oppa…oppa…bangunlah….!” Teriak Na Eun dengan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari mengitari lapangan sepak bola. Iapun berusaha untuk membangunkan Chanyeol.

“YA!” Eun Young berteriak keras menghentikan aktifitas Na Eun membangunkan Chanyeol. “seharusnya kau berterimakasih padaku, karena kalian hidup dan mati bersama, ini kan yang kau inginkan?” ucap Eun Young dengan tersenyum miris. Sebuah pematik siap ia jatuhkan ke benda cair itu. Dalam sekejap ruangan itu akan hangus begitu pula dengan Na Eun dan Chanyeol.

Na Eun membelalak tak percaya. Sebegitu tegakah Eun Young yang notabene kakak kandungnya membakar dirinya hidup-hidup? Sebegitu teganyakah Eun Young melupakan kasih sayang yang selama ini dia berikan dan sebegitu teganyakah Eun Young membakar cintanya sendiri?

Eun Young kembali tersenyum puas. Sebentar lagi orang-orang yang ia ‘benci’ itu akan mati dengan keadaan yang mengenaskan. Raut wajahnyapun memancarkan aura iblis yang sangat menakutkan.

“berbahagialah Na Eun….dan Park Chanyeol….” Ucap Eun Young seraya menatap Na Eun dan Chanyeol penuh dendam. Ia membuka pematik yang sudah menampakan api kecil lalu menjatuhkannya.

Tiga…Dua…Satu…

Kobaran api menjalar ke setiap sudut, melahap semua benda-benda yang dilewatinya. Eun Youngpun segera meninggalkan tempat itu menuju mobil putihnya yang terparkir di depan apartemen. Seulas senyum kemenangan terpampang di wajahnya. Iapun bergegas menancap gas mobilnya menuju ke suatu tempat.

***

Eun Young, gadis berusia 28 tahun itu menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan tua di sudut kota yang tidak berpenghuni. Berjalan pelan memasuki bangunan itu dan menghidupkan saklarnya. Tampaklah seorang wanita yang berparas sama dengan wajahnya terkulai lemas di lantai dengan tubuh yang terikat dan mulut yang diperban.

“sangat asik bersenang-senang dengan adikmu, Eun Young…” ujar gadis yang berpura-pura menjadi Eun Young itu mengagetkan target yang ada di hadapannya.

Eun Young, gadis yang terbaring di lantai itupun menatap gadis yang berdiri di depannya ini dengan tatapan kebencian. Eun Youngpun memberontak berusaha untuk menghajar gadis itu, namun usaha yang ia lakukan tak membuahkan hasil.

Gadis itu berjalan mendekati Eun Young dan jongkok di hadapannya. “kenapa heh?” Tanya gadis itu seraya melepas perban yang menutupi mulut Eun Young dengan kasar. Eun Young menghela nafasnya. Kemarahan sungguh tidak terbendung lagi. Umpatan kata demi umpatan siap terlontar dari bibirnya.

“apa yang sudah kau lakukan padanya heh?” teriak Eun Young marah.

PLAK.

Satu tamparan hangat mendarat di pipinya, meninggalkan sedikit noda merah di sudut bibir Eun Young. Seketika tubuh Eun Young terasa disengat listrik. Sakitnya luar biasa.

“aku membakarnya hidup-hidup bersama….Park Chanyeol…” terang gadis itu lagi dan kali ini berhasil membuat Eun Young membelalak kaget.

“KAU!! Kau memang monster, Yoo Kyung! Manusia macam apa kau ini hah?” teriak Eun Young tak karuan, sulit baginya untuk mendengar berita buruk ini.

“salahkan adikmu! Dia sudah merebut Chanyeol dariku!” tegas Yoo Kyung, kedua matanya terlihat berkaca-kaca. Apakah dia akan menangis?

“kau! Heh…kau bodoh! Untuk apa kau membunuh Chanyeol?”

Yoo Kyung terdiam sejenak “heh…itu sama saja membawa diriku ke jurang yang paling dalam…Chanyeol tidak mencintaiku!”

“kalau begitu…kenapa kau tidak merelakan mereka heh? Kau malah bertindak bodoh, mengoperasi wajahmu agar mirip denganku, lalu membunuh mereka dan kau kuatkan alibi bahwa aku yang membunuh adik ku sendiri! Heh pemikiran yang cerdik…” ucap Eun Young memojokkan sekaligus mengejek Yoo Kyung.

Senyuman licik terpampang di wajah Yoo Kyung. Gadis monster itu meraih wajah Eun Young dan menamparnya berkali-kali. Setelah merasa puas Yoo Kyung melepas ikatan di tubuh Eun Young dan menyeret tubuh gadis itu menuju mobilnya yang terpakir.

“masuk!” paksa Yoo Kyung pada Eun Young yang sudah kelihatan melemah akibat tamparan yang Yoo Kyung berikan. Yoo Kyungpun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Namsan.

***

Yoo Kyung mendorong tubuh Eun Young sehingga terjatuh ke lantai. Udara dingin Namsan Tower merasuki tubuh ke dua gadis itu. Yoo Kyung melirik arloji yang membalut pergelangan tangannya. Tepat pukul dua dini hari dan daerah yang mereka kunjungi itupun terlihat tak berpenghuni. Sunyi dan sedikit lampu yang menerangi tower itu.

Diliriknya Eun Young yang semakin melemah lalu menyodorkan pistol yang entah sejak kapan ada di genggamannya ke arah Eun Young. Yoo Kyung tertawa kesetanan, dia benar-benar kehilangan akal sehatnya. Yoo Kyungpun mulai angkat bicara “lakukan apa yang ku katakan! Kalau tidak aku akan menembakmu!” ancamnya. Eun Young terlihat menahan emosi yang bergejolak di hatinya.

“apa yang kau inginkan heh?” Tanya Eun Young dengan suara turun naik. Ia masih merasakan sakit di daerah sekitar pipinya.

Yoo Kyung mengisaratkan dengan tangannya agar Eun Young berdiri. Tanpa melakukan perlawanan, Eun Young menurut dan memaksakan tubuhnya agar berdiri.

“Loncat!” tegas Yoo Kyung mengomandai Eun Young. Eun Young membelalak kaget dengan ucapan yang Yoo Kyung lontarkan, meski hanya satu kata, namun itu cukup jelas bahwa Yoo Kyung menginginkan dirinya untuk menyusul kematian Na Eun. Gadis itu spontan melirik ke bawah tower itu. Ketakutan menjalar di sekujur tubuhnya. Hawa dingin dan aura kematian tengah menantinya di bawah sana.

“ayo lakukan!” bentak Yoo Kyung keras membuat Eun Young membeku sesaat. Ia tidak ingin mati dengan kondisi mengenaskan seperti ini.

Eun Young berjalan pelan menuju tepi bangunan itu. Seketika semilir angin menerpa wajahnya. Setetes kristal terjatuh membasahi pipinya. Ia kembali menatap Yoo Kyung yang masih menyodorkan pistol ke arahnya.

“tunggu apa lagi! Ayo lakukan!!” bentak Yoo Kyung semakin memaksa Eun Young untuk loncat dari lantai paling atas tower itu.

“hentikan semua kegilaan ini!” seseorang mengagetkan Yoo Kyung dan Eun Young. Dengan gerakan cepat orang itu merebut pistol Yoo Kyung dan menyodorkan ke arahnya. Keadaan berbalik, gadis monster itu yang kini yang harus menerima ajalnya.

“Chan..Chanyeol…” gumam Yoo Kyung ketakutan. Gadis itu tampak kesetanan saat melihat kemunculan Chanyeol di hadapannya. Bukankah Chanyeol sudah mati? Pikirnya. Kenapa bisa?

“sebentar lagi polisi akan datang untuk menangkapmu monster!” ucapan Chanyeol di iringi oleh bunyi sirine dari mobil polisi. Chanyeol tersenyum puas lalu melanjutkan “lihat! Mereka datang terlalu cepat!” ujarnya. Sedangkan Yoo Kyung menyudutkan diri tidak tahu apa tindakan selanjutnya yang harus ia lakukan. Melarikan diri? Mustahil, polisi sudah mengepung keberadaannya. Muncul bisikan setan di telinganya. Lompat, lompat, lompat.

“se…selamat tahun baru Park Chanyeol!” suaranya melemah diiringi setetes air pilu di kedua bola matanya.

Dengan nekat Yoo Kyung mengakhiri hidupnya. Lompat dari Namsan Tower dan mati dalam keadaan menyedihkan dan mengenaskan. Begitulah kejadian penyambutan malam tahun baru itu. Kisah tragis cinta seorang gadis bernama Park Yoo Kyung, saudara kembar Park Chanyeol.

END

***

Mian kalau ceritanya rada aneh hehe ^^

Komennya ditunggu y

6 thoughts on “BLOODY NIGHT IN 2012

    1. makasih commentnya 🙂
      sorry ya aku belum update ff…masih sibuk sekolah buat UN…doakan author lulus dengan nilai yang memuaskan ya…makasih… ^^ *deep bow*
      jangan pernah bosan baca ff di sini yah… 🙂

  1. eh??
    aku bingung itu chanyeolnya udh mati kan? itu roh apa cuma bayangan yoo kyung?
    btw nice ff, suka sama charanya yoo kyung, nekat! haha
    keep writing ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s