THE PARALYZED part 11

Sub Title : I KNOW

Author : Choi Mina aka me

Cast :

LJoe (Teen Top) Kim Jay Yoo/Kim Jia (imagination/readers) Ahn Daniel/Niel (Teen Top) IU (Singer)

Support Cast : Teen Top

Genre : action,romance

Rating : PG16

NB : mian yak author terlalu lama ngelanjutin partnya SUHOHOHO #PLAK XDD

Semoga reader ga bosan sama ceritanya, and semoga ga terlalu kecewa sama ceritanya

Mungkin part ini kependekan kali yak -__-a

Udah deh langsung di baca ya jangan malu-malu buat komen ^^

Happy Reading All ^^

<><><> 

Opening Song >> Teen Top – whereas

-Last Episode-

Tapi tiba-tiba saja… saat berlari aku terpeleset dan jatuh kedalam kolam renang

Aku meronta-ronta di dalam air, minta pertolongan

“Niel…Niel…” teriakku di dalam air

Sial, aku terlalu banyak menelan air. Dinginnya air mulai merasuk keseluruh tulangku.

“tolong……” aku berteriak, meski ku tau tidak akan ada orang yang mendengar

Namun seseorang berenang mendekatiku dan meraih tanganku. Ia membawaku ke permukaan dan menggendongku hingga ke tepi kolam.

Sebelum semuanya menjadi gelap, indra pengihatanku masih dapat menangkap sosok pria yang kuduga berhasil menyelamatkan diriku.

~Niel gomawoyo~

-Last Episode End-

<><><> 

Ku lihat seberkas cahaya putih bersinar terang di hadapanku. Seorang pria muncul dari balik cahaya itu. Dia Jae oppa. Aku langsung berlari menghampiri dan memeluknya erat.

“Oppa bogoshippeoyo…” kataku di dalam pelukannya

“aku juga merindukanmu Jia….dan bisakah oppa meminta sesuatu dari mu?”

Aku menengadahkan wajahku menatapnya

“bisakah kau melupakan masa laluku?”

“maksudmu?”

“Tak seharusnya kau masih memendam perasaan itu pada mereka, aku meninggal bukan karena mereka,karena aku lah yang menginginkannya…mereka sama sekali tidak membunuhku Jia,jadi ku mohon lupakan rasa dendam itu…”

Oppa melepaskan pelukannya. Semakin lama dia semakin menjauh dariku. Cahaya itu juga semakin menghilang dari pandanganku. Aku berusaha mengejarnya tetapi kedua kakiku terasa berat untuk melangkah. Aku berteriak memanggilnya dan seketika semua kembali menjadi gelap

“kau sudah sadar??”seseorang bertanya padaku, perlahan ku buka mataku lebar dan melihat Niel yang tengah duduk merapat di sampingku. Dan aku merasakan tangannya yang hangat menggenggam tangan kiriku

Aku langsung bangun dan memperhatikan seluruh sudut ruangan ini. Aku menoleh padanya. Tanpa dimintapun Niel mengerti maksudku.

“tenanglah, apa kau baik-baik saja??”

Sesaat aku akan menjawab, terdengar pintu ruangan terbuka, spontan aku menoleh kearah pintu. Dan kalian tau siapa dia, Dia LJoe, Arghhhhhh

Sepertinya atmosfir di ruangan ini berubah menjadi suram!!

Dia berjalan kearah kami tanpa memakai atasan dan itu membuat diriku semakin muak melihat dirinya. Apa-apaan dia? Telanjang dada di depan seorang wanita!!

Lalu di sambarnya baju yang menggantung di sebelah sofa yang kududuki

“Ya!! Sampai kapan kau membiarkan pacarmu kedinginan??” tegurnya

Mwoo?? Pacar??

Aku sontak kaget, lalu menoleh kearah Niel dengan tatapan melongo

“Ne, gomawoyo!” ujar Niel dan meraih tanganku

Kamipun berjalan sedikit tergesa – gesa meninggalkan ruangan itu -yang sepertinya ruangan untuk para pelayan-

<><><> 

Niel melepaskan genggamannya setelah kami sampai di tempat parkir. Niel memasangkan jaketnya ditubuhku lalu memasang helm di kepalaku.

“kkajja, kita harus sampai di asrama sebelum kau terkena demam” ucap Niel dan naik keatas motor.

Aku tidak merespon Niel tapi malah berdiri termangu di depannya

Niel melepas helm nya lalu bertanya “waeyo?”

Aku menghela napas “ sepertinya ada keanehan disini” ucapku membuat Niel terheran

“maksudmu?”

“kenapa kau bersikap baik dan berterimakasih padanya?” kutekan kan nada suaraku

“padanya? Siapa?”

“musuhku!”

“maksudmu LJoe?”

Niel berdehem lalu menjawab “aku harus bersikap manis pada orang yang telah menyelamatkan gadisku, apa itu salah?”

Dahiku mengerut “heh?”

“kau keberatan?”

“ani…” jawabku singkat

“cepat naik,kau mau masuk angin lama-lama berdiri disitu??”

<><><> 

Jadi semalam yang menyelamatkanku itu adalah LJoe? Musuhku? Dan kenapa?

Kurebahkah kepalaku di atas meja, aku sempat menoleh kearah Changjo yang berada disampingku. Dia memandangiku dengan tampang heran. Langsung kutepis pikirannya itu.

“Aku tidak mengantuk,hanya saja sedikit pusing…”

“bagaimana kalau aku mengantarkanmu ke ruang kesehatan?” tawar Changjo

“hmmm tidak buruk….” Kuangkat kepalaku dari atas meja, aku bangkit berdiri tapi yang kurasakan sesuatu seperti menusuk kedalam otakku, rasanya sangat sakit. Aku sempat mengernyitkan dahiku menahan rasa sakit. Kupegangi kepalaku kuat. Aku berjalan dengan sedikit tertatih. Kepalaku sungguh terasa pusing

“hati-hati…” kata Changjo lalu membantuku berjalan hingga kami sampai di dalam ruang kesehatan

Changjo membantu ku mengambil beberapa obat untuk menghilangkan rasa pusing. Tak lupa dia memberiku segelas air putih.

“merasa baikan?” Tanya Changjo

“haciuuuuuuuuuu……” aku bersin dan aku merasa suatu cairan menetes dari dalam hidungku

“ah ini….” Changjo menyodorkan tisu kepadaku. Ku sambar tisu itu dan melap ingus yang hampir menyentuh bibirku

“kau demam” ujar Changjo saat dia menyentuh keningku “sepertinya kau perlu istirahat….”

“sepertinya begitu….” Ujarku seraya bersin lagi

“istirahatlah…aku akan mengatakan ke seongsenim bahwa kau sakit….aku pergi….” Kata Changjo lalu dengan baiknya dia menyelimuti kakiku

“gomawo Changjo-ya….”

Lihat, ini kedua kalinya aku berterimakasih pada orang, kemarin Niel dan sekarang Changjo

Ku baringkan tubuhku di atas ranjang. Sebelum tertidur aku melihat sebentar ponselku,mencek apakah ada panggil masuk atau sekedar pesan.

Ku lihat ternyata puluhan sms yang masuk dan semua itu dari Eomma, eomma sangat mengkhawatirkan ku. Ku balas sms dari nya itu. Aku berharap eomma tidak terlalu mencemaskan keberadaanku. Dan maaf kan aku eomma, karena aku telah membohongimu karena selama ini aku tidak melanjutkan sekolah ku ke Amerika tetapi malah bersekolah di Seoul.

Ku masukan ponsel kedalam saku celana. Dan kembali berbaring dan menarik selimut. Aku memang butuh istirahat. Mungkin karena semalam aku terlalu kedinginan

“uhuuuuk uhuuuuuuuuuukkkkkkk”

Apakah ada orang lain disini?

“uhuuk  uhukk…”

Sepertinya sakit parah

Karena penasaran aku bangkit berdiri dan menghampiri ruangan yang berada di sebelah

Sreeeeettt

“uhuk uhuk…haciiiiuuuuuuu……..”

Mataku menangkap seseorang yang sedang duduk di atas ranjang. Ia menaruh tangannya menutup mulut. Saat ia membuka tangan, cairan merah berbekas di telapak tangannya. Kemudian tangannya bergerak memeras ke bagian belakang kepalanya.

Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin peduli, tapi siapa sangka hati kecilku yang memberi sugesti untuk membantunya. Lagi pula semalam kan dia yang menolongku. Jika dia tidak ada mungkin aku akan mati tenggelam.

Tubuhnya mulai tidak seimbang, spontan aku mendekati pria itu sebelum dia benar-benar tersungkur ke lantai. Dia menghimpit tubuhku, aku berusaha untuk bangun tapi tubuhnya ini terlalu berat bagi perempuan seperti ku.

Kenapa dia?

“ya…jauhkah tubuhmu dari ku…!!”

“YA YA!!”

Berulang kali aku berteriak, tapi dia tetap tak melakukan perintahku.

“YA LJOE!!!”

Ku lihat kedua matanya tertutup

Apakah dia pingsan?

Aku mengusap dahinya. Sangat panas. Ku dorong tubuhku agar terduduk, tapi aku tidak bisa melakukannya

“YA! Kenapa tubuhmu ini terlalu berat heh?”

“eomma….” Ia bergumam

Eomma? Cih Ternyata Ljoe si pria tangguh juga memiliki sikap penyayang? Bukankah kau yang membunuh oppa ku? Lalu apa yang ku lakukan disini? Membantu musuhku sendiri?

Tapi dia yang telah menyelamatkan dirimu Jia

Kutepis pikiran itu. Tidak! Diaa.. bukanlah orang yang baik, Ljoe bukanlah orang yang baik.

“eomma…..” lagi-lagi dia bergumam

Tetesan darah keluar dari sudut bibirnya. Badannyapun bertambah panas.

Apa aku harus membiarkannya disini? Mati dengan posisi seperti ini? Apa ini waktu yang tepat untuk membalaskan dendam atas kematian kakakku? Aku harus melakukannya! Ya Harus!

Tapi dia sudah menyelamatkanmu Jia!

Tanganku bergerak cepat merogoh kedalam saku. Ku ambil ponsel,lalu mencari kontak yang bernama Niel.

“yeoboseyo?”

“Niel!”

“Jia? “

“Niel-ah tolong aku!”

“ne aku akan segera kesana….”

Belum beberapa menit Niel sudah berada di dekatku. Ia membantu Ljoe bangun dan menggendong pria itu.

“kita harus membawanya ke rumah sakit….”kataku

“ne…”

<><><> 

IU menangis di dalam pelukanku. Aku tau dia pasti sangat mencemaskan oppanya itu. Tadi aku yang menelpon IU untuk datang ke rumah sakit.

Ia masih terisak sejak dokter memberi tahu kepada kami bahwa tak ada yang perlu di khawatirkan dari kondisi LJoe

“oppa….” Ia pun menatapku

“gomawo…kalau tidak karena dirimu…oppa pasti akannnnn……..hiksssss” ia kembali memelukku

“kau sangat mencemaskan oppamu?”

IU mengangguk “tidak seharusnya oppa menyelamatkan wanita itu….oppa sangat alergi dengan suhu dingin……”

“be benarkah?”

Kenapa LJoe menyelamatkan ku?

Ku padang Niel yang duduk di depanku. Dia juga memperlihatkan ekpresi kaget.

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu….oppa bukanlah orang yang jahat…dia hanya tidak suka orang lain merusak hidupnya……..”

Maaf IU Aku belum bisa memaafkan oppa mu itu. Membunuh orang lebih buruk dari apapun.

“aku akan melihat kondisi LJoe oppa….gomawo oppa…” IU kembali memeluk ku

Aku tersenyum simpul “baiklah kalau bagitu, kami pamit…”

Tak berapa lama, terlihat kemunculan Chunji dan CAP yang berjalan di koridor rumah sakit. CAP berjalan mendahuluiku masuk ke dalam ruangan setelah IU, sedangkan Chunji berhenti sebentar di hadapanku. Di koridor ini hanya ada aku,Niel dan Chunji. Ia menatapku sebentar lalu berbisik di telingaku “gomawo….” Heh dia berterimakasih? Untuk apa? Karena aku tidak membiarkan LJoe mati? Bukankah kalian yang membunuh oppaku? Terimakasih itu sungguh tidaklah cukup!  “Jia-ya….” Dia melanjutkan

Apa yang dia katakan? Jia? Chunji tahu kalau aku adalah Jia?

Spontan kutarik tangannya

“apa maksudmu?” tanyaku datar, berusaha untuk tidak membentaknya

“maafkan aku….” Katanya dengan tidak menatapku

“heh?” ku tarik krah bajunya

Diapun menatapku lalu menarik pergelangan tanganku “Niel-ah kubawa sebentar pacarmu ini….”

<><><> 

Chunji menarikku hingga kami berada di atas atap rumah sakit. Ia pun melepaskan genggamannya dari tanganku

“untuk apa kau membawaku kemari?”

Chunji menatapku sekilas, kemudian dia tersenyum padaku

“lakukan apa yang kau mau, katakan pada Ljoe kalau aku adalah seorang perempuan…!!!katakan pada semua orang! Biar aku dikeluarkan dari Gyungju!!” bentakku keras padanya

“aku tidak akan melakukannya!”

Aku terhenyak lalu ku hampiri dia “maksudmu apa heh?”

“mianhae….”

“heh? Untuk apa?” bentakku lebih keras mengarah kewajahnya

“kau salah paham! Yang membunuh Jae bukanlah LJoe! Tapi aku!” ucapnya lantang

“kau ingin membela dia?ingin jadi pahlawan?”

“ani….memang aku yang membunuh kakak mu….mianhae…”

Benarkah?

“kau bohong!” aku berteriak lagi

Chunji menggeleng “ani….yang kukatakan ini benar! aku yang mendorong Jae…..”

“wae? WAE?? Kenapa baru sekarang kau mengatakannya heh? Cukup setahun ini aku bersabar!!” nafasku turun naik

“lakukan! Lakukan apa yang kau mau….aku sudah berada di depanmu…! Lakukan apa yang telah ku lakukan pada oppamu…..”

Chunji berjalan mundur hingga berhenti di tepi atap

Ku kepal tanganku kuat

Aku akan melakukannya!

Aku berjalan tergesa-gesa. Chunji tampak menutup matanya. Mungkin beberapa centi lagi dia akan jatuh dari lantai 15 ini.

“babo!!” nada suaraku meninggi, ku tarik Chunji sebelum jasadnya mengotori aspal

“kau benar-benar bodoh!!!” satu tamparan menyentuh pipinya “itu hadiah untukmu!!”

Aku berjalan tergesa-gesa meninggalkan nya sendirian. Aku berjalan menuruni tangga seraya mengusap pipiku yang berlinang air mata. Langkahku semakin melambat, akupun berhenti dan menyenderkan tubuhku menyentuh dinding. Kututup wajahku dengan kedua tangan. Aku menangis sesegukan. Tiba-tiba seseorang menyentuh tanganku dan menjauhkannya dari wajahku.

“jangan menangis…” ujarnya seraya memeluk tubuhku

“Niel….”

<><><> 

 “ya! Kau tidak menghabiskan minumanmu?” Tanya Ricky pada ku

Aku menggeleng malas, memang dua hari ini nafsu makanku menurun

“baiklah,dari pada mubazir biar aku yang menghabiskannya…” kata Ricky dan hendak mengambil bubble tea milik ku, tindakannya itu terhenti saat Niel menepuk tangannya

“wae…??” tanyanya memprotes

“kau mau tertular virus? Jay masih flu….babo!!” bentak Niel keras, Ricky menggembungkan pipinya kesal, ia pun kembali menyeruput bubble tea miliknya itu

Aku tau alasan sebenarnya mengapa Niel memarahi Ricky, dia tidak ingin kalau Ricky , lelaki beruntung yang merebut ciuman pertamaku, meskipun itu adalah ciuman tak langsung.

Sementara itu Changjo hanya tertawa melihat kelakuan Niel dan Ricky. Kamipun dikejutkan dengan kedatangan tiga orang yang masuk ke dalam kantin. Salah satu dari mereka menghampiriku seraya menyodorkan ponselnya “ini…IU ingin bicara padamu…”

Ku raih ponsel itu dan mendekatkannya ke telingaku “yeoboseyo?” “malam ini? hemm tidak,waeyo?” “hemm…” aku menatap LJoe sekilas “baiklah…”

Kuberikan ponsel itu kembali pada Ljoe

“apa kau tidak keberatan, adikmu dekat-dekat dengan ku heh?”

LJoe menatapku “aku akan ikut dengan kalian!!” bentaknya lalu berlalu dari hadapan kami

Mianhae LJoe selama ini aku salah paham!

<><><> 

“oppa…bagaimana dengan makanannya?” Tanya IU

“hemmm lezaatt…” kataku seraya tersenyum manis

Ku lirik LJoe yang duduk di samping IU “kau tidak makan?” tanyaku

Dia hanya membalas dengan helaan nafas malas . IU pun menyikut lengannya “oppa! Kau tidak boleh bersikap seperti itu pada orang yang sudah menolongmu, kalau saja Jay oppa tidak ada, kau mungkin saja sudah mati!”

Lagi-lagi Ljoe menghela napas berat menanggapi komentar IU

“oppa….aku mengajakmu makan di sini, sebagai tanda terima kasihku karena sudah menyelamatkan oppaku….gomawoyo…” ucap IU seraya menyenderkan kepalanya di bahu LJoe

“Ya! Tapi kau kurang beruntung mempunyai oppa seperti dirinya!”

Aku tau perkataanku ini membuat LJoe akan kesal . Ku tatap LJoe yang ternyata juga menatapku tajam. Dia pun menghabiskan makanan yang ada di hadapannya

<><><> 

“oppa, gomawoyo….”

“IU-ya…seharusnya yang mengatakan itu aku…bukan kau….” Kataku seraya menyandeng ranselku. Aku memang belum mengganti seragamku sama seperti LJoe. Dan kami juga diam-diam keluar asrama.

“hmmm baiklah…..aku pamit…sampai jumpa besok oppa….” Ujar IU lalu dengan gerakan cepat dia mencium pipiku “annyeong….” Katanya. Dia juga mencium pipi LJoe

“jangan bilang kau senang….” Kata LJoe dingin lalu berjalan mendahului ku

Akupun berjalan santai di belakangnya. Kami berjalan melewati gang-gang kecil dan sedikit kelam. Hanya beberapa lampu yang menerangi gang ini. Cukup lama kami tidak berbicara. Pikirankupun teringat akan sesuatu.

Mimpi itu

Jae oppa datang padaku dan mengatakan kalau ini semua bukanlah salah mereka. Apa mimpiku itu memang benar? Apa benar Jae oppa bunuh diri? Jadi selama ini aku salah paham? Tapi Chunji yang mengatakan padaku kalau dia yang membunuh oppa. Aku sangat bingung.

Sesuatu menyentuh pundakku, saat aku menoleh ke belakang, ku lihat beberapa orang gangster berdiri di belakangku, mereka terlalu banyak, sepuluh orang bahkan lebih mungkin (ok author pinjem anak EXO kekekekeke #authorpunditabok XDD)

“Ya! Mau apa kalian?” tanyaku seraya berteriak

“heh dasar bocah, kami ingin barang-barangmu…” salah seorang dari mereka bersuara, lalu seorang yang lain merebut tas milik ku

“YA!…Apa yang kalian lakukan heh?” kataku lalu memukul salah seorang dari mereka

“YA!!”

Ku lihat LJoe juga sudah berdiri di sampingku. Dia juga memukul salah seorang dari mereka.

“YA!! Berani-beraninya kau bocah!!”

Salah seorang dari mereka menarik blazer yang ku kenakan.

“jangan sentuh aku….” Aku pun memukul wajahnya. Tampak darah segar di sudut bibirnya

“berani nya kau heh…..” tak sengaja gangster itu menyentuh dadaku. Aku terdiam.

“kau perempuan?” katanya sekaligus membuat wajahku memanas

LJoe tak boleh tau

LJoe yang tadinya melawan para gangster itu berhenti untuk beberapa saat

“hey lihat…ternyata ada seorang gadis disini…..” Pria yang memiliki badan besar itu mendekat ke arahku. Akupun mundur beberapa langkah. Ia menarik blazer ku dengan kuat hingga lepas. Aku ingin melawan tapi tenagaku seakan-akan menghilang. Keadaan ini sama saat Niel mengetahui identitasku.

“kita bisa bermain-main dengannya sebentar….” Pria bertubuh kekar yang lain juga mendekat kearahku

“YA!! Jangan sentuh dia…!” teriak LJoe

Dia melangkah hendak mendekatiku namun para gangster itu menghalangi jalannya.

BUKKK! Satu pukulan tepat mengenai ujung bibir LJoe

Sementara itu lima orang pria mendekat kearahku. Mereka berusaha menyentuhku. Tapi aku berkali-kali menepis tangan mereka. Salah seorang dari mereka menyentuh pipiku

“ternyata kau cantik juga….hahahaha…..” Pria itu hendak mencium pipiku. Akupun menampar pipinya.

“YA! Berani-beraninya kau menamparku?!!” dengan ganasnya pria itu merobek seragamku. Aku berusaha untuk keluar dari perangkap mereka, tetapi mereka terlalu banyak dan kuat. Aku ingin menangis saat ini.

Lagi-lagi mereka merobek seragamku. Aku berusaha melawan tetapi mereka menahan tanganku.

“kyaaaaaaaaa…….” Aku berteriak kencang dan terduduk di aspal

Perempuan tetaplah perempuan!

“YA SUDAH KUBILANG JANGAN SENTUH DIA!!!!”

BUUUKKKKKKK BUUUUUUKKKKKKKKK

<><><> 

Hening.

Aku membuka kedua mataku. Air matakupun tidak berhenti mengalir. Penglihatanku menangkap sosok pria yang berjongkok di hadapanku. Dia pun melepas blazer yang ia kenakan lalu menutup tubuhku dengan itu

“tenanglah…mereka sudah pergi….” Ujarnya seraya menghapus air mataku lalu menyandar di tembok yang berada di belakang kami. Iapun meluruskan kaki kirinya dan ia menaikan kaki yang satu lagi.

Dia pasti kedinginan

Akupun mendekat kearahnya “pakailah ini….” Kataku dan melepas blazer yang tadinya ia pasang di tubuhku

“babo!!! Bagaimana kalau terlintas pikiran jahat diotakku setelah melihat tubuhmu?! Aku bisa saja melakukan hal yang lebih buruk dari yang mereka lakukan terhadapmu heh!!” iapun menyentuh hidungku dengan jari telunjuknya

Aku menggeleng  “bagaimana kalau kau yang mati kedinginan disini?”

Aku menatap wajahnya yang sangat babak belur. Bibirnyapun penuh dengan cairan merah. Dia juga terlihat kelelahan.

“gomawo….”

Entah kenapa kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirku

“heh? Apa aku tidak salah dengar? Kau berterimakasih? Untuk apa? Bukankah aku yang membunuh hyung…ah oppamu?”

“sudahlah lupakan…..” ujarku lalu ku selimuti tubuhnya dengan blazer itu “pakailah ini….”

Dia tampak menghela napas berat, lalu meraih blazer itu dan memasangnya

“kemarilah….” Katanya padaku

“nde?”

Dia menarik tanganku, hingga aku benar-benar berada dekat dengannya

“aku tidak berniat untuk melakukan ini, tapi keadaan yang memaksanya…” diapun menyentuh kepalaku agar menyender ke dadanya. Seketika aku merasakan kehangatan saat dia melingkarkan blazer yang ia kenakan ke tubuhku. Iapun memeluk tubuhku. Aku dapat merasakan tubuhnya yang mulai gemetar. Ku lirik wajahnya sebentar, ia terlihat memejamkan mata.

“sepertinya aku harus menelfon seseorang….”

“tidak perlu….” Katanya masih dalam keadaan mata yang terpejam, iapun menyenderkan lagi kepalaku ke dadanya. Aku dapat mendengar debaran jantungnya yang bisa dikatakan….abnormal?

“tapi….kau sangat kedinginan….jantungmu juga berdetak dengan cepat…kau harus ke rumah sakit”

“babo! kau sudah memberikan kehangatan untuk ku…” katanya lalu menatapku dan kemudian tangannya bergerak menyentuh pipiku “aku sungguh beruntung, kau ternyata memang seorang perempuan….”

Kedua bola mata LJoe menatap lurus ke dalam bola mataku “ku rasa….aku mencintaimu…” ujarnya

DEG

<><><>To Be Continued<><><>

Closing Song > Teen Top – be ma girl

<><><> 

Penasaran dengan lanjutannya?

Jangan lupa komen yah ^^

Kasihan banget EXO dijadiin gangster,abang-abangku itu kan baik-baik orangnya u,u namanya juga ff, jadi tak pinjam EXO buat ngeramein ni ff SUHOHOHOHOHOHOHOHO

Ditunggu lo komennya ^^

Don’t forget to RCL ^^

Advertisements

8 thoughts on “THE PARALYZED part 11

  1. annyeong thor,
    aku mau tanya sebelumnya, dulu aku pernah baca ff dengan judul serupa tentang ljoe cuma ampe part 3 kalo ga salah si yeoja itu nyamar jadi namja dan masuk sekolah l.joe. yg mau aku tanya inikah lanjtannya? udah part 11 aja thor, kalo emang iya berarti aku ketinggalan banyak part dong ==
    padahal dulu aku nunggu banget lanjutannya cuma keburu lupa link blog ini.
    mungkin itu dulu koar-koar(???) dari pembaca aneh ini thor
    gomawoyo~

      1. oke thor^^
        *hug
        kalo ada banyak waktu pasti aku borong semua dah.
        cuma aku ganyangka ni ff bakal panjang kekekke pasti seru deh kalo gini, haduh jadi gasabar buat lahap(?) semuanya lol
        *hug author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s