HANYA KAMU

Author : Choi Mina aka me

Casts :

Shin Hena (readers)

Kim Jongin/ Kai (EXO)

Support Cast :

find it by your self ^^

Genre : romance

Rating : PG17

NB : Mian ya kalo ff nya tidak memuaskan reader dan banyak typonya, author juga mengucapkan terimakasih buat yang udah baca ff di blog ini dan komen, jangan malu-malu buat komen, mian author ga bisa balas komen kalian satu-satu, ^^ gomawo yah readersku tercinta *cium atu-atu*

Dan author mengucapkan Minal ‘Aidin Walfa’idzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin to all muslims around the world ^^

Summary:

~ Apapun akan ku lakukan demi dirimu ~

Happy Reading All ^^

<><><>

Hena POV

Brukkkk

Kertas putih berisikan nilai-nilai itu terhempas di atas meja. Sepasang sorotan mata tertuju kearahku, namun aku tertunduk tak mampu membalas tatapan itu. Sungguh mengerikan.

“sudah appa bilang kan, kau jangan keluyuran terus,lihat nilai mu…Ya! Kau masih kecil, untuk apa pacaran, pentingkan sekolahmu dulu!!” nasehat appa yang sekaligus membuat ku terhenyak

“pacaran?? Aku tidak pacaran appa!! Lagian mana ada pria yang suka padaku? Anakmu ini terlalu jelek untuk mempunyai pacar!” bantahku kesal. Semua yang ku katakan barusan itu adalah 100% N Y A T A!

Appa melipat tangannya di dada, mengerutkan keningnya seperti hendak membantah bantahan ku barusan

Ia menyunggingkan sedikit ujung bibirnya, yang memperlihatkan ekpresi seperti tak percaya “lalu pria yang sering mengunjungi mu itu siapa heh? Kau pikir appa tidak tau?kau sering keluyuran malam berdua dengannya dan pulang hampir lewat jam 10 malam tanpa sepengetahuanku! Pantas saja nilai mu D O W N” ucapnya panjang lebar dan menekankan suaranya pada kata ‘DOWN’

Aku kembali membantah, tak terima dengan penilaian appa tentang diriku yang terlalu buruk itu,dan itu terdengar sangat berlebihan “YA!! Aku tidak seperti itu! Dia temanku, aku juga tak pernah pulang lewat dari jam 10 malam!!”

“YA YA YA YA! Berani-berani nya kau membentak ku!” ujar appa kesal lalu menjewer telinga ku

“arghhh….appa sakit!!” teriak ku kesakitan seraya berusaha melepas tangan appa yang bertengger di telinga kananku

“kau terlalu bermain-main, ingat setahun lagi kau akan tamat sekolah, apa aku sendiri yang harus turun tangan untuk mengatur mu heh…aishhh… Younha lihat anakmu!aishhhhhh….” marah appa masih tetap menjewer telingaku, sedangkan aku? Hanya berteriak kesakitan

“kalau dibiarkan begini,nilai mu akan terus – terusan down! Memang tepat tindakanku memanggil guru private!” appa mengibas kan jari telunjuk nya di depan wajahku.

Mendengar kata guru private aku berhenti berteriak

“gu ru p r I v a t e?” tanyaku tak yakin dengan ucapan appa barusan

Pria separuh baya itu meregangkan tangannya di telingaku “ne…appa sudah menyewa guru private untuk mu!”

“heh? Siapa?” tanyaku tak percaya seraya menggoyangkan telinga yang kena jewer

“Jongin! Ku rasa dia bisa membantumu” ujar appa datar lalu bangkit berdiri, memasukan ke dua tangannya ke dalam saku celana, berdiri seola-olah seperti seorang model dan menatapku lagi “appa butuh istirahat, kau pasti lapar kan? Appa sudah membuat kan kimchi, pergilah ke dapur…” ujar nya kemudian berlalu dari hadapanku menuju kamarnya

Aku terdiam sejenak, Siapa tadi ? Jo ng… Jong in? Jongin? JONGIN???? Heh Appa pasti bercanda!

MWO? J O N G I N?

Aku tersadar, membelalak kan kedua mataku sebesar-besarnya meniru ekspresi kagetnya teman ku itu si KyungSoo, -teman pria yang sempat appa kira dia pacarku, ah aku tak mau membahas dia lebih lanjut, aku sedang kesal padanya.

J O N G I N ? APPA BERCANDA KAN??

<><><>

Aku berjalan malas menuju kamar di lantai dua setelah mencicipi sedikit masakan buatan appa. Appaku memang chef yang sangat luar biasa enak masakannya. Tapi untuk saat ini nafsu ku berkurang bukan karena diet, malas makan atau apalah, tapi karena memikirkan ‘G-U-R-U P-R-I-V-A-T-E’ ku nantinya.

Ku hempaskan tubuh kurusku di tempat tidur yang berwarna pink ini, akupun menatap langit kamarku yang terlalu polos, lalu beralih menatap rangkaian foto di atas meja belajar dan meraihnya

“oemma mianhe, rapor ku sangat jelek…. Tak seharusnya aku terlalu bermalas-malasan eomma….Semoga eomma memaafkan ku…” ujarku layaknya bicara pada diri sendiri

Kembali aku merebahkan tubuh di atas kasur empuk ini, membiarkan kedua mataku terpejam untuk beberapa detik. Namun mataku kembali terbuka lebar karena suara-suara appa yang terus saja terngiang di telingaku. Dan aku sangat benci itu!

Aku bangkit berdiri menuju jendela kamar, ku geser knop nya dan ku buka selebar mungkin. Ku perhatikan rumah bertingkat yang berada tak jauh dari depan rumahku. Lalu memandangi sebuah ruangan yang terletak di bagian atas rumah itu. Yang atapnya terlihat sangat datar, atau lebih pantasnya ku sebut ruangan tanpa atap?

Sebenarnya dari tadi aku bukan membayangkan rumah itu tetapi membayangkan si pemilik rumah. Si penghuni ruangan tak beratap, pria yang akan menjadi guru private ku nantinya, lebih baik ku sebut saja namanya Kim Jongin. JONGIN.

Pria yang sampai saat ini tidak berhubungan baik dengan ku. Selama 17 tahun kami bertetangga, tetapi kami tak pernah lagi menyapa setelah perkelahian itu. Entahlah aku tak tau persis bagaimana kejadiannya, yang ku ingat hanyalah saat itu membuat Jongin menangis dan meninggalkan dirinya sendirian di ruangan dance. Ya Aku tau, aku terlalu jahat, aku membuatnya terlalu kesal sampai – sampai seminggu yang lalu, saat aku tak sengaja bertemu dengannya di halte bis, dimana saat itu mata kami bertemu, spontan aku tersenyum padanya tapi Jongin dengan cepat mengalihkan tatapannya dan langsung saja berlari masuk ke dalam bis, padahal aku ingin lagi berbaikan dengannya, tapi yang kudapatkan hanyalah ekpresi datarnya itu.

Jongin! Pria yang ke kanak-kanakan!

Kemudian terlintas dipikiranku ucapan appa beberapa menit yang lalu.

“Jongin! Ku rasa dia bisa membantumu”

Sebenarnya aku sangat shock mendengar berita yang belum mampu diterima oleh otak ku itu, tapi jika Jongin telah sepakat dengan appa menjadi guru private, bukankah itu berarti dia sudah memaafkan ku? Atau dia menerima karena itu adalah permintaan appa? Aishh…. Dia terlalu naif!

“apa dia mampu mengajari ku nantinya?heh…dasar pria culun!” gumamku lalu menutup jendela dan bergegas tidur

<><><>

Tuk tuk tuk

Sesuatu membentur kaca jendela kamarku sekaligus mengganggu ritual yang biasa ku lakukan di hari libur.TIDUR. Aku menggeliat malas dan memaksa membuka kedua mata. Mengumpulkan segenap tenaga untuk berjalan menuju jendela. Sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang tak perlu kulakukan. Tapi karena appa yang sedari tadi mengetuk pintu kamarku,berteriak memberi tahu seseorang mencariku,ingin bertemu sejak tiga hari yang lalu. Aku tau orang yang membuat ulah malam-malam begini. Siapa lagi kalau bukan si mata telur, Kyungsoo. Kenapa aku memanggil dia si mata telur karena bola matanya yang benar-benar sebesar dan sebulat telur, membuat ia sedikit memiliki perbedaan dengan orang Korea biasanya, yang memiliki mata sipit seperti diriku.

Ku buka jendela kamar, ku lihat ke bawah dan mendapati si mata telur tengah menatapku juga seraya menampakan jejeran giginya yang rapih.  Ditangannya terdapat beberapa kerikil yang tadinya mengenai jendela kamarku

“untuk apa kau kemari?” tanyaku ketus lalu hendak menutup jendela lagi, tak ingin mendengar jawaban dari nya

“ya ya ya….” Ia berteriak sekaligus  menghentikan tindakan ku “ok,aku tau aku membuatmu sedikit jengkel, jadi  maaf kanlah aku!”

Aku menatap nya dengan tatapan –ku bunuh kau- sebelum benar-benar menutup jendela kamarku

SREEEEEETTT

Lagi-lagi ku hempaskan tubuhku ke kasur dan menarik selimut tebal bergambar hello kitty ini, hendak melanjutkan ritual yang sempat terganggu,tapi tiba-tiba saja appa mengetuk pintu kamarku

“Hena-ya ! apa kau tidak lapar? Appa sudah membuat kan masakan kesukaanmu, di makan ya, appa mungkin akan pulang larut malam lagi, jaga dirimu…appa pergi…” teriak appa dari balik pintu kamarku

Ku lirik benda yang tergantung di dinding. Tepat pukul 7 malam. Akupun bangkit duduk di tepi ranjang dan mengenakan sandal rumahku, hendak turun kebawah dan melakukan intruksi appa barusan. Ya dari tadi pagi aku belum makan dan saat ini perutku berbunyi minta diisi.

Aku berjalan pelan menuju pintu, ku buka knop nya dan seorang pria tengah tersenyum lebar ke arahku. Aku kaget karena kemunculannya yang tiba-tiba lalu reflek ku pukul badannya dengan sandalku

“Ya! Kenapa kau memukulku?” teriak nya seraya melindungi tubuhnya yang tak berbidang

“ini balasan karena kau mengagetiku dan karena kau mengacuhkanku!” teriakku ganas masih memukul badan nya

“ya ya ya! Aku tidak mengacuhkanmu! Waktu itu kau sendiri kan yang bilang kalau kau ingin sendiri?”

Aku berhenti memukul nya lalu mengingat-ingat kembali kejadian satu bulan yang lalu itu. Ya kami sudah lama tidak saling kontak semenjak appa mengetahui nilai semesterku buruk. Memang saat itu aku butuh sendiri dan tak ada yang boleh mengganguku. Aishh, ini bukan salah Kyungsoo!

Aku mengangguk seraya berpikir “ne ne…tapi kenapa baru sekarang kau mengunjungi ku heh?” ku angkat sandalku hendak mengarahkan ke tubuhnya lagi, dengan cepat Kyungsoo merebut benda itu dan mendorong tubuhku merapat ke dinding

“karena aku terlalu sibuk dengan band ku tau….”

Ku sentil keningnya “menjauh dariku…” ujarku seraya berlalu dari hadapannya menuju dapur. Aku benar-benar lapar

Sementara itu Kyungsoo mengikutiku dari belakang dan duduk dengan manisnya di kursi makan.

“apa yang kau lakukan disini? Apa kau tidak manggung malam ini?” aku pun duduk sejajar dengannya tentu setelah mengambil beberapa masakan yang dibuatkan appa

“appa mu benar-benar sibuk ya, hmm mungkin sedang banyak pelanggan…” ujar Kyungsoo mengalihkan pembicaraan seraya mengambil buah apel yang tersedia di atas meja makan lalu menggigitnya

Ya appa ku akhir-akhir ini sangat sibuk mengurusi restaurant nya di Gangnam

“YA! Jawab pertanyaanku!” ucapku seraya menyuap nasi

“heh?” Kyungsoo berhenti mengunyah apel “pertanyaan yang tepat! Mau kah kau melihatku manggung malam ini? Tanya nya

Apanya yang tepat?

“tidak” jawabku singkat

“ya! Malam ini adalah malam minggu, selain pertunjukan band, panitia juga mengadakan festival dance, pastinya kau tidak akan bosan dengan penampilan band ku kan?” ujar Kyungsoo di gigitan apel terakhirnya

Festival Dance? Aku sangat mencintai  dance, karena itu alasan mengapa aku mengambil kelas dance di sekolah dan menjabat sebagai ketua. Terpilih menjadi ketua bukan karena termasuk salah satu senior, tetapi karena mereka menganggap dance ku lah yang terbaik diantara mereka ^^

“oh ya…namja yang kau taksir, siapa namanya? O oohh…HA! OH SEHUN! Ku dengar dia juga mengisi acara disana…” ucapnya seraya menjentikan tangannya

Siapa? Oh Sehun? Hah Aku hampir  melupakannya Kyungsoo!Tapi gara-gara dirimu, aku mengingatnya lagi!

Ku taruh sumpit di sebelah piring. Aku tak bernafsu menghabiskan makanan ini

“wae? Aha…ku tahu…tenanglah ku dengar dia sudah putus dengan Sulli beberapa hari yang lalu dan saat ini dia melajang! Ahahaha…”

Aku sedikit terkejut mendengar ucapan Kyungsoo. Ya kutau selama ini Sehun dan Sulli berpacaran dan mereka termasuk couple yang sangat cocok, tapi berita yang kudengar ini benar-benar membuatku merasa lebih baik. Ya aku sudah lama menyukai Sehun saat kami duduk di bangku 6 sd, terlalu dini ? haha ^^ aku sangat tergila-gila dengan gerakan dance nya itu dan hal ini pula yang menyebabkan hubunganku memburuk dengan Jongin. Aish Jongin, lupakan pria culun itu! Tak sepantas nya aku mengingat Jongin  di saat seperti ini

Tapi apa perlu aku menceritakan tentang ‘Guru Private’ pada Kyungsoo?

“ehmm…” aku berdehem sebentar “aku punya berita buruk…”

Kyungsoo membesarkan kedua bola matanya “be-be rita buruk?”

“hm ne….ini tentang Jongin”

Lagi lagi Kyongsoo membesarkan bola matanya yang sudah besar itu O-O “dia akan menjadi guru private ku” jelasku disuapan terakhir

“si si si culun?”

Aku mengangguk pelan “appa yang menyuruh dia menjadi guruku”

“hmm…yah dia memang anak yang pintar, hmm ah apa kalian sudah baikan? Dan apa kau betah nanti menjadi muridnya? Yang kutau Jongin anak yang kurang bersosialisasi, si kutu buku dan si culun” jelas Kyungsoo memaparkan pendapatnya tentang Jongin

Kyungsoo memang tau kalau aku punya masalah dengan pria culun itu. Dia tentu saja mengenal Jongin karena mereka satu sekolah bahkan sekelas. Betapa menderitanya sahabatku sekelas dengan pria cupu seperti Jongin

“ah, itu sih derita mu, lalu apa kau mau pergi bersama ku?” Tanya Kyungsoo seraya melirik benda yang melingkar di pergelangan tangannya

“baiklah aku pergi…”ujarku dan bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian

<><><>

Aku duduk di salah satu kursi penonton, semua hadirin yang datang di acara ini bersorak saat penampilan Kyungsoo dan band nya berlangsung. Ku akui Kyungsoo memang jago dalam hal tarik suara. Suaranya yang bagus dan dapat dikatakan unik membuat dirinya mempunyai ciri khas dari penyanyi-penyanyi yang lain. Jika bukan karena suara divanya itu mungkin saja band nya tak kan terkenal seperti sekarang ini.

“ya….permisa beri tepuk tangan yang meriah, apakah kalian puas dengan penampilannya? Baiklah saat nya acara festival dance, yang akan menampilkan para dancer  berbakat dari berbagai sekolah….untuk itu jangan kemana-mana karena sebentar lagi acara yang sangat di tunggu-tunggu akan di mulai…” seorang mc berbicara di atas panggung memberi sambutan hangat ke seluruh penonton

Entah kenapa perasaanku menjadi senang saat  kedua bola mataku menangkap sosok seseorang dari belakang panggung. Dia Oh Sehun. Tetap sama seperti dulu, tampan dan ber-charisma.

Seketika lampu yang menerangi panggung padam. Aku sontak kaget lalu terdengar music dari arah panggung. Lampu kembali hidup dan menampakkan seorang pria bertopi hitam berdiri di atas panggung. Dia pria yang ku sebut tadi Oh Sehun.

<><><>

Tuk… Tuk… Tuk…

Beberapa kali ketukan kecil terdengar dari arah meja belajarku. Suara itu bersumber dari ujung pena yang dipantulkan ke meja. Pria yang memakai kacamata berminus itu membuat kamarku sedikit bising akibat kelakuannya itu. Sudah satu jam aku duduk di hadapannya menunggu mata pelajaran yang akan ia ajarkan namun ia tetap sibuk menjawab soal-soal fisika yang ada di bukuku.

Aku menghela napas berat dan merebahkan kepalaku di atas meja belajar “Ya! Kapan kau akan mengajariku?” tanyaku seraya memainkan twinpen yang kupegang

Jongin melirik ku sekilas “apa kau sudah siap untuk belajar?” dia malah balik bertanya padaku

Aish anak ini!

“dari tadi aku sudah siap tau….” Ujarku kesal lalu mengangkat kepalaku

Ku lihat Jongin masih menatap buku tebal yang ada di hadapannya. Sudah dua minggu dia menjadi guru private ku. Dia sangat pintar mengajari ku, apapun yang tidak kumengerti dia akan berhasil membuat ku mengerti dengan soal-soal itu. Dan ternyata itu terlihat sangat mudah, bahkan ia memberiku beberapa teknik dalam menjawab soal yang kuanggap sulit. Dia juga menemukan rumus rumus matematika dengan pikirannya sendiri. Sungguh tidak diragukan lagi. dia memang sangat pintar. Apa ini pujian?

“apa kau masih marah?” Jongin bertanya padaku, namun aku hanya mengerutkan kening tak mengerti

“ehemm…7 tahun yang lalu…” jelasnya

Apa sih maksudnya? 7 tahun yang lalu? Kejadian itu? Aishh pria ini benar-benar! Kenapa dia membahas masalah itu lagi sih?

“ah..aku…”

“maaf…karena waktu itu aku membuatmu kesal…” katanya  seraya menatapku

Kesal? Yang seharusnya mengatakan itu aku Jongin!

“sudahlah, lupakan….itu sesuatu yang tidak penting….” Jawabku

“syukurlah…lalu bagaimana hubunganmu dengan… Sehun?”

Kenapa dia menanyai Sehun?

“Sehun? Kami tidak pernah bertemu lagi semenjak tamat smp…” jawabku

Ya dulunya aku, Kyungsoo, Sehun dan Jongin se-sd bahkan se-smp, tapi kami tidak sekelas. Dan justru Kyungsoo lah yang sekelas dengan mereka saat SMA. Karena aku bersekolah di sekolah khusus wanita, yah hal itu juga yang menyebabkan hubunganku dengan Sehun tak lagi seakrab seperti dulu,teman se ekskul. Yah meski kenyataannya aku mengharapkan lebih dari sekedar ‘teman se eksul’

“oh begitu…hm…baiklah ayo kita mulai….” Jongin pun mengeluarkan beberapa soal dari dalam tasnya. Sepertinya itu soal Fisika. Hah aku benci Fisika

“hey…jangan memasang tampang seperti itu,lihat lah nanti kau akan menyukainya”

Ucapan Jongin ini serasa bom atom bagiku. Kenapa Jongin tiba-tiba berbicara seperti itu? Apa dia mempunyai kekuatan telekinetic? Bisa membaca pikiran orang? Atau justru ekspresiku yang –terlalu berlebihan ini- yang menyadarkannya?

“hah…yaya aku mengerti….” Ku ambil pensil dan beberapa helai kertas kosong untuk kujadikan tempat menjawab soal – soal nantinya

<><><>

Aku menguap sebentar lalu menyalin lagi rumus-rumus Fisika buatan Jongin seperti biasa. Mataku tak sengaja menatapnya yang tengah duduk di kursi, setelah mengajarkanku dia menyibukkan diri membaca novel humor punyaku.  Di setap detik aku akan mendengar  tawanya. Ternyata selera humornya bagus juga. Apa aku salah memandang Jongin selama ini? Apa aku terlalu men-judge Jongin adalah pria culun yang sangat kuper? Sebaiknya aku perlu menghilangkan pikiran buruk itu.

“sudah selesai…” ujarku seraya meregangkan otot-otot tanganku. Aku terlalu lelah selama dua jam ini. Dan untung Jongin sangat membantu.

“sudah selesai? Baiklah…kita lanjutkan lagi besok..” ujar Jongin lalu bangkit berdiri, merapihkan perlengkapannya

“besok? Di jam yang sama?”

“hmm…ne waeyo?”

“hmm…besok malam Kyungsoo akan manggung bersama band nya itu, kau tau maksudku kan?”

“oh begitu…kita lanjutkan saja besoknya lagi,ok?”

“hm..mengapa tidak besok sore saja? Bukannya besok adalah hari Sabtu dan kita pulang cepat?

Jongin tampak berpikir sebentar “e yah memang benar, tapi aku tidak bisa…”

Lagi-lagi dia menolak, sama seperti beberapa hari yang lalu, saat aku meminta jam les dipercepat, dia selalu beralasan tak bisa

“hmm baiklah kalau begitu….kita lanjutkan di hari Minggu…..”ujarku

Jongin menyandang ranselnya lalu berjalan keluar kamarku. Akupun mengikutinya dari belakang. Namun ia berhenti mendadak secara tiba-tiba.

“kau….” Ia menunjuk sebuah poster kompetisi dance yang tertempel di balik pintu kamarku. Yah kemarin Kyungsoo memberikan itu dan dia menyarankan aku untuk mengikutinya. Tapi karena ini adalah kompetisi yang membutuhkan pasangan jadi aku harus memikirkannya dua kali.

“ah itu aku berencana mengikutinya,tapi aku belum mendapatkan partner…hmmm waeyo?”

“a-a ani…a aku pamit…annyeong…” ujar Jongin seraya membungkuk sedikit

“perlu kuantar sampai pintu?”

“eh? Tak perlu, aku bukan lah tamu mu…hehe….”

Kenapa sikapnya jadi aneh begini?

“hmm…hati-hati dijalan….terimakasih untuk hari ini…” akupun balas membungkuk

<><><>

Lagi-lagi Kyongsoo tidak bisa pulang sekolah bersama ku. Dia sangat sibuk latihan band karena juga akan mengikuti kompetisi band tentunya. Kompetisi itu juga diadakan bersamaan dengan kompetisi dance, sekitar tiga minggu lagi. Hadiah yang dimenangkanpun tak terbilang sedikit dan itu juga yang membuat Kyungsoo beserta teman-temannya latihan ekstra keras. Tapi kuyakin dia akan menang di kompetisi ini seperti kompetisis sebelum-sebelumnya.

Aku melangkah malas menuju halte bis yang juga kebetulan melewati sekolah Kyongsoo, Jongin dan Sehun. Aku berhenti sesaat saat menyadari orang yang kukenal berjalan melewatiku seraya membawa sepeda bututnya. Dia Jongin si pria culun.

“Jongin!”aku berteriak memanggilnya seraya berlari. Dia pun menoleh kearahku dengan wajah yang tersenyum

“Apa aku boleh pulang bersamamu? Rumah kita kan dekat hehe”

Sedikit menghemat uang saku tak apa kan? Hehehe

“Hena-ya seperti yang ku katakan semalam, aku tak bisa, mianhaeyo….”

“benarkah begitu?”

“hmm…ne…ah Sehun…Sehun-ah….”

Jongin berteriak memanggil S E H U N yang melewati kami dengan motor ninja nya yang berwarna merah. Diapun mematikan mesin dan melepas helm yang melekat di kepalanya. Kemudian diapun menoleh kearah kami.

“ah…Jongin-ah, waeyo?”

“bisakah kau mengantarkan Hena kerumahnya? Aku sedang ada urusan dan tidak bisa mengantarnya pulang…”

“Hena?” mata Sehun beralih menatapku

Entah apa yang kurasakan saat ini. Diriku benar-benar terasa melayang. Ini pertama kalinya Sehun menatapku lagi semenjak 3 tahun yang lalu. Aku benar-benar merindukannya >///<

“Hena-ya? Itu dirimu? Baiklah akan kuantar….” Ujar Sehun seraya menepuk bagian belakang motornya

Benarkah itu? Aku akan pulang bersama Sehun? Berdua? Diatas motor? Oh Senangnya >///<

“pergilah….”

“ne….gomawo Jongin….” Akupun berlari menghampiri Sehun yang sudah menghidupkan mesin motornya

“Hena-ya lama tak bertemu…ah apa kau tidak keberatan jika aku mengajakmu jalan-jalan sebentar?”

Jalan-jalan sebentar? Apa ini kencan?

Secara spontan kepalaku mengangguk. Sehunpun mempersilahkan diriku naik keatas motornya

“kajja…” diapun melajukan motornya

<><><>

Jongin POV

“pergilah…”ujarku tersenyum simpul.

“ne…gomawo Jongin…” Hena lalu berlari menghampiri Sehun yang sudah menghidupkan mesin motornya

Bisakah kau mengatakan kalimat lebih dari sekedar berterimakasih? Seperti … Aku mencintaimu?

Memang, seberapa kuat perasaanku ini pasti tak akan terbalaskan. Hena sangat menyukai Sehun dan aku tidak mungkin merusak perasaannya itu. Hena adalah gadis yang baik. Aku sudah mulai menyukainya sebelum dia menyukai Sehun. Kami memang tak pernah mengobrol selama ini. Aku mencari tau semua yang ia suka maupun tidak secara diam-diam. Bahkan saat sd, aku sengaja mengikuti ekskul dance agar bisa dekat dengannnya. Namun hubungan kami memburuk, aku terlalu mengecewakannya hingga membuat dia kesal. Memang saat itu aku tidak memiliki bakat dance sama sekali, tapi sekarang sudah berbeda. Suatu hari nanti akan kubuktikan bahwa aku lebih baik dari Sehun.

Ku lihat Hena dan Sehun sudah menjauh. Akupun mengayuh sepeda butut ini menuju bengkel motor yang berada di Gangnam.

“hyung….” Aku memanggil kakakku setelah sampai di bengkel

Seorang pria yang sedikit pendek dariku menampakan wajahnya dari balik sepeda motor. Ternyata dia sedang memperbaiki motor pelanggannya.

“Kai? Kau kah itu?”

Kai. Itu adalah nama samaranku. Hanya keluarga,teman-teman disekolah,tetangga dan tentunya Hena yang memanggilku dengan sebutan Jongin. Namun disini, semua orang memanggilku dengan sebutan Kai. Bahkan di ‘perkumpulan’ mereka juga memanggilku dengan sebutan Kai. OK akan kujelaskan tentang ini.

Aku sudah menjelaskan sebelumnya kan? Kalau selama ini aku sangat mencintai Hena. Apapun akan kulakukan demi dirinya. Dan samaran ini? Ya juga karena Hena, aku berubah agar Hena melirikku seorang. Aku bukanlah pria culun seperti dulu lagi. Ya memang teman-teman di sekolah masih menganggapku seperti itu. Pria culun bersama tumpukan buku-buku tebalnya. Kurang bersosialisasi,tidak popular dan sangat dijauhi.

Tapi ‘disini’, di duniaku yang baru. Semua julukan itu sudah tidak berlaku lagi. Aku akan buktikan pada Hena, bahwa aku juga bisa menjadi popular seperti Sehun bahkan melebihinya.

Akupun menghampiri kakakku –yang sebenarnya kakak angkatku- ini yang sedang sibuk memperbaiki motor.

“Lay hyung, kau tampaknya sibuk….”

“haha…kau pergi lagi hari ini? Apa tidak bosan?

“tentu saja tidak…lagi pula mereka menyukaiku hehehe….”

“tentu mereka menyukaimu…kau tampan,pintar dan berbakat, memang tak salah kau menjadi guru dance mereka….”

Aku hanya tertawa mendengar pujian itu

“lalu bagaimana dengan…. Hena? Apa kau mengajarinya lagi hari ini? Pasti sangat menyenangkan berdua bersama wanita yang kau cintai kan? ” Tanya nya seraya meliriku ku sekilas

Deg Deg Deg

Lay hyung memang tau perasaanku pada Hena. Aku sangat dekat dengannya dan sudah kuanggap dia sebagai kakakku sendiri. Dia orang yang sangat baik dan care padaku. Aku sering curhat padanya. Yah siapa lagi tempat curhatku kalau tidak padanya. Lagi pula dia orang yang bisa dipercaya. Dan mengenai status asli dan palsu ku ini, hanya dia seorang yang tahu.

“sepertinya aku kurang beruntung hari ini….haha…” kataku seraya meletakan sepeda di sebelah motor yang hyung perbaiki

“waeyo?”

“malam ini Hena akan melihat penampilan Kyungsoo…”

“lalu bagaimana dengan perasaanmu apa kau sudah mengatakan padanya?”

Aku menghela napas “belum saatnya hyung….”

“jangan terlalu lama…aku takut jika Hena direbut orang lain….”

“ya aku tau….hmmm….dimana kau menaruh motorku…?”

“aihh..kau ini aku selalu manaruhnya di tempat biasa…cepat pergi, murid-muridmu pasti sudah menunggu…”

“ah ne…” aku pun berjalan menuju tempat dimana motorku berada

Setelah mengganti pakaian aku pun pamit pada Lay Hyung.

“hyung…aku pergi….”

“hm…”

<><><>

Hena POV

Sehun tak henti-hentinya menatapku. Aku dapat melihat itu dari sudut penglihatanku bahwa ia sedari tadi tersenyum tak jelas di setiap tatapannya.

“kau tidak makan?” tanyaku kikuk seraya memperhatikan makanannya yang masih utuh. Saat ini aku dan Sehun berada di sebuah Restaurant

“ah ne…aku terlalu terpesona melihatmu sampai-sampai lupa untuk menghabiskan ini…”

Aku berhenti menyuap untuk beberapa detik. Apa yang ia katakan? Apa telingaku salah dengar? Kuharap tidak

“hmm…bagaimana dengan kegiatanmu?”

“nde?”

“apa kau masih mengikuti kelas dance?”

“masih…bagaimana denganmu….?” Akupun balik bertanya

“sama seperti dirimu…bahkan tiga minggu lagi aku akan mengikuti kompetisi dance, tapi aku belum menemukan partnerku….”

“kompetisi dance? Kau juga mengikutinya?”

“kau juga? Jadi siapa pria yang beruntung menjadi partnermu?”

Aku menggeleng “aku juga belum menemukannya….”

“benarkah? Apa ini berita baik untuk ku?”

“hmm nde..?”

“Hena-ya maukah kau menjadi partnerku?”

<><><>

Jongin/Kai POV

“Hena-ya kau mengerti?”

Gadis itu mengangguk lalu menjawab soal Kimia yang lain. Dia sungguh terlihat manis saat menjawab semua soal itu. Baguslah, dia mengerti disetiap pelajaran yang kuajarkan. Wajahnya yang serius membuat diriku sedari tadi tersenyum tak jelas.

“hmm waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Deg… Dia menyadarinya

“ah ani…bagaimana dengan….kompetisi dance mu?” kualihkan pembicaraan agar Hena tak merasa curiga

“oh itu…kau tau tidak aku berpasangan dengan siapa?”

Aku menggeleng “tidak”

“Sehuuuunnnnnn kyaaaaaaaa….” Hena berdiri, berputar-putar keriangan saat menyebut nama S E H U N

Aku tau, ini sangat menyakitkan

“benarkah? Kau senang?”

“ya tentu….ini adalah impianku, menari bersama Sehun, pria yang kusuka adalah impian yang sangat besar….Sehuuuuuuuuuuuunnn…..” teriaknya bersemangat

Pria yang disukai? Sehun,apa yang membuat dirimu special dimata Hena? Apa karena kau tampan?

Apa aku harus mengatakan perasaanku saat ini pada Hena? Apa ini waktu yang tepat? Kurasa tidak, aku takut jika ini membebani Hena.

“hmmm….baguslah, kapan kalian mulai latihan?”

“entahlah…tapi Sehun mengatakan padaku kalau kita akan menyewa pelatih…”

“oh begitu….hmmm kau sudah selesai kan?aku mau pulang…” tanyaku seraya membereskan perlengkapan mengajarku

“sudah…tapi kita masih punya 30 menit lagi, apa tidak ada mata pelajaran tambahan seperti biasa?”

“bagaimana kalau kita lanjutkan lagi besok? Aku terlalu lelah dan mengantuk, tidak mungkin kan aku tidur di kamarmu?”

“nde?”

“baiklah aku pamit, annyeong….” Aku membungkuk lalu berjalan keluar

Semuanya bohong, aku lelah? Tidak, aku mengantuk? Juga tidak aku tersenyum? Semua itu kulakukan agar Hena merasa nyaman denganku. Hatiku ini sangat terasa sakit, mencintai gadis yang sama sekali tidak mencintaiku. Lebih baik aku memendam perasaan ini. Kenyataannya Hena lebih memilih Sehun dari pada diriku.

Padahal ada hal yang lebih penting yang ingin kutanyakan pada Hena. Menjadi partnerku di kompetisi dance nanti. Tapi Hena sudah berpasangan dengan Sehun. Sampai hal kecil begini aku selalu terlambat.

<><><>

 “Kai-ya apa kau sudah mengajak Hena menjadi partnermu?” Tanya Lay hyung

“hmm aku terlambat lagi, Sehun sudah merebutnya dariku….”

Lay hyung duduk di sampingku “lalu?”

“aku tidak akan mengikuti kompetisi itu…”

“kau menyerah? Ayolah…kau bisa berpasangan dengan murid-murid dance mu kan? menangkan kompetisi itu dan katakan pada Hena kalau kau juga bisa melebihi Sehun…”

“percuma…aku tidak akan menari bersama orang yang tidak kucintai, dan tentang perasaanku? Hena tak akan menerimanya, dia sudah memiliki Sehun…dia sangat menyukai Sehun….”

“hey…dia menyukai Sehun tapi tidak mencintai pria itu…yang terpenting kau menyatakan perasaanmu padanya…”

Suka? Cinta? Menurutku tak ada bedanya!

“sudahlah hyung….. aku akan terlambat jika terus-terusan mengobrol denganmu…”

“sepertinya kau sibuk lagi?”

“ne…katanya akan ada dua orang murid baru. Dan nyonya park memintaku untuk mengajari murid baru itu, katanya mereka akan mengikuti kompetisi dance…”

“kau bahkan mengajari lawanmu? Heh lucu sekali…”

“hyung…sudah kukatakan aku tidak akan mengikuti kompetisi itu, baiklah aku pergi…annyeong….”

<><><>

Setelah sampai di StarOne, tempat biasa aku mengajar dance, aku pun memakirkan motor putihku. Tak sengaja aku juga melihat motor merah yang berada di sebelah tempat aku akan memakirkan motor.

Bukankah ini motor Sehun? Untuk apa dia kemari?

Seketika pikiranku bergerak mundur. Aku ingat kata-kata Hena semalam

“entahlah…tapi Sehun mengatakan padaku kalau kita akan menyewa pelatih…”

Dan akupun mengingat kalimat yang tadinya kukatakan pada Lay hyung

“ne…katanya akan ada dua orang murid baru. Dan nyonya park memintaku untuk mengajari murid baru itu, katanya mereka akan mengikuti kompetisi dance…”

Dua orang murid baru? Kompetisi dance? Apakah mereka ada di dalam? Dan aku yang akan menjadi tutor mereka?

Hena belum boleh tau mengenai ini. Apa yang harus kulakukan? Omona!

<><><>

“kenapa kau tidak bersemangat Hena?”

Ku perhatikan gadis yang kucintai ini, dia sama sekali tidak melanjutkan menjawab soal-soal yang lain

“aku terlalu lelah…bisakah kita istirahat sebentar…” pintanya

“nde….istirahatlah….aku akan keluar….”kataku seraya berdiri

“apa kau tidak mau mendengar ceritaku?”

“heh?” aku duduk kembali memposisikan diriku sejajar dengan Hena “aku akan mendengar ceritamu…”

“hmm aku harus mulai dari mana ya? Ah…aku sangat lelah setelah berlatih dance, ini sangat menguras tenagaku. Aku sangat senang karena memiliki kesempatan menari bersama Sehun, kau tau tidak Sehun sangat tampaaaaaaaannnnn……..dan diapun menari dengan sangat bagus…aku menyukainya…”

Cukup Hena! Apa kau tau kata-katamu itu akan membuat jantungku berhenti? Itu sangat menyakitkan! Jangan pernah berbicara tentang Sehun lagi denganku! Aku sangat membencinya!

“lalu…?”

“kami berdua sangat bekerja keras, nyonya Park sangat membantu kami….”

Sukurlah, tadi aku menelpon nyonya Park untuk menggantikan posisiku mengajari mereka.

“sebenarnya…kami akan diajari oleh seorang tutor muda…tapi berhubung dia tidak bisa mengajari kami karena terlalu sibuk…jadi nyonya Park yang menggantikannya….temanku pernah bilang kalau tutor itu tampan dan juga berbakat…aku juga ingin sekali bertemu dengannya…”

Setiap hari dia ada dihadapanmu Hena. Bahkan dia sangat dekat denganmu.

“siapa temanmu itu…?”

“Kristal…”

Kristal…hmm ya dia murid ku

“seperti apa ya tutor itu? Apa benar yang dikatakan Kristal padaku?” ujar Hena lalu merebahkan kepalanya diatas meja belajar

Sedangkan aku tersenyum tak jelas

“lalu kapan kalian latihan lagi?”

“sepertinya besok….”

“Hena-ya Fighting!!!” kataku memberi semangat pada Hena

<><><>

Hena POV

Waktunya tiba, hari perlombaan akan berlangsung. Aku dan Sehun sudah bekerja keras selama dua minggu ini. Tadi kulihat Kyungsoo dan temannya tampil dengan luar biasa, ku yakin mereka akan menang di kompetisi ini. Aku juga meminta Jongin untuk menghadiri kompetisi. Ku harap dia datang.

Dan kini saatnya giliran kami. Aku dan Sehun akan memberikan penampilan terbaik. Dan semoga Jongin melihat penampilan kami, aku benar-benar sangat mengharapkan kehadirannya disini. Jongin lah yang selalu memberiku semangat. Dia yang selalu membangkitkan diriku saat aku mulai menyerah.

Aku dan Sehun naik keatas panggung, memberi hormat kepada dewan juri. Lalu terdengar music dari arah DJ, Only One – Boa

Terdengar tepukan yang meriah mengarah pada kami. Sebelumnya aku sempat mengedarkan pandanganku kearah penonton. Aku masih berharap salah satu dari mereka adalah Jongin.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku sangat merindukan keberadaan Jongin disampingku. Karena aku terlalu sibuk dengan kompetisi ini, sampai-sampai, aku merelakan waktu belajarku. Dan ini membuatku dan Jongin selama dua minggu kami tidak bertemu. Ada yang salah denganku? Apa aku menyukai Jongin? Atau lebih tepatnya… mencintainya?”

Bahkan sampai-sampai wajah Sehun berubah menjadi waah Jongin dipenglihatanku. Hey…apa yang kupikirkan?

<><><>

Jongin/Kai POV

Lihatlah, saat menaripun mereka terlihat serasi, chemistry keduanya sangat memukau. Mereka menari bukan untuk memenangkan kompetisi ini, tapi mereka menari atas dasar cinta. Jika aku yang berada di posisi Sehun, ku pastikan kalau kami tidak akan menang.

Hena POV

Teriakan bahkan siulan mengarah pada kami. Sebagus itu kah penampilan ku dan Sehun?

Setelah memberi hormat pada dewan juri, Sehun menarikku turun dari panggung

“apa yang kau pikirkan saat menari tadi? Auramu sangat berbeda dibandingkan saat latihan…”ujar Sehun setelah kami berada di belakang panggung

Benarkah begitu?

Seketika wajah Jongin terlintas dipikiranku

“ikut denganku sebentar….”

Sehun menarik ku menuju taman yang tak jauh dari tempat perlombaan. Kamipun berdiri di depan sebuah pancuran

“aku mau mengatakan sesuatu padamu…”

“hmm nde?”

“selama ini aku rasa aku mulai menyukaimu…maukah kau menjadi pacarku?”

“heh?aku juga……..”

“kau juga menyukaiku?”

“mianhae Sehun…aku memang menyukaimu…tapi kurasa aku tidak mencintaimu, aku hanyalah fansmu…maaf ada orang lain yang mengisi hatiku….”

“nugu?”

<><><>

Pengumuman pemenangpun berlangsung. Beruntung aku dan Sehun berada di peringkat pertama. Kyungsoo dan band nya itu juga memperoleh di peringkat pertama.  Hari ini aku benar-benar sangat senang, tapi yang membuatku kecewa adalah ketidakhadiran Jongin disini.

Seorang mc naik keatas panggung “sebagai penutup, kami akan mempersembahkan penampilan seorang dancer berbakat yang juga merupakan seorang tutor dance, mari kita sambut…… Kai…”

Jongin/Kai POV

Saat mc menyebut namaku, darahku ini terasa mengalir begitu cepat hingga ke ubun-ubun kepala. Siapa yang memintaku untuk tampil?

“dipersilahkan kepada Kai-ssi untuk naik keatas panggung”

Hena tidak boleh tau!

Nyonya Park sebagai panitia perlombaan menghampiriku “ayolah, dewan juri juga ingin melihat dancemu…mana tau, saat mereka terpukau dan kau akan dijadikan pelatih dance di L.A….itu impianmu kan?”

Iya itu memang impianku, tapi ini di waktu yang kurang tepat nyonya Park!

“tapi…aku…”

“jangan malu…ayo pergilah…atau mungkin kau perlu partner? Baiklah aku akan meminta pemenang pertama menjadi pasanganmu…”

Nyonya Park menghampiri mc yang ada diatas panggung, sebelum aku mencoba untuk menghentikannya

“dan kami meminta Hena-ssi untuk berpartisipasi…..”

OMONA! Apa yang harus kulakukan?

Ku lihat Lay hyung juga berada disini. Kuhampiri dia lalu kurebut topi yang terpasang dikepalanya, – sebenarnya topi itu adalah milikku yang dipinjam Lay hyung “ku pakai ini….”

“semoga berhasil…” katanya seraya menepuk bahuku

Akupun naik keatas panggung, dari sudut penglihatanku, aku dapat melihat Hena yang sudah berada di depanku. Seketika I love the DJ by R Kelly mengalun mengiringi tarian kami. Ku sentuh pinggang Hena lembut. Iapun melingkarkan tangannya di leherku.

Aku berharap Hena tidak mengenalku

<><><>

Setelah aku dan Hena menyelesaikan tarian kami yang dapat dikatakan hanya mengandalkan insting itu. Semua penonton bahkan juri bertepuk tangan seraya berdiri. Syukurlah mereka sangat menyukai tarian kami. Dan tentu aku juga harus berterimakasih pada Hena

“gamsahamnida….” Ujarku formal pada Hena, tak lupa aku membungkukan sedikit punggungku lalu segera turun dari panggung,sebelum Hena mengenalku

Hena POV

“ne cheonmanayo….aku sangat senang bisa menari denganmu….” Akupun balas membungkuk, namun pria misterius itu dengan segera turun dari atas panggung sebelum aku melihat lebih jelas wajahnya.

Siapa kah dia? Aku rasa aku mengenalnya

<><><>

“selesai….” Ujarku merasa puas

“cepat sekali? Kau sudah bisa ternyata….sepertinya kau tidak akan kewalahan menjawab soal semester nanti….dua minggu lagi kan?”

“hmm..ne…” sautku seraya mengangguk mantap

“murid pintar….” Kata Jongin lalu mengelus puncak kepalaku

Deg…kenapa dengan jantungku? Aku tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya, bahkan dengan Sehun pun tidak pernah. Apa ini yang dikatakan dengan cinta?

Tring~tring~Tring~

Jongin mengambil ponselnya dari dalam saku “aku harus mengangkat ini…”katanya lalu berjalan keluar kamarku

Apa aku mulai mencintai Jongin? Apakah dia juga mencintai ku?

Ku lihat jam yang tergantung di dinding kamarku. Ternyata sudah menunjukan pukul 9 malam. Ini saatnya Jongin pulang kan? Apa aku masih bisa bertemu dengannya lagi besok?

Heh..aku benar-benar jatuh cinta pada pria culun seperti Jongin

“aku akan membereskan ini…” gumamku seraya membantu Jongin memasukan peralatannya ke dalam tas. Ku masukan berkas-berkas itu kedalam tas Jongin sampai aku menemukan sesuatu di dalamnya. Sebuah topi nike hitam sama dengan yang dikenakan pria misterius yang menari bersamaku dua hari yang lalu.

Mungkin kah Jongin itu Kai?

Aku berjalan keluar kamar, hendak menanyakan hal ini padanya. Hingga akupun menemukan jawaban tentang semua ini

“besok? Sepertinya aku tidak bisa nyonya Park, aku masih sibuk, tapi minggu depan aku akan melatih anak-anak dengan gerakan-gerakan yang baru lagi. Hmm baiklah ah ya aku akan ke StarOne besok membicarakan ini padamu…ok annyeong….”

Jongin menutup telponnya. Lalu menoleh kebelakang, ia tampak terkejut dengan kemunculanku. Matanya beralih menatap benda yang tergenggam di tanganku

“ah ini…aku menemukannya di dalam tas mu….”

Jongin/Kai POV

“ah ini…aku menemukannya di dalam tas mu….”

Begitu gadis ini mengatakan kalimat itu langsung ku tarik tangannya. Ku rasa aku akan mengatakan semua ini padanya dan juga perasaanku tentunya

<><><>

Kami duduk di sebuah kursi taman yang terlindungi sebuah pohon palm besar.

“sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu….mungkin sebelum kau menyukai Sehun….bahwa selama ini hanya kau seorang yang berhasil memasuki duniaku. Aku mempelajari ini semua,hanya untuk merebut hatimu dari Sehun,saat aku sudah merebut semuanya, ternyata Sehun lah pria yang sangat beruntung mendapatkan hatimu. Aku… mencintaimu Hena….” Aku tersenyum simpul lalu ku rebut topi yang ia genggam dan memasangkannya di atas kepala Hena

“itu…kenang-kenangan dariku…aku akan ke L.A semester depan, mengejar cita-citaku sebagai pelatih dance,mungkin aku akan melanjutkan sekolahku disana…simpanlah….dan mulai saat ini aku tidak akan mengganggumu lagi dengan Sehun. Ku harap kau tidak melupakan pertemanan kita selama ini…annyeonghigaseyo Hena-ya….hiduplah dengan bahagia….”

Akupun bangkit berdiri dan membungkuk padanya lalu berjalan pergi

Tak kurasa setetes air bening jatuh dari pelupuk mataku. Hena kau gadis yang beruntung mendapatkan hati pria yang kau sukai.

Hena POV

Babo,aku tidak mengejar Jongin,mengatakan perasaanku padanya,tapi malah menangis seperti ini. Ku hapus air mataku yang tak berhentinya mengalir di kedua pipiku. Aku menangis karena terharu bahagia mendapati kenyataan bahwa Jongin juga mencintaiku dan juga menangis karena sedih bahwa Jongin akan meninggalkanku.

Akupun bangkit berdiri, mengumpulkan segenap tenaga untuk menyusul Jongin. Aku berlari sekencang-kencangnya. Namun aku terlambat, Jongin sudah masuk ke dalam bis, aku berlari menghampiri bis itu tapi benda besar itu melaju terlalu kencang. Aku tidak bisa mengejarnya.

Apakah ini hari terakhir aku bertemu dengannya? Tanpa mengatakan perasaanku padanya?

<><><>

Ujian semester sudah berlalu, raport ku tidak seburuk seperti semester kemarin. Aku mendapatkan peringkat pertama di kelas. Dan tentunya ini semua berkat Jongin. JONGIN? Aku sangat merindukannya. Kami tidak pernah bertemu lagi semenjak kejadian di taman itu. Bahkan aku terlalu bodoh untuk tidak pernah meminta nomor telponnya.

Akupun ingat kata-kata Kyungsoo kemarin

“jika kau ingin bertemu dengan Jongin, datang ke bandara besok pukul 3 sore”

Ku lihat benda yang melingkar di tangan kiriku. Di situ tampak jelas jam menunjukkan 02.30, itu tandanya waktuku hanya 30 menit untuk sampai ke bandara.

Akupun berlari menuju gerbang sekolah dan menuju halte bis terdekat

<><><>

Ku edarkan pandanganku ke segala arah, aku tak melihat keberadaan Jongin. Akupun melihat jadwal keberangkatan pesawat. Pesawat tujuan L.A akan berangkat sekitar 5 menit lagi.

Apa itu berarti Jongin sudah berada di dalam pesawat?

Apa aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya?

Seketika air mataku turun dengan derasnya, aku terisak seraya berjongkok. Tak peduli dengan tatapan orang yang tertuju padaku

“Hena-ya?”

Seseorang memanggil namaku, akupun berhenti terisak dan menghadapkan wajahku keatas. Ternyata dia Kyungsoo. Akupun bangkit berdiri dan memeluk Kyungsoo dengan erat “aku tidak akan pernah betemu lagi dengannya kan?” ujarku seraya terisak

“sudahlah…kau jangan menangis….”

“dimana Jongin?”

“dia…dia sudah masuk pesawat…”

Ku lepas pelukanku dan berlari masuk ke dalam bandara, sedangkan Kyungsoo berteriak memanggil namaku.

Aku berlari sekencang-kencangnya menuju gate tempat pesawat tujuan L.A. Aku berlari menerobos satpam yang berjaga dan berhasil masuk kedalam pesawat

Setelah sampai di ambang pintu pesawat,aku berjalan masuk dengan napas yang tidak beraturan. Dan saat itu aku berteriak memanggil Jongin

“Jongin-ah….” Aku berteriak seraya mengatur napasku

“Jongin-ah….” Aku berteriak lagi

Dan orang yang kuteriaki namanyapun menampakan wajahnya dihadapanku

“Hena-ya…”

Akupun berlari memeluk Jongin dengan erat. Lagi-lagi air mataku mengalir deras “Jongin-ah…aku aku juga mencintaimu…sangat sangat mencintaimu….”

Jongin mengelus puncak kepalaku pelan “benarkah?” tampak senyuman tipis dari raut wajahnya

Aku mengangguk pelan “aku mencintaimu Jongin….” Ku peluk lebih erat tubuhnya

“mau kah kau menunggu ku? Hmm mungkin selama 4 tahun?”

“lebih lama dari itu,aku akan tetap menunggumu….”

“Aku juga mencintaimu Hena…” Jongin mengecup keningku pelan

“maaf nona, pesawat akan segera berangkat…” seorang pramugari memperingatkanku

“jaga dirimu…aku akan selalu merindukanmu…” ujarku lalu memeluk Jongin untuk terakhir kali

Lalu berjalan keluar pesawat

<><><>

4 years letter

Aku menuggu seseorang di sini. Orang yang sangat kunanti kedatangannya. Jongin. Pria yang sangat kucintai.

Tak berapa lama aku melihat seorang pria berjalan keluar dari bandara lalu menghampiriku

“apa kau lama menungguku?”

“bogoshippeoyo…” ujarku lalu Jongin mengecup keningku pelan

“lalu bagaimana rencana pernikahan kita?” tanyanya yang berhasil membuat wajahku merona merah >///<

<><><>

EPILOG

Author POV

Seorang bocah bertubuh kurus berusaha mati-matian berlatih dance di sebuah ruangan pengap yang terletak di belakang sekolah. Ruangan berdebu tempat barang-barang yang tidak terpakai lagi, bisa dikatakan kalau ruangan ini adalah sebuah gudang. Tak banyak yang tau mengenai gudang ini. Hanya dia dan gadis yang disukainya yang tau tempat ini. Sebut saja Shin Hena, gadis yang sama bersekolah dengannya tapi di kelas yang berbeda. Dia 6 A sedangkan Hena di kelas 6 B.

Bocah itu sengaja menyalonkan diri untuk masuk kedalam kelas dance agar dia dan Hena semakin akrab. Namun ia mempunyai saingan. Dia Oh Sehun, pria yang ternyata ditaksir Hena.

Bocah itupun berusaha sekuat tenaga untuk merebut hati Hena dari Sehun. Bocah yang sedikit berkulit gelap itu menerima tawaran Sehun untuk menantangnya. Siapa yang berhasil merebut hati Hena dialah pemenangnya. Oleh karena itu lah bocah ini-sebut saja Jongin menerima tawaran itu.

“tunjukan yang kau bisa….” Tantang bocah yang bernama Sehun. Tampak Hena juga berada di ruangan latihan dance. Gadis itu berdiri di samping Sehun

Jongin memperbaiki letak kacamata yang menghias diwajahnya. Dia terlalu gugup sampai-sampai lupa gerakan. Langsung saja Sehun merebut posisinya dan mulai melakukan gerakan-gerakan yang dapat membuat Hena terpukau. Tepukan tangan beriring dengan selesainya Sehun melakukan hip hop dance. Sampai-sampai Jongin juga ikut terpukau melihat gerakan itu. Sungguh luar biasa untuk anak seusia mereka.

“lihat Hena memilihku….”

Sehun melirik gadis yang berdiri di sampingnya. Gadis itu juga menautkan tangannya di pergelangan tangan Sehun

“kau sudah tau siapa pemenangnya kan?”

Sehun dan Henapun keluar dari ruangan dance meninggalkan Jongin seorang diri. Bocah itu menangis terisak menerima kenyataan bahwa Sehun ternyata lebih hebat darinya. Sehun adalah pria berbakat di banding dirinya. Sehun pria beruntung yang dapat digandeng Hena dan Sehun pulalah pria yang berhasil menaklukan hati Hena.

Dia mengepalkan tangannya erat,lalu bergumam seraya terisak “li li lihat saja…He He Hena yang akan menjadi pendamping ku nantinya….akan akan kubuktikan itu!”

Ya memang benar… Jongin sudah membuktikannya

<><><>

Jangan lupa RCL ya ^^ Thanks before

Advertisements

10 thoughts on “HANYA KAMU

  1. Hmm… gabisa ngebayangin Kai culun.-.
    Jadi ceritanya udah suka dari dulu? Ciyeeeee :/ hahaha
    Ini karakter Sehunnya…. cassanova apa gimana? masa langsung suka-_- wkwkwk

  2. pacar ku hahaha jadi culun lucu kali ya :v lmao
    sedih amat sih jadi dia, udah culun , kaga bisa dance , cinta bertepuk sebelah tangan , duhh tapi akhirnya cinta nya engga bertepuk sebelah tangan wkwkwk

    4 tahun? kuat banget si Hena nunggu segitu lama nya :’3
    keep writing! apakah tidak ada sequel pas mereka udah nikah ? kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s