Promise With The Cappuccino

Author : Choi Mina aka me

Main Casts :

Song Mina (imagination) aka herself

Kim Gyuri (imagination) aka Gyuri

Byun Baek Hyun (EXO k) aka Baekhyun

Other Cast :

Park Chanyeol (EXO k ) aka Chanyeol

Lu Han (EXO m) aka Luhan

Zhang Yi Xing (EXO m) aka Lay

Wu Fan (EXO m) aka Kris

Genre : romance

Rating : PG15

Summary :

Kenangan , saat pertama kali kita berpapasan. Sungguh itu membuat diriku melayang bagaikan kupu-kupu terbang bebas di udara. Saat kita saling bertatapan satu sama lain, membuat diriku bergetar sampai-sampai diri ini sulit  untuk bernapas. Jujur ini terasa sedikit mendramatisir, tapi itulah yang kurasakan.

***Promise With The Cappuccino***


“Mina-ya” terdengar suara lembut memanggil namaku, dia Gyuri,sahabatku sejak dibangku smp. Gyuri tampak setengah berlari dengan membawa beberapa tumpukan buku tebal yang menutupi separuh tubuhnya. Sehingga membuat dirinya kewalahan untuk melihat arah jalan.

Iapun berhenti di depanku dengan napas terengah-engah. Aku yang sedikit khawatir melihat kondisinya mulai membantu Gyuri membawa sedikit dari tumpukan buku itu.

“ada apa? Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting?” tanyaku ragu seraya meraih buku dari genggamannya

Gyuri membenarkan letak kacamatanya “tatap aku!” ujar Gyuri seperti hendak menghipnotisku

Spontan akupun menatapnya lekat-lekat. Benar,aku kelihatan seperti orang bodoh, Gyuri-ya! kau selalu membuatku seperti ini!

“aku mendapatkan info yang sangat bagus untukmu…!!”

“apa itu??” tanyaku semakin penasaran

Gyuri semakin membuat diriku seperti orang bodoh

“aku mendapatkan alamat rumahnya…!!!” teriak Gyuri, dan akibat teriakannya itu berhasil membuat beberapa siswa yang berjalan di sekitar kami,menoleh pada ku dan Gyuri. Aishhh anak ini!

“tak seharusnya kau berteriak! Baboya!!” tanpa kusadari,tanganku bergerak memukul kepala Gyuri pelan. Beberapa detik kemudian aku mendengar isakan tangis yang dibuat-buat olehnya. Diapun berhasil membuat diriku cemas. Itulah Gyuri! Kenak-kanakan!

“kkajja!!” ku tarik lengan Gyuri agar menjauh dari keramaian. Kini kami berdua berada di dalam toilet. Dan tentunya itu toilet wanita.

“dari mana kau mendapatkannya??” tanyaku penasaran, menatap helaian kertas di hadapanku. Kertas berisi sebuah alamat rumah yang baru saja Gyuri berikan.

“aku mendapatkannya dari ruang tata usaha,simpanlah..!!” jawab Gyuri sambil mengusap-ngusap kepalanya yang sempat ku pukul tadi

Aku spontan berteriak lalu memeluk Gyuri hingga ia benar-benar tidak bisa bernapas. Aku benar-benar senang sekarang

“Gyuri-ya!! gomawoyo!!” ujarku seraya mencium kedua pipinya

“eitttttttssss…kau tidak lupa dengan janjimu kan???”

Janji?

Yah,hampir saja aku melupakannya. Aku memang berjanji pada Gyuri, jika ia membantuku mencari alamat pria itu dan berhasil menemukannya, aku akan mengabulkan semua permintaannya. Apapun itu.

Akupun merangkul pundak Gyuri “anything for you” ujarku seraya tersenyum simpul

“tapi….aku tidak bisa memenuhi janjiku hari ini…aku harus menemui pangeranku…boleh kah???” tanyaku seraya memperagakan jurus puppy eyes. Satu-satunya jurus yang akan meluluhkan hati Gyuri

“temuilah…..”ujarnya. Dan itu membuat diriku benar-benar bahagia. Gomawoyo Gyuri,kau sahabat terbaik ku

***Promise with the Cappuccino***

Sudah dua bulan ini aku bekerja di sebuah café di pusat kota Seoul. Ada beberapa alasan,mengapa diriku memutuskan untuk kerja part time. Pertama, aku memang membutuhkan uang untuk menambah biaya sekolah,karena pekerjaan orang tuaku hanyalah sebagai buruh di sebuah pabrik roti. Kedua, untuk mencari pengalaman kerja. Dan ketiga adalah sebuah alasan yang tidak masuk akal.

“nona….” Panggil seorang pelanggan  tetap kami yang duduk menyender ke jendela cafe

“ne….” sautku gugup. Akupun berjalan hati-hati menghampirinya seraya membenarkan sedikt pakaian yang kukenakan. Tak tau apa yang harus kulakukan. Setiap hari terus begini. Seberapapun usahaku untuk bersikap wajar di hadapannya. Semua itu sia-sia. Aku terlalu speechless.

“seperti biasa….”ujarnya seraya tersenyum. Omona senyuman itu >///<

Jantungku berdegup kencang setiap dia memperlihatkan senyuman mautnya itu. Entah kenapa diriku akan merasa tenang saat melihat pancaran wajahnya saat tersenyum. Baekhyun oppa, don’t do that!!

OK, kalian pasti bertanya-tanya siapa Baekhyun itu. Baiklah, aku akan mewakilinya untuk memperkenalkan diri. Dia adalah kakak kelas,satu angkatan diatasku. Dia adalah salah satu personal band terkenal sekolah kami. Diposisikan sebagai vokalis utama. Tak perlu ragu akan kualitas vokalnya, dia terlalu mudah untuk meraih penghargaan di bidang tarik suara. Selain bernyanyi, dia juga bisa melakukan bagian rap. Memang dia tidak pernah melakukan itu saat perform, tapi aku pernah mendengarnya. Disela-sela saat dia menunggu teman-temannya di café ini dia akan melantunkan beberapa bagian rap dari lagu-lagu Korea terkenal seperti love light CN blue,dia akan melakukan itu jika benar-benar merasa bosan.

Dan satu yang unik darinya. Dia akan selalu memakai jaket berwarna coklat,kemanapun dia pergi, kesekolahkah itu,ke café ataupun saat perform. Aku tidak tau kenapa dia selalu melakukan hal itu. Namun, dari situ aku dapat menyimpulkan bahwa dia benar-benar menyukai barang yang berwarna coklat. Seperti saat ini. Dia selalu memesan cappuccino. Tidak ada rasa yang lain, selalu cappuccino.

Oleh karena itu special untuk hari ini,aku memakai hoodie berwarna coklat. Sepertinya aku juga mulai menyukai warna coklat. Haha

“ini pesanannya….” Ujarku seraya menaruh segelas cappuccino hangat diatas meja. Hingga sampai menaruh cappuccino pun tanganku bergetar dan sedikit berkeringat. Aku melap kedua tangaku ke bagian belakang hoodie. Aku sempat melirik Baekhyun. Hanya sekilas, karena di saat yang bersamaan dia juga melirik ku. Aku semakin salah tingkah.

“temanmu yang lain??” tanyaku memecahkan keheningan

“ohh…sepertinya..sebentar lagi mereka datang….”

Benar, mereka datang

Empat orang pria gagah berjalan tegap memasuki café. Luhan sebagai basses, Kris gitaris, Lay dibagian keyboard dan Chanyeol sebagai drummer. Mereka berempat berjalan menghampiri Baekhyun. Aku yang sudah sadar diri segera beranjak dari sana.

Saat itu muncul dipikiranku,apakah Baekhyun seorang peramal? Atau indigo? Namun cepat-cepat aku menghilangkan pikiran konyol itu.

Dengan setengah berlari aku duduk dibagian pojok. Agar aku bisa melihat apa saja yang mereka lakukan. Sepertinya, Kris personal yang paling tinggi berbicara serius dengan Baekhyun,sementara itu yang lain bergantian meminum cappuccino milik Baekhyun. Hahaha mereka terlihat sangat lucu saat ‘mencuri’ minuman sang vokalis, sesekali Baekhyun tidak mendengar ucapan Kris karena tatapannya terfokuskan pada segelas cappuccino ‘malang’ itu. Iapun berusaha melindungi cappuccino miliknya. Apalagi Lay yang selalu jahil mengganggu Baekhyun. Pernah suatu hari Lay mengerjai Baekhyun dengan memasuki beberapa sendok garam kedalam minumannya. Wajah Baekhyun akan langsung memerah, jika dia meminum minuman itu. Dan semua member akan menertawakanya. Menurut kalian ini keterlaluan,tapi menurutku itu lah pertemanan.

Beberapa saat kemudian setelah perang kecil itu usai. Mereka berlimapun meninggalkan café setelah Baekhyun membayar pesanannya. Dari jendela yang besar itu aku dapat melihat mereka memasuki sebuah studio music yang berada tepat di depan café.

Dan kalian pasti tau alasan ketiga mengapa aku bekerja di café ini. Ya karena Baekhyun.

***Promise with the Cappuccino***

“Annyeong Gyuri-ya!!” sapaku riang padanya seraya memberikan rangkulan hangat di kedua bahunya. Ingin sekali aku mencium ke dua pipi putihnya itu,namun dengan cepat tangannya yang mungil menutup kedua pipinya. Aku merasa sedikit kesal. Dan baru ku sadari kalau dia tidak mengenakan kaca mata seperti biasanya.

“YA!!” teriak Gyuri

“YA!! Gyuri-ya, waeyo??? Kenapa kau hari ini sensitive sekali???” tanyaku geram

Gyuri menatapku sekilas

“tinggalkan aku!!” pintanya dengan nada yang sedikit membentak

“ee…Gyuri-ya gwenchana??” tanyaku heran akan sikapnya yang akhir-akhir ini dingin padaku. Bahkan tatapannya itu juga membuat diriku sedikit risih. Apa dia punya masalah?

“aku ingin sendiri!!” ujarnya dengan nada yang dingin dan sedikit tertekan.

Dia benar-benar ingin sendiri?? Baiklah aku pergi

Tanpa mengucapkan apa-apa aku langsung beranjak dari tempat duduk dan pergi ke kantin seorang diri.

Setibanya di kantin, aku sempat berpapasan dengan pangeranku – ya itu gelar yang kuberikan pada Baekhyun >///<

Tampak ke empat member lain mengekor di belakangnya mencari tempat duduk. Chanyeol terlihat konyol dengan gaya rambutnya yang sedikit acak-acakan,berhasil membuatku terkekeh. Tampang innocent Lay dan Luhan, juga berhasil membuat aku tersenyum tak jelas,sedangkan Kris seperti biasa ia selalu tampak keren. Lalu bagaimana dengan pangeranku-Baekhyun? Jaket coklat itu selalu menemaninya. Tak lupa ia selalu memasang topi jaketnya, berhasil ia mengingatkan diriku akan Kuromia -pemeran vampire dalam serial dorama jepang, Koishite Akuma.

Tanpa terlalu memilih merekapun duduk dua meja di belakangku. Akupun merubah posisi duduk,agar bisa melihat apa saja yang mereka lakukan dengan leluasa. Tanpa disengaja aku mendengar percakapan lima sekawan itu. Bukan bermaksud tidak sopan menguping pembicaraan orang lain,tapi sungguh aku ingin sekali mengetahui berita ini.

Terdengar suara berat Chanyeol  “Baekhyun-ah,seharusnya kau mentraktir kami”

“ne…benar…” saut Luhan yang terdengar setuju akan ucapan Chanyeol

“kalian kenalan dari mana???”

Aku tau,pertanyaan Kris ini tertuju untuk siapa, Baekhyun

Perasaanku mulai tidak enak. Aku semakin mempertajam pendengaranku.

“empat hari yang lalu,dia menyatakan perasaannya padaku…”jawab Baekhyun. Jantungku semakin berdegup kencang

“wow…” Chanyeol dan Lay menepuk-nepuk tangan mereka, dan itu membuat kantin ini sedikit bising

“lalu kau bilang iya???” tanya Kris

Dari sudut mataku,aku dapat melihat raut wajah Baekhyun yang tersenyum.

“wowww…..” Kris berteriak lagi disusul tepukan Luhan dan Lay

“pasti dia sangat cantik?? Ne??” tanya Chanyeol yang semakin antusias

Lagi-lagi Baekhyun tersenyum “sangat cantik….”ujarnya diiringi teriakan lagi

Sepertinya aku tidak kuat untuk mendengar lanjutan percakapan ini, dengan segera aku berdiri dari dudukku.

“siapa dia?” tanya Kris, sedangkan yang lain mulai duduk merapat kearah Baekhyun

“Kim Gyuri dari kelas 10 B”

Gyuri??

Seketika kurasakan atmosfer buruk menghampiriku. Suaraku terasa tercekat. Badanku terasa lemas,aku ingin pingsan.

Pangeranku dan Gyuri??? Mereka Pacaran? ANDWEEE!!

Segera aku berlari kencang menuju kelas. Sungguh aku benar-benar ingin memarahi Gyuri, entah kenapa aku berpikir akan melakukan itu,tapi rasanya sakit sekali. Aku merasa Gyuri telah membohongi dan membodohiku.

Gyuri-ya!!!Kenapa kau tidak bilang padaku,kalau kau juga menyukai Baekhyun-heh??

Sesampainya di dalam kelas, ku lihat Gyuri sedang tertawa bersama teman-teman yang lain. Langsung kutarik Gyuri dengan paksa hingga keluar kelas

“YA!!” Gyuri berteriak kencang karena aku menggenggamnya terlalu kuat dan kupastikan itu sangat sakit

“aku ingin bicara padamu, empat mata!!” ujarku dengan menatap tajam kedalam dua bola matanya

“sekarang??” tanyanya dengan nada yang sedikit keras

“ne….”bentakku dan menarik lengannya, namun dengan kuat Gyuri menepis tanganku

“aku ingin pulang sekolah nanti!! Kau tak keberatankan?” bantahnya

“OK!!” bentakku tak kalah keras

***Promise With The Cappuccino***

Selama jam pelajaran, kami sama sekali tidak menyapa ataupun bercanda seperti biasa yang kami lakukan. Bertatapanpun tidak.

~Teng~Teng~Teng~Teng~

Bel usai pelajaran hari ini menggelegar hingga ke seluruh ruangan. Murid-murid berhamburan keluar kelas untuk pulang, setelah sekian lamanya merasa jenuh berada disekolah. Tapi tidak bagiku dan Gyuri. Kami berdua berjalan kearah koridor sepi. Aku berjalan di belakangnya dengan tatapan kesal memandang lurus kearah punggungnya.

Setelah sampai di koridor itu aku langsung membuka pembicaraan

“aku sudah tau kenapa kau bersikap dingin akhir-akhir ini padaku…” aku berhenti sejenak, menarik napas lalu melanjutkan kalimat yang sedari tadi kusimpan dalam pikiranku

“kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku,kalau kau juga menyukai Baekhyun heh?? Kau menghianatiku!!” ku tumpahkan seluruh amarahku

Gyuri yang mulanya menunduk, mengangkat kepalanya perlahan lalu sangat jelas tertoreh di dahinya kerutan-kerutan kecil. Dia menatapku seolah-olah ingin mengatakan –waeyo?

“menghianati katamu?? Heh…apa kau tidak ingat dengan janjimu??” tukas Gyuri seraya menaikan alis sebelah kiri

Aku mengerutkan dahi

“kau bilang, jika aku berhasil menemukan alamatnya,kau akan melakukan apapun untukku kan?”

“ne memang benar!!” jawabku ketus

“inilah permintaanku……lupakan oppa!!!!!” bentaknya keras

Gyuri kau mengancamku??

“booo???” Sesaat dia mengatakan itu, ingin rasanya diri ini melempar tubuhnya kedalam jurang yang sangat dalam. Tapi aku tidak akan melakukannya, karena dia adalah sahabatku.

“aku minta kau melupakannya, relakan dia untuk ku!! Kau tidak keberatankan Min Gi-ssi??”

Min Gi-ssi? Jadi kau sudah melupakan persahabatan kita??? Gyuri! Kau jahat!!

Gyuri melirik arlojinya “aku tidak ingin membuang-buang waktu mendengar celotehanmu yang tidak berguna itu!! lagi pula oppa pasti sudah menungguku…bye Min Gi-ssi!!!” ujar Gyuri dengan formal seraya membungkuk di depanku dan pergi begitu saja seolah – olah bertingkah seperti orang asing.

Aishhh apa-apaan dia??

Arghhhhhhhh…. Tuhan…Aku berharap ini hanyalah mimpi!!!

Aku terduduk di koridor yang sepi ini. Kuhentak – hentakan kakiku ke lantai, hingga urat-urat betisku menegang. Ku cakar lantai koridor dan berhasil meninggalkan cairan merah disana. Sedih,kesal,marah semua bercampur dalam batinku. Aku berteriak seperti orang gila. Aku menangis sekuat-kuatnya. Ku lipat kedua kakiku dan kurangkul kuat. Ku tundukan kepalaku, air bening itupun terus mengalir dengan derasnya di kedua pipiku. Cinta yang hilang tidak begitu masalah bagiku,tapi bagaimana jika persahabatan itu juga hilang?? Ya memang benar,  tidak selamanya persahabatan itu dapat dipercaya.

Arggggggghhh!!!!

Babo Babo Babo!! I am a stupid girl!!!

***Promise With The Cappuccino***

Aku berjalan pelan seperti kehilangan akal sehat. Tidak tau arah yang akan kutuju. Kembali air mata itu mengalir di kedua pipiku tanpa adanya perintah. Seolah-olah air mata itu tau akan perasaan sakit ini. Kedua mataku sudah bengkak karena dari sekolah hingga traffic jam ini aku terus menangis, menangis dalam hampanya kehidupan. Aku tidak tau bagaimana harus melampiaskan rasa kesal,sedih dan kemarahan ini.

Namun sesaat pikiran tolol terlintas di pikiranku. Bunuh diri! Ya Aku akan melakukannya!! Aku akan melakukannya!

Aku berhenti tepat di depan zebra cross. Aku menunggu motor,mobil ataupun bis yang lewat seraya menggumamkan kalimat itu –Aku ingin mati- -Aku ingin mati-

Wusssssss–

Angin senja berhembus tepat di belakang tengkukku. Sebuah bis melaju sangat kencang dari arah timur. Ku lihat traffic lamp berwarna merah. Tanpa berpikir apa-apa lagi,aku langsung berlari ketengah-tengah jalan. Kututup kedua mataku. Dan…..

~~Bruukkkkkkkkkkkkkkkk~~

Suara hentaman yang sangat keras itu, membuat ku tersadar dari lamunan. Gyuri tengah berkacak pinggang dihadapanku, dengan buku tebal tergenggam erat di tangannya. Ternyata itu yang membuat aku kembali kealam sadar

“aku ingin sendiri!!”

“……”

“Ya…apa yang kau pikirkan? Aku hanya bercanda….ayo ke kantin,seseorang menunggumu disana”

Gyuri menarik lenganku dan kamipun segera menuju kantin. Sementara itu pikiranku tetap terfokus pada sesuatu

Apa aku baru saja terbangun dari lamunan panjang???

***Promise With The Cappuccino ***

Aku hanya ingin mengatakan kalau aku benar-benar mencintaimu

~ Oppa Saranghaeyo~

~nado saranghae dongsaengi~

***Promise With The Cappuccino End***

Mian kalo ceritanya aneh he ^^7

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s