My Gangsta Boy part 1

Author : Choi Mina aka me

Casts : LJoe (Teen Top), Bang Sui (Imagination), Oh Sehun (EXO), Lee ByungHun (Teen Top)

Genre : romance

Rating : PG17

Disclaimer : perubahan sesuai cerita, No bush, no plagiator and no silent reader. SIDERS GO TO THE HELL!!!

NB : FF ini terinspirasi dari lagu f(X) gangsta boy

Happy reading All ^^

Opening song >>> f(X) gangsta boy

****My Gangsta Boy****

Akankah aku harus kehilanganmu selamanya? Kenapa Tuhan menghukumku seperti ini? Kenapa kau pergi terlalu cepat? Aku sungguh kehilanganmu! Kau bohong padaku, kau bilang kau tidak akan pernah lari dariku, kau telah berjanji! Kau bilang padaku waktu itu, saat kita berdua duduk di tepi danau memandangi indahnya mentari sore. Saat itu kau mengatakan tidak ingin hidup bila tanpaku dan kau juga bilang “Sui-ya! please be my girl forever” aku sangat ingat kata-katamu ByungHun! Lalu couple ring yang kau berikan padaku, semua itu apa?? Kau bohong! Kau pembohong! Apa aku harus membencimu ByungHun?

“Sui-ya… sebentar lagi kita akan sampai di sekolah barumu, bagaimana perasaanmu??”

Tiba-tiba umma Sui mengagetkannya dari lamunan panjang. Sui tersontak dari pikiran masa lalu, lalu menghapus air mata yang sempat menetes ke pipinya. Ia bersikap seolah – olah tidak ada yang terjadi.

“kau baik-baik saja? Atau… kau nervous??” canda umma Sui masih dalam focus mengemudi. Namun Sui hanya merespon dengan senyuman yang tidak mengenakan

“ayo lah honey, katakan satu kalimat saja, I miss it!” pinta ummanya. Sui tetap diam dan melempar pandangan ke arah jalan.

Selama enam tahun, Sui jarang bicara, yang hanya dia lakukan adalah melamun. Ia merasa terpukul semenjak kehilangan orang yang dicintainya. Dia ByungHun, teman masa lalu Sui. Saat mereka berumur 11 tahun ByungHun berjanji tidak akan meninggalkan Sui, namun takdir berkata lain. ByungHun terpaksa ikut appanya ke California. Namun diperjalanan, pesawat yang membawa keluarga ByunHun mengalami kecelakaan dan bisa dikatakan kalau mereka tidak selamat tak terkecuali ByungHun. Kini ByungHun hanya tinggal kenangan masa lalu yang pahit bagi Sui.

“honey, lihat itu sekolah barumu! Bagus kan?? Umma tidak salah menyekolahkanmu di Seoul” umma Sui terus berceloteh tanpa mempedulikan anak semata wayangnya itu mendengarnya atau tidak. Ia ingin sekali menjadi orang tua yang baik untuk Sui, meskipun dia adalah single parent. Ia sangat tau bagaimana perasaan Sui yang kehilangan seorang ByungHun, ya ummanya memang mengetahui kalau Sui sangat mencintai ByungHun. Karena ia ingin Sui melupakan ByungHun, dengan terpaksa Sui disekolahkan di Seoul. Agar semua kenangan bersama ByungHun dapat terhapus dari memori ingatan Sui.

“honey, mungkin umma akan balik ke Busan, umma sudah bilang ke pamanmu, kalau kau akan tinggal bersama mereka beberapa minggu ini, kau tidak keberatan kan??” tanya umma Sui, tapi Sui tetap tidak merespon

“paman sudah menyiapkan keperluanmu, semua yang kau butuhkan minta saja ke paman, arasseo?”

Sui tetap tidak bicara. Ia terus sibuk memperhatikan sekolah yang berdiri megah di depan sana.

“oh yah, nanti anak paman akan menjemputmu dan apa kau tau? dia juga satu sekolah denganmu, ah…umma lupa namanya, mmm…siapa ya?? apa kau tau dia?sepupumu?? ”

Sui menggeleng pelan

“ah….. umma lupa, kalian kan bertemu hanya sekali dan itu saat kau masih balita, pantas kau tidak tau, ummamu ini bodoh yah…babo babo babo!!” maki umma Sui pada dirinya sendiri, ia mencoba menghibur anaknya yang keras kepala itu dan ternyata berhasil meski baru mencapai 5 %.  Dari raut wajah Sui tampak senyuman tersungging di bibirnya. Sungguh awal yang membuahkan hasil kebahagiaan.

“okey, kita sampai…” mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah.

Sui turun dari mobil tanpa pamit pada ummanya

“Ya!! kau tidak ingin mencium umma??” teriak ummanya dari dalam mobil

Sui masuk kembali kedalam mobil dengan langkah yang malas

Chu!!! Ia pun mencium kedua pipi ummanya

“hati-hati honey, aku akan merindukanmu….” Ujar ummanya seraya melambai dari dalam mobil

Sui balas melambai.

“dah honey….jangan lupa telpon aku” ucap ummanya seraya memberi isarat pada Sui. Sui mengangguk patuh. Iapun melangkahkan kaki memasuki sekolah elit yang berdiri di depannya.

****My Gangsta Boy****

Sui terus mengelilingi sekolahnya yang baru, sekolah yang sangat berbeda dibandingkan di Busan. Sekolah ini sungguh luas dan sangat bersih. Semua teratur di dalamnya. Sampah-sampah tidak terlihat dimana-mana. Semua fasilitas ada disini. Labor, hall, lapangan olahraga, kolam renang, semua lengkap tanpa terkecuali. Karena terlalu letih berjalan iapun beristirahat di sebuah taman besar. Sesekali ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Masih menunjukkan pukul 06.30, dia datang terlalu pagi.

Bruuuuuuuummmmm Brummmmmm

Terdengar bunyi keras dari mesin sebuah motor. Sui menoleh kearah suara yang memekakkan kedua telinganya itu. Seorang siswa yang membawa motor besar melintas di depannya. Dan memarkirkan motornya tidak jauh dari Sui. Tanpa melepas helm, siswa itu menghampiri Sui yang tengah memperhatikannya.

“wae??? kau mau permen???” tawar murid itu pada Sui

Sui diam

“ya! ku tanya kau mau permen??”

Sui tetap diam. Karena merasa diacuhkan, murid itupun merasa kesal.

“Ya!! baru kali ini seorang yeoja menolak permen dariku!”

Sui tidak menggubris perkataan murid itu. Ia lalu berdiri dan hendak pergi dari sana.

“Ya!!” tanpa diduga murid itu meraih tangan Sui dan menggenggamnya erat. Sedangkan Sui berusaha melepaskan genggaman itu

“ya! ka–…”

“my sweeeeeeeeetyyyyyyy opppppppaaa………..” terdengar teriakan siswi-siswi mengarah ke Sui

“aisshhhhh….kenapa mereka datang terlalu cepat…?? Ya kau! urusan kita belum selesai!” ancam murid itu seraya melakukan smirk dan itu membuat Sui jijik melihatnya

Murid ‘misterius’ itu berlari kencang menghindari siswi-siswi yang berteriak memanggilnya tadi

****My Gangsta Boy****

“anak-anak mulai hari ini dia akan menjadi bagian keluarga kita, beri salam…” perintah Cho seongsenim

Semua murid membungkuk “Annyeonghaseyo…”

“Sui-ya kau bisa duduk disana” seongsenim menunjuk sebuah kursi kosong yang terletak di pojok belakang

Sui membungkuk lalu berjalan menuju tempat duduk barunya. Belum sempat ia membaca buku, Ia menoleh kesamping kiri, memperhatikan satu murid yang tertidur pulas.

“YA!!! KAU!!!” teriak seongsenim. Ia menyadari salah satu muridnya  tertidur kelas, iapun melempar penghapus papan tulis ke murid yang tertidur di sebelah Sui. Semua murid terkejut tak terkecuali Sui.

Murid itu bangun lalu mengacak rambutnya dengan kesal. Sementara itu siswi-siswi yang yang berada di dalam kelas saling berbisik-bisik dan tersenyum tak jelas, membuat Sui heran.

“Ya!! Aku masih mengantuk!!” teriak murid itu

“Aishhh…beraninya kau….akhh…keluar!!” teriak seongsenim lebih keras

Tanpa merasa kecewa karena dimarahi seongsenim, dengan santainya murid itu berjalan keluar kelas. Semua murid tertawa. Tapi Sui tidak peduli dengan peristiwa yang baru saja terjadi, ia kembali membaca buku mengenai pelajaran pada jam itu

“Sui-ya! kau sungguh beruntung bisa sebangku dengannya” ujar salah seorang teman Sui. Sui mengernyitkan dahi lalu kembali focus membaca buku

@Sepuluh Jam kemudian

“baiklah anak-anak, pelajaran hari ini sampai disini, jika ada pertanyaan, langsung menghubungi ku!”

“ne Lee seongsenim……”

Murid-murid membereskan buku pelajaran mereka masing-masing dan bersiap pulang. Sementara itu Sui masih bertanya-tanya mengenai kejadian yang terjadi padanya hari ini. Mulai dari murid berhelm misterius, murid tidur yang sampai saat ini tidak menampakkan diri setelah diusir seongsenim sampai perkataan aneh salah seorang teman Sui. Semua tercampur aduk di dalam otaknya.

Tiba-tiba saja siswi-siswi berteriak saat melihat seorang namja memasuki kelas. Ya, dia murid yang tertidur di kelas tadi. Sui mulai berpikir kalau namja itu adalah seorang ‘cover boy’

Ia berjalan menuju tempat duduknya, tanpa menyadari ada seseorang yang duduk di sebelahnya “aishh… kemana aku harus mencarinya??” ujar namja yang belum diketahui namanya itu

“ahhh….aku harus menelponnya….” Ujarnya lagi. Namja itu memencet beberapa digit nomor di ponselnya.

Drttttt Drtttttt

Ponsel Sui bergetar, iapun mengambil ponsel dari dalam tas lalu mengangkatnya tanpa mengeluarkan suara. Namja yang mulai menyadari keberadaan Sui itu sontak kaget. Karena tidak ada sahutan Sui pun mematikan sambungan.

Tuuuutttttt…

Terdengar putusan sambungan dari ponsel namja itu. Ia menatap Sui dengan heran.

“kau…….. Bang Sui?”  tanya namja itu hati-hati

Sui mengangguk dengan tampang dingin.

“heh….. kau tidak akan bisa lari, karena kau sudah menjadi milikku!” ujar namja itu

Sui mengerutkan dahinya

“jangan pura-pura heran! Kajja, ikut aku!!” namja itu meraih lengan Sui. Sui merasa terganggu dan tidak suka dengan sikap namja itu

“Ya! appa dan ummaku sudah menunggu kedatanganmu gadis Busan!” ujar namja itu seraya smirk. Gaya yang tidak Sui sukai. Dia pun mulai menyadari siapa namja itu. Ya dia sepupu sekaligus namja aneh yang menawarkan permen karet padanya tadi pagi.

Namja yang belum diketahui namanya itu menarik Sui keluar kelas. Semua murid-murid yang berada di koridor meneriaki mereka

“Ya! kau tau? aku sangat populer” ujar namja itu dengan kepedeannya. Sui hanya melempar pandang.

Sampailah mereka di tempat parkir.

“ah…aku lupa kau belum tau namaku kan??? Panggil aku Sehun…” ujar namja yang bernama Sehun itu

“pakai ini…” ucap Sehun seraya memasang helm di kepala Sui

“ahhhh….kau ternyata manis…” ujar Sehun lagi

“ayo naik…..”

Dan Sehunpun melajukan motornya dengan speed yang normal

****My Gangsta Boy****

Saat mereka melewati taman, tiba-tiba saja Sehun menghentikan mesin. Empat orang namja sedang duduk di tengah-tengah taman. Spontan Sehun membuka helmnya dan turun dari motor

“Sui-ya, kau tunggu sebentar ya…” ujar Sehun lalu menghampiri empat namja itu

Sehun dan keempat namja itu seperti membicarakan sesuatu. Dari arah jauh Sui memperhatikan mereka. Bola matanya bergerak menatap satu persatu keempat namja. Matanya berhenti bergerak saat melihat salah satu namja. Iseperti mengenali namja itu. Kedua bola matanya membulat setelah tau siapa yang dia lihat. Dia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Mengucek-ngucek matanya berkali-kali. Keringat bercucur deras di keningnya.

“Sui-ya lama menunggu?? Kkjja naik…” ujar Sehun

Sui tetap diam tak bergerak

“Sui-ya, kenapa kau berkeringat??” tanya Sehun lalu melap peluh yang turun ke wajah Sui dengan tangannya

“ByungHun-ah….” Sui berteriak dengan suara parau. Sehun terkejut, baru kali ini ia mendengar suara Sui, begitu lembut

“siapa….??” Tanya Sehun heran, iapun menatap keempat namja yang ia temui

“ByungHun-ah!!!!” teriak Sui lagi

“siapa Byung Hun???”

Tanpa diduga Sui berlari menuju tempat nongkrong keempat namja itu. Sehun juga mengejar Sui.

“Ya!!! kau mau kemana???” Sehun mencegat Sui

“Pria yang tidak memakai kancing baju bagian atas!! Dia ByungHun!!!”

“mwoo??? Maksudmu LJoe??”

“L L Ljoe??” ulang Sui heran

“ne…dia LJoe, ketua gangs kami”

“gangs??? Gangster???”

“ne……..kau jangan cari masalah dengannya….dia tidak suka diganggu!!”

“aniiiiii…..dia memang bukan ByungHun” ujar Sui lirih

_TBC_

****My Gangsta Boy****

Advertisements

8 thoughts on “My Gangsta Boy part 1

  1. Author… Aku fanz bngt sama ff mu hihi ^_ author lanjutin crta ff mu yg ini ya xD aku tunggu secepat nya

    gomawo_

  2. Huaaaaaaaaaaa~
    *gigitin bantal
    baru kali ini aku nemu ff main cast.a kolab dua biasku aigooo~
    apalagi cerita keren banget,, bikin penasaraaaaan >.<
    NEXT CHAP ASAP !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s