THE PARALYZED part 9

( You make me paralyze)

Author : Choi Mina aka me

 Main Casts : L.Joe (Teen Top) Kim Jay Yoo/ Kim Jia (imagination) Niel (Teen Top)  IU (singer) Hwang Min Gi (author nyelip)

Support Cast : all member of Teen Top

Genre : action,romance,friendship,family

Rating : Pg17

NB : jangan lupa untuk tetap mendengarkan lagu Agnes Monica – Paralyzed ^^

Mian kalau ceritanya tambah GJ u,u

***

Happy Reading All ^^

***

Last Episode ~

Aku menelan ludah, Hana…Tul…Set….Sreeeeeeeettttttttt

Kosong….

Huh….Ku tarik napasku lega…memang itu hanyalah halusinasiku saja.

“YA!!???”

Heh…?? Aku terkejut dan memutar badan. Omonaaaaa…. LJoe????? A…apa…dia…mendengar obrolan kami?? ANDWEE!!!

***

“Ya!!! apa yang sedang kau lakukan??” tanyanya padaku

Aku salah tingkah “a… ani…aku….” Ujarku terbata-bata,ku telan ludahku,degup jantungku bergerak dengan ritme yang sangat kencang, sesaat suasana menjadi menegangkan

“kau sendiri??”  tanyanya

Heh??

“a-aa…aku….” Jawabku tergagap

LJoe menghampiriku seraya memegang wajahnya yang terlihat sedikit bengkak. Ku telan ludahku,berharap ia tidak melakukan apa-apa padaku. Aish…kenapa kekuatan itu menghilang saat Jia tidak berada disampingku?

LJoe memukul pundakku keras “urusan kita belum selesai…” ujarnya di telingaku lalu pergi dari hadapanku

“Hahh…sukurlah”ucapku lega. Ku pukul dadaku yang sempat berdegup kencang. Ku perhatikan LJoe yang melangkah semakin jauh dari penglihatanku. Ku yakinkan diriku bahwa LJoe tidak mendengar percakapan ku dengan Jia.

Niel pov End ~

***

Jia / Jay POV ~

“ak….”

“Niel-ah Jay-ah..apa kalian di dalam???”

Seseorang berteriak memanggilku dan Niel, sepertinya itu suara Ricky. Orang itu masuk dan berlari memaskui ruangan. Terdengar dari langkah kakinya yang tergesa-gesa. Benar dugaanku dia Ricky.

Ricky mengatur napasnya perlahan “hah…ternyata kalian disini…Jay-ah ayo kembali kekelas, biarkan Niel istirahat…”

Aku mengangguk pelan “ne….aku kembali kekelas…istirahatlah…” aku tersenyum pada Niel, lalu berlari menyusul Ricky.

Setiba di luar, ku kejar Ricky yang berlari kencang di depanku. Di saat yang bersamaan aku mengingat lagi kata-kata yang akan Niel ucapkan padaku.

“te..teman…?..maaf…kau belum menjawab pertanyaanku waktu itu…”

Niel ???

Ku gelengkan kepalaku sekuat-kuatnya.

“Niel, tidak menyukai ku, tidak mungkin!!! Dia hanya mengkhawatirkanku, hanya itu!!! tak lebih!!!” gumamku meyakinkan

Ku gelengkan lagi kepalaku, mencoba untuk melupakan ucapan Niel

“oppa….!!!” Teriak seseorang mengarah padaku. Spontan aku berhenti berlari dan mencari pemilik suara itu.

Ku tangkap sosok perempuan sedang berdiri di dekat taman, dia seorang diri, namun di kedua bola mataku terlihat sangat jelas sebuah mobil mewah tak jauh beberapa meter darinya. Saat aku menoleh, dia melambai, seraya mengangkat sekotak ~mm mungkin bekal kearahku. Aku tersenyum lalu berlari menghampirinya.

“IU-ya! apa yang kau lakukan disini?? kau tidak belajar??? Atau…. Bolos??” tebakku

IU tersenyum ketus lalu mencubit pinggangku. Dasar bocah -__-

“oppa, kebetulan, tadi di kelas ku ada kelas memasak dan ini ku buatkan special untukmu…” ujarnya seraya memberikan bekal yang ia bawa padaku

Ku acak rambutku pelan “ untukku??” jawabku seraya menunjuk diriku sendiri

IU tersenyum lagi disertai anggukan kecil “ne….” jawabnya singkat

“benar ini kebetulan???” tanyaku sedikit menggoda. IU tampak malu-malu.

Tanpa basa-basi ku trima bekal itu, lumayan buat bekal makan siang,haha

“gomawooo…” ucapku seraya menyentuh puncak kepalanya

Lagi-lagi IU tersipu malu

“ngomong-ngomong, apa seongsenim tidak memarahimu kalau mereka tau kau pergi ke sekolah pria??”

“tenang saja! Oppa tidak perlu khawatir…. Hehehe…lagi pula jarak sekolah kita kan lumayan dekat, jadi seongsenim akan mengira kalau aku keluar kelas untuk berkeliling di sekolah…” ujarnya enteng

Ya memang benar, jarak sekolah kami bisa dikatakan dekat, hanya sebuah taman bunga yang berukuran besar yang menjadi jarak pemisahnya

“dasar…” ku pukul kepalanya pelan “sudah sana balik ke sekolah mu…” ku peringatkan dia

IU mengangguk patuh, lalu berjalan meninggalkanku “annyeong….” Ucap IU sebelum masuk kedalam mobil jemput antarnya. Aneh, sekolah kami dekat, hanya berjalan kira-kira 10 menit. Tapi mobil mewah itu selalu menamani kemanapun dia pergi, seperti beberapa hari yang lalu.

Namun belum beberapa langkah IU berbalik dan menatapku lama. Ku kerutkan dahiku, dia seperti ingin mengatakan sesuatu

“oppaa…..”

Benarkan??

“ne…….” sautku

“apa kau mau pergi denganku??” ia mengeluarkan dua karcis bioskop dari dalam saku roknya dan memperlihatkan karcis itu padaku

“nonton??”

“errr….ne…apa kau mau menemaniku?? Sekali ini saja…” rayunya. Ku perhatikan wajah IU berubah menjadi merah

Aku tersenyum dan mengangguk pelan “kapan??”

“malam ini… jam 7” jawabnya semangat

“mmmm…….baiklah….jakkaman….apa kau diperbolehkan keluar malam??” tanyaku

IU menepukkan kedua tangannya “itu gampang…. Semua sudah ku atur….hihihihihi”

“mm… ku tunggu kau di sana jam 6….” Ku tunjuk taman bunga yang berada diantara sekolahku dan sekolahnya

“okeyyy…” jawabnya setuju

“baiklah…… sampai bertemu nanti malam dan dandan yang cantik ya…” aku melambai padanya dan berlari menuju kelas

Hehhh… sampai kapan aku harus berpura-pura menjadi laki-laki??

Jia/ Jay pov end~

***

IU pov~

Heh??? Aku melakukannya!!

Malam minggu, nonton berdua? Apa itu seperti ‘kencan’ ?

“baiklah…… sampai bertemu nanti malam dan dandan yang cantik ya…” Jay oppa melambai dan berlari meninggalkanku

Apa yang ia katakan?? Dandan yang cantik?? Ahhhh… ku harap wajahku tidak memerah. Hey tunggu! Kenapa seperti ini??? Rasa itu kembali muncul! Apa aku benar-benar mulai tertarik padanya???

“nona, sampai kapan kau mau berdiri disitu??”

Sopir ~~mmm sebut saja sopir ‘langganan’ mengagetkanku, tanpa berpikir panjang aku segera masuk kedalam mobil.

“ne….kita kembali ke asrama” perintahku setelah duduk di jok belakang

Sedetik kemudian mobil langsung melaju

Tiba-tiba saja sepintas bayangan Jay oppa menghampiri pikiranku. Ku kedipkan kedua bola mataku, namun sayang, bayangan itu muncul lagi. Setiap aku menutup mata, bayangan itu muncul. Hingga akhirnya aku menyerah dan membiarkan pikiranku dipenuhi olehnya.

Hmmm… aku tersenyum seperti orang gila. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku memang tertarik padanya, atau lebih tepatnya , menyukainya!!!

Malam ini, aku harus dandan yang cantik!!

“IU-ya!!!”

Lagi-lagi suara seseorang membuatku sadar dari lamunan. Aishhhh…mengganggu saja!!!

Orang itu berlari seraya memukul-mukul kaca mobil. Dia ternyata LJoe oppa! Wae?

IU pov End ~

***

LJoe POV ~

“Aishhhh….wajahku sakit sekali” gumamku seraya menyentuh pipiku yang bengkak

Saat aku berjalan hendak menuju kelas, aku menoleh ke kanan. Bola mataku melebar, aku melihat pemandangan yang membuat hatiku kesal.

Kenapa IU bersama pria ‘brengsek’ itu?

Dari jauh, aku terus memperhatikan mereka. Aku berhenti dan berdiri di salah satu tembok penyangga untuk menutupi tubuhku agar tidak kelihatan. Heh,aku terlihat seperti anggota five O. Ini sedikit aneh!

Mereka tertawa seperti orang bodoh. Dan aku melihat IU memberi sekotak mmm mungkin bekal pada Jay, heh.. kenapa dia seperhatian itu padanya? Hey tunggu apa yang IU beri pada pria itu? terlihat seperti dua sobekan kertas?? Aish..tidak begitu jelas!

Beberapa saat kemudian saat IU masuk kedalam mobil, langsung saja aku berlari menyusulnya.

Aku terus berlari seraya memanggil namanya hingga keluar perkarangan sekolah. Untung saja tidak ada satpam.  Ini terlihat seperti, aku memerankan sebuah drama, dimana diriku ditinggal oleh gadisku sendiri. Ah..lupakan!

“IU-ya!!” aku berteriak semakin kencang

Mobil itu menepi dan berhenti. Ku ketuk kaca mobil dengan kencang. Dengan sigap tuan putri yang berada di dalam, membuka pintu mobil.

“Oppa….” ucapnya heran dan bingung

“kenapa kau menemuinya??” tanyaku langsung

“menemui siapa?” tanyanya seperti pura-pura tidak tahu

“aishhh….” Geramku

“oh….Jay oppa??”

“ne…jangan lama-lama, apa yang kalian bicarakan tadi??” tanyaku penasaran

“wae??” tanyanya balik

“hah….kenapa kau tidak memberiku bekal juga??”

IU berpikir sebentar, lalu ia memeriksa ke dalam mobil.

“tadaaaaaaaa………..” ujarnya seraya mengeluarkan sekotak bekal makanan

“sebenarnya, tadi aku ingin mengantarkannya untukmu, tapi CAP oppa bilang kau sedang beristirahat di ruang perawatan…” akunya

“babo! kenapa tidak langsung saja menghampiriku??”

“kau yang babo! kalau seongsenim tau bagaimana?”

“lalu… kertas apa yang kau berikan padanya??” tanyaku ingin tahu

“kertas? Oh maksudmu, karcis bioskop?? Kami sudah punya rencana malam ini! Kau tidak boleh mengganggu! Mengerti?”

“rencana??”

“kencan!!!” tegasnya dan masuk kedalam mobil

“IU-ya!! kau tidak boleh kencan dengannya!!” teriakku dari arah luar

“wae?????”

“dia itu…..”

Anio! IU tidak boleh tau masalahku dengan Jay

“tidak….pokoknya kau tidak boleh pergi dengannya!!!” teriakku memperingatkan

“Aku akan pergi dengannya!!” IU berteriak seiring dengan laju mobil yang semakin kencang

Aishhh…. Ku raba tengkuk dengan kesal. Pria itu! Apa yang ingin dia lakukan??

LJoe POV end ~

***

Jia/Jay POV ~

Pukul 6~

Seperti waktu yang dijanjikan, aku menunggu IU di taman. Beberapa menit menunggu, IU datang dengan mengenakan dres selutut, rambutnya dibiarkan tergerai, ia sangat manis. Andai jika aku laki-laki, malam ini aku akan menyatakan cinta padanya.

“oppa…sudah lama menunggu??” tanyanya saat datang

“mmm….tidak” ujarku seraya memperhatikan arloji di pergelangan tangan “apa kita pergi sekarang??”

IU mengangguk. Ku arahkan lenganku padanya. Ia terlihat heran.

“biar terlihat seperti sepasang kekasih….”

IU tersenyum dan meraih lenganku.

Hah…apa aku harus seperti ini?? Terus berpura-pura???

***

Setelah selesai nonton, kamipun pergi ke taman bermain. Kami benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih. Andai aku seorang lelaki, aku akan selalu melindungi IU. Seperti Jae oppa yang selalu melindungiku. Aishh…kenapa disaat seperti ini, aku mengingatnya?? Aniiiii….!!! Jia! Oppamu sudah pergi untuk selamanya!!

Ini semua gara-gara pria itu! mengapa dia melakukan semua ini padaku dan Jae oppa?? Ini semua Gara-gara dia!!!! IU apa kau tidak merasa kecewa memiliki kakak seperti LJoe??? LJOE AKU MEMBENCIMU!!!

Dan apa pantas hatiku tetap bertahan untuknya? Kenapa? Kenapa aku tetap tidak bisa untuk tidak menyukaimu LJoe??? You make me paralyze!!! Huhh…

“oppa…”

“ehhh….ne…” aku tersadar dari lamunan

“sepertinya sudah malam, kita kembali keasrama??”

“ohh…ne…sepertinya begitu….”

Kami berjalan keluar arena taman bermain dan mencari halte

***

“oppa….” Ujar IU saat turun dari bis

“ummm…ne..?” sautku seraya menatap wajahnya

IU diam dan memalingkan wajahnya. Hey kenapa dia??

Hening….

Kami terus berjalan hingga akhirnya sampai di taman yang memisahkan sekolahku dan sekolahnya. IU berhenti dan menatapku

“wae???” tanyaku heran

“oppa….apa kau menyukaiku??”

Ehhhhh????

“mmmm…..maksudmu??”

“entah mengapa, aku berpikir,setiap yang kau lakukan padaku itu terasa lebih dari kasih sayang seorang kakak……”  ujarnya pelan

Lama kami terdiam

“oppa….”

“nnnn… ne…?” sautku gagap

“aku menyukaimu…..”

BOOOOOO??? Ani!! IU tidak boleh menyukaiku!

Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Aku bingung. Apa aku harus menceritakan semuanya pada IU?? Apa aku harus mengatakan aku adalah seorang perempuan???

“oppa….apa kau juga menyukaiku???”

“ehh..h…aak…”

IU menaruh telunjuknya di bibirku

“aku tau kau juga menyukaiku….”

Perlahan tangan IU meraih kedua pipiku. Hey..apa yang akan dia lakukan?? Oh no!!!

IU menarik wajahku lebih dekat. Dia menutup mata dan….

“IU-ya….maaf aku tidak menyukaimu!!!! mianhaeyo….” Teriakku kencang. IU membuka matanya dan dia terlihat sedikit terkejut

Ku turunkan tangan IU dari kedua pipiku

“mianhe….aku hanya menganggapku sebagai seor…….”

Bukkkkkkk

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tiba-tiba saja seseorang memukulku dari arah belakang. IU spontan berteriak.

“LJoe oppa!!!!!!!!!!”

Ku raba pinggangku yang terkena pukulan. Sakit memang, Aishhh…. Kenapa dia datang di saat yang tidak tepat?

“wae???” tanyaku lantang padanya

LJoe tersenyum kecut lalu hendak memukulku lagi

“OPPAAAAAAAA!!!” teriak IU, terlihat genangan air di kedua bola matanya

“oppa! Kenapa kau memukulnya??” tanya IU “dia tidak salah!!”

“pria brengsek ini sudah menyakitimu!!”

Menyakitimu katamu??? Kau lebih menyakitiku!!!!!

“oppa!! Aku membencimu!!!” teriak IU pada LJoe

“heh…ikut aku…!!” LJoe menarik paksa IU dari hadapanku, membawa gadis itu pergi entah kemana

Aku terdiam seorang diri di taman ini. Aku tertunduk lemas dan terduduk. Tetesan air mata jatuh perlahan di kedua pipiku. Ku tutup wajahku dengan kedua tangan. Ku coba untuk menahan tangis ini, tapi tak kuat rasanya. Terasa sangat sakit. Tuhan! Aku butuh seseorang…..

“Jia-ya….”

Niel?????

Aku berhenti menangis dan menoleh kebelakang. Benar saja Niel jongkok di belakangku. Langsung kupeluk erat tubuhnya yang kurus.

“Niel…..” aku menangis di pundaknya. Niel mengusap kepalaku pelan.

“Niel-ah…”

“aku disini…” ujarnya

Aku tidak berhenti menangis. Ku benamkan kepalaku di pundaknya.

Jia/ Jay POV end ~

***

Chunji POV ~

Aku melihat LJoe memukul seseorang. Ku perhatikan lagi dia Jay. Selain LJoe dan Jay ada IU disana. Ingin diriku menghampiri mereka, tapi rasanya tidak mungkin. Mereka tak ada hubungannya denganku. Aku tidak boleh ikut campur. Tapi, apa aku harus berdiam diri??

Setelah LJoe menarik IU pergi, ku perhatikan Jay, dia tertunduk dan terduduk di lantai. Hey, ada yang lain dari dirinya.

Saat aku hendak menghampirinya, seseorang mendahuluiku, dia Niel, bocah yang pernah kami jahili. Pria itu jongkok tepat dibelakang Jay.

“Jia-ya……” ucap Niel

Eh….Jia???? Siapa? Jay??

Keningku mengerut.

Jay langsung memeluk Niel dan menangis dipundak pria itu. Ia terus menangis sedangkan Niel berusaha menenangkannya.

Kelakuan Niel terhadap Jay terlihat seperti memperlakukan seorang perempuan. Ani! Tidak mungkin! Tapi Niel baru saja memanggil Jay dengan sebutan Jia?. Aish kepalaku terasa mau meledak.

Aku berpikir lagi

Ya! Jay bukanlah seorang pria.

***

To be Continued

Komennya ditunggu ^^

 

Advertisements

3 thoughts on “THE PARALYZED part 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s