HEAVEN

Tittle : Heaven

Author : Choi Mina aka me

Main Casts : L.Joe (Teen Top), Hwang Min Gi (author)

Support Casts : Kim Hyun-A (4minute), Tia (Chocolat), Yeogeun

Disclaimer : maaf jika ada kesalahan nama,cerita sepenuhnya milik saia

NB : terinspirasi dari lagunya JYJ – heaven

Thanks to > You and I,Don’t Cry I by Park Bom, C-real – no no no no no

FF ini special buat LJoe (my bias) yang berulangtahun 23 november yang lalu,hehehe telat ^^”

maaf ya,ffnya bikin bingung reader,hehehe

No plagiator!!

Happy reading chingu ^^

***

I wanna tell something to you. This is about a love strory

***

Will you tell me every day that your love is only me
I’m not lying – yes, I guess I’m a fool without you
Every day and every night I think about you
If I don’t hear your voice, I get nightmares
I don’t know how to love
I get topsy-turvey because of you
I still don’t know how to love
I’m in pain by myself
My breath is getting rougher
I always get hurt easily
So please know my heart

I hate that I love you so

***

Saat aku menatap langit, hanya satu dalam pikiranku yaitu DIRIMU

***


Aku tak kuat mengingat saat semua akan merenggut jiwa bahkan kebahagiaanku. Sungguh terasa berat, sehingga dengan mudahnya membebani dan menguasai pikiran dan ragaku.  Semua terjadi sangat cepat dan tidak direncanakan. Mungkin saat itu Tuhan menguji ketabahanku. Itu rencana atau takdir. Tak ada yang tau, semua kuserahkan pada Tuhan. Aku yang memulai dan Tuhan yang akan mengakhiri. Mati atau tetap bertahan.

Hahhh….

Beruntung diriku masih bisa menghirup udara meski itu dari alat bantu pernapasan yang menutupi hidung dan mulutku

Dug….

Bersyukur, itu yang mampu ku katakan.  Detakan jantungku yang masih dapat berjalan meski tak senormal dulu.

Namun tubuhku terbaring tak berdaya di atas ranjang dengan selang-selang tipis menutupi hampir di seluruh badan. Mesin-mesin besar –tak tau apa itu-, alat infuse dan seluruh perlengkapan yang kubutuhkan dengan semangat bekerja demi keselamatan hidupku. Aku tak tau sampai kapan aku mampu bertahan. Akankah Tuhan ingin mengambilku kembali ke sisinya?

Meski mataku tertutup rapat, aku tetap memikirkannya, memikirkan orang yang kucintai? Atau orang yang ku sayangi? Bukan, orang yang sangat berarti bagiku, lebih dari apapun. Lebih dari luasnya alam semesta.

_Flash Back_

14 Januari 2006

Aku orang bodoh, sangat bodoh hingga membuat diriku sendiri berada diambang bahaya.  

“yeoboseyo jagiya…” begitu aku menyambut panggilan telpon dari wanita yang empat bulan ini selalu membutakan pikiranku. Wanita yang selalu membuat diriku terpesona dengan keanggunan dan kecantikan dirinya. Jika ia tidak berada di sampingku, hidupku sungguh terasa hampa dan aku akan memilih mati dari pada kehilangan dirinya. Ya, dia adalah wanita pilihan hidupku. Hyun-A.

Aku mendengar tawanya dari seberang sana, terdengar sedikit malu-malu. Tak terbayang bagiku wajahnya jika memerah. Kalau itu terjadi aku akan tertawa lebih dulu, kalian tau kenapa? Wajahnya akan terlihat seperti tomat yang matang, sangat merah.

“kenapa tertawa??” tanyaku heran, dalam pikiranku aku bertanya-tanya sendiri, apa karena dia mendengar ucapan jagi?

Aku tersenyum tipis memikirkannya. Mungkin begitu.

“kau memanggilku jagi, terasa aneh…” sautnya sambil membalas dengan tawa manisnya itu

Benarkan dugaanku? Kata yang baru pertama kali ku ucapkan padanya, memang benar terasa aneh dan mmm sedikit memalukan bagiku meski bibir ini dengan lancar mengejanya, tapi lama kelamaan akan terbiasa dan menyenangkan,hehehe

“apa kau punya waktu jagi?? Aku ingin mengajakmu makan malam bersama keluargaku….” Jagi?? Haha, aku mendengar tawanya lagi

“sudahlah,jangan panggil aku jagi…” bantahnya , tapi ku yakin dia ingin mendengar kata itu lagi dari bibirku

“kau malu ya?” tanyaku menggoda jahil

Tak ada respon, ku ulangi lagi “apa kau malu??”

Tak ada jawaban, yang kudengar hanyalah suara tuuuuuuuuuuttttt- aku tak bisa menirunya,yah seperti itu. Aku mendesah pelan, tangan kananku melepas headset yang menggantung di kedua telinga,sedangkan tangan kiriku menyender di stir. Mengendalikan mobil. Tangan kananku beralih merogoh saku celana dan mengambil ponsel di dalamnya. Ku buka ponsel dan menatap layar,ternyata tak ada signal.

Dan entah kenapa aku terus menatap layar ponsel, tanpa focus mengemudikan mobil. Mungkin aku melamun, dan terlalu memikirkan pujaan hati. Lamunan yang bodoh tersadar saat mobil yang melaju kencang di depanku mengklakson keras, karena terkejut aku tidak bisa mengendalikan mobil, sungguh saat itu pikiranku panic dan tanganku bergetar hebat.

Ciiiiiiiiiiiiitttttttttt……

Mobilku terpelenting jauh, berputar beberapa kali, terbalik dan ambruk.  Seluruh badanku berlumuran darah, aku juga merasa sakit di bagian dada, saat ku raba sesuatu merobeknya, sepertinya sebuah besi.  Ditanganku juga terdapat sebuah besi yang berhasil masuk kedalamnya. Aku juga merasakan panasnya darah kental yang terus-terusan keluar dari belakang kepalaku, mungkin saat mobil terbalik kepalaku membentur sesuatu yang terlalu keras, apa itu, aku tak tau.

Kalian pasti akan berpikir bahwa itu terasa sangat sakit bukan? Tapi tidak bagiku, itu sama sekali tidak terasa sakit. Dan saat itu aku berpikir apa aku sudah tidak berada di dunia ini lagi?

Dari sudut pandanganku yang mulai remang-remang aku juga melihat mobil yang kutabrak terpelenting dan terbalik. Indra penciumanku yang masih berfungsi itu mencium sesuatu yang amat keras, sperti bau bensin.  Mobil itu mulai berasap.

Di saat yang sama, aku berusaha keluar dari tempat yang sempit ini namun tubuhku tak mampu bergerak. Yang dapat ku lakukan hanyalah bergumam –tolong aku—  aku berusaha lagi, namun hasilnya tetap sama. Aku tak mau buang waktu, di saat-saat terakhir ini, disaat diriku yang akan menemui Tuhan, ku sempatkan diriku mengingatnya lagi, hari-hari yang kulalui bersamanya. Sungguh manis dan tak ingin kulupakan, pikiranku yang dipenuhi oleh dirinya akan selalu kubawa hingga betemu Tuhan nanti.

Saat mataku mulai tertutup, aku mendengar  ledakan keras dari arah mobil yang terbalik beberapa meter dariku. Sangat keras dengan gumpalan asap yang berlomba-loba mengerubungi  udara.

Saat mataku sudah tertutup. Yang kulakukan hanyalah menunggu ledakan yang dahsyat dari dalam mobilku, terus menunggu.

_Flashback End_

***

20 July 2009

~Tiga tahun kemudian

Aku tak mengerti kenapa orang-orang yang berada disekitarku terlihat panic dan buru-buru. Orang-orang yang memakai baju putih itu beberapa kali mencek mesin pendetak jantung yang berada di sebelahku. Mencatat data-data yang tertera, aku sempat berpikir, apa mereka malaikat yang akan membawaku menghadap Tuhan? Namun pikiran bodoh yang terlintas itu berubah saat orang yang berpakaian putih –yang lain– berteriak “dokter,dokter,pasien….” Ya kira-kira seperti itu. Otakku yang masih terasa sakit ini belum mampu mencerna perkataan mereka, mm mungkin belum stabil.

Dan aku mulai berpikir, Kenapa aku belum bertemu dengan Tuhan? ? Apa sesuatu terjadi? Aku mulai mencoba mengembalikan memori masa lalu. Tabrakan itu? ya aku mengingatnya meski otak-otakku berdenyut seperti berperang di dalam kepala,rasanya sangat sakit. Mungkin aku tidak boleh berpikir terlalu keras.

Salah seorang yang berpakaian putih-putih– tadi menghampiriku dan tersenyum. Ku tebak dia seorang perawat. Perawat itu seperti menggumamkan sesuatu,tapi otakku belum mampu mencernanya. Aku butuh pengulangan.

Perawat itu lalu pergi dari hadapanku. Dan ruangan yang kutempati perlahan-lahan kosong,diriku yang lemah hanya ditemani mesin-mesin yang memekakkan jiwa. Jika kalian berada diposisiku,ku yakin kalian tak kan mampu untuk menerimanya. Ini sungguh berat, ingin diriku menangis,tapi untuk apa? Semua sudah terjadi,tak perlu aku menyesalinya. Ketika diriku memandang satu-persatu mesin yang berkerumunan disekitar, aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri begitu parahkah kecelakaan itu?

Beberapa lama kemudian, seseorang memasuki ruanganku dengan pakaian hijau lumut serta topi yang menutupi seluruh bagian kepala,ia juga memakai masker yang menutupi separuh wajahnya, aku tak kenal siapa dia.

Orang itu menghampiriku, disela-sela matanya terlihat air bening keluar perlahan. Apa dia menangis?

Orang itu-membuka masker dan tersenyum padaku. Omona….aku ingat, Eomma?? Rasanya lama aku tak berjumpa dengannya. Eomma terduduk di bawah ranjang seraya mengelus-ngelus tanganku lembut. Aku sungguh beruntung karena masih dapat mengingat oemma. Ia bersender keranjang dengan masih terisak, dipasangnya lagi masker yang sempat dilepasnya. Aku tak dapat menoleh kearahnya karena gip yang terpasang di leherku mencengkram kuat. Lama aku tertegun. Memikirkan eomma yang terus berada disampingku dimasa-masa aku kritis.  Aku mendengar isakan eomma, terasa menyayat hatiku. Aku juga ikut menangis dalam diam. Terimakasih Tuhan,kau masih memberi kesempatan hidup untukku. Terimakasih.

~4 bulan kemudian

Semua kembali berjalan normal.  Cukup cepat perkembanganku selama 4 bulan ini. Kata dokter aku sudah pulih dan bisa pulang esok hari. Gip yang membaluti leher, lengan dan kakiku sudah dapat dilepas. Kalian tau? Betapa senangnya perasaanku. Itu semua berkat orang-orang yang kusayang, demi mereka aku bertahan. Demi orang-orang yang selalu berada disampingku memberi dukungan.  Ditemani eomma,appa, Tia,adik perempuanku dan Hyun-A noona. Namun masih ada satu orang yang belum kuketahui keberadaannya, seseorang yang terus kupikirkan, seorang gadis yang sama sekali tidak special.

Aku sedikit kecewa padanya, empat bulan semenjak aku koma selama  tiga tahun, ia tidak pernah menjengukku. Jika aku bertanya kepada orang lain tentang dirinya,keberadaa dan keadaannya, semua pasti memilih diam dibanding menjawab pertanyaan itu. Menjengkelkan!

Ku sambar ponselku, mencari kontak nama gadis itu, aku ingin menelponnya lagi, 4 bulan ini aku selalu menelponnya tapi yang kudapat hanyalah suara operator yang memberi tahu nomor yang kutelpon tidak aktif.

“maaf nomor yang anda tuju tidak aktif,cobalah beberapa saat lagi…” begitu aku menirunya

Aku kesal dan hampir membanting ponsel. Namun kuurungkan niatku, ponsel ini kan mahal,sayang kalau dibanting,hehehe ^^a.

Aku memang sedikit aneh,sesuatu kesalahan terjadi pada diriku. Gadis yang sama sekali tidak penting tapi aku terus-terusan resah dibuatnya. Apa aku memendam rasa padanya? Ani-ani, wanitaku hanya Hyun-A noona hanya dia! Titik!!

Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku butuh gadis itu, sahabatku.

Beberapa kali kuhubungi tapi tetap tak ada jawaban. Ku acak rambutku kasar, aku sudah berencana untuk mengunjungi rumahnya sepulang dari rumah sakit nanti. Lihat saja aku akan memarahimu Min-Gi!!

“menelpon siapa??” Tiba-tiba eomma sudah berdiri disamping ranjang melihatku dengan heran.

“Min Gi,setiap aku menelpon dia tidak pernah mengangkat….” Jawabku kesal

Eomma tidak merespon

“eomma,apa sesuatu terjadi padanya selama aku kritis?? Apa dia buat masalah? Ya ya,pasti begitu,dia kan orang yang menyebalkan dan si ratu masalah….!!!”

Eomma tidak menggubris omelanku,dia malah buru-buru keluar dari ruangan tempat aku dirawat.

“kenapa dengan eomma??”

Beberapa saat kemudian eomma menghampiriku lagi dengan sehelai kertas tergenggam ditangannya.

“apa itu…?” tanyaku

Oemma duduk di ranjang dan menatap kedua bola mataku. Seperti ada sesuatu yang bersembunyi di balik kedua bola matanya. Dia menangis.

“eomma kau kenapa??” tanyaku heran seraya memeluknya

“sepertinya……ini waktu yang tepat! Kau harus mengetahuinya…” ujarnya terbata-bata

Kata-katanya dan sikapnya itu membuatku bingung.

“maksud oemma??”

Oemma memberiku kertas itu dan menyuruh untuk membacanya

“pendonoran jantung….”

Ku lirik eomma yang masih terisak. Aku terus membaca hingga akhir. Lidahku terasa kelu saat aku membaca “pendonor Hwang Min-gi, penerima Lee Joe…”

“ini bohongkan?” kutatap eomma, kerutan-kerutan kecil mulai terbentuk di keningku. Ini tidak mungkin.

Eomma menggeleng “dia melakukannya…”

“bohong!!!!” elakku seraya berteriak

“anio!!! Itu benar,dia rela melakukannya demi dirimu!!”

Tanganku bergetar hebat, pori-pori telapak tanganku perlahan mengeluarkan air. Aku bingung. Tolong katakana padaku yang sebenarnya!

“tidak mungkin!!!” aku berteriak

Eomma menyentuh bahuku,menggenggamnya erat “ mungkin kau tidak akan ada jika ia tidak mendonorkan jantungnya!!”

“eomma!! Kenapa kau tidak menolak??” kudorong eomma dengan kuat, mungkin perlakuanku ini salah, tapi aku tidak mampu menahan perasaanku. Aku bingung

“eomma sudah mencoba,tapi ia tetap bersikeras melakukannya, eomma tidak bisa menolak!”

“babo!!!!” aku berteriak lagi, air bening itu akhirnya turun membasahi pipi

“mianhae…..”teriak eomma disela-sela tangisnya

“kalau kau ingin aku hidup,kenapa tidak cari pendonor lain heh ??” maaf eomma aku tidak bisa menahan lagi perasaanku

“sudah, kami coba tapi tidak ada yang berhasil….”

“arghhhhhhhhhh……..!!!!” kuacak rambutku. Aku bingung,sedih. Semua perasaan itu bercampur dalam diriku.

Aku menyesal  kenapa saat itu aku meninggalkan dirinya sendirian disana?? Min Gi, kenapa kau melakukannya??

_Flashback_

14 January 2006 Sebelum kecelakaan itu terjadi

Min Gi POV

Kulirik arlojiku beberapa kali. Perasaanku kesal dan sedih. Sudah 1 jam lebih aku menunggunya disini. Ya memang kami sudah buat perjanjian,tapi dia selalu tidak tepat waktu, yah aku memakluminya. Dasar kakek tua!!

Aku terus memaki-maki dirinya. Memaki sambil menunggu. Aku sudah berniat untuk membatalkan perjanjian ini, namun kuurungkan niatku, perasaanku yang ‘tolol’ ini masih berpikir untuk menunggunya. Ya aku rela menunggunya sampai kapanpun. Aku tidak boleh membohongi perasaanku sendiri. Ya aku mulai menyukainya. LJoe, Sahabat kecilku.

Ku rebahkan wajahku menatap langit. Awan-awan yang tadinya putih bersinar kini menjadi hitam kelam. Sebentar lagi air langit itu akan turun membasahi kota Seoul.

Kuhentakkan kakiku ke tanah, beberapa kali. Aku mulai merasa bosan. Yang dapat kulakukan saat ini hanyalah memainkan ponsel dan jemari-jemariku. Membaliknya beberapa kali. Mengetik sesuatu yang tidak jelas. Aku mencoba menghibur diri.

Aku melihat seseorang dari kejauhan berlari menghampiriku, dia terlihat buru-buru dengan penampilan yang berantakan. Aku tersenyum saat melihatnya berdiri di depanku

 “maaf aku terlambat….”ujarnya sesal

“mm…aku maklumi….!! Kau kan memang kakek tua yang sering terlambat!!” omelku kesal 

“hah, maaf, Min Gi aku masih ada urusan, bagaimana kalau kita batalkan janjian hari ini, ada yang perlu ku selesaikan…”

Pipiku menggembung, mulutku membentuk kerucut. Aku benar-benar kesal.

“hehe… ayo lah….” Dia mencubit kedua pipiku, menggodaku lagi

Aku hanya mengangguk tak jelas, kalian mungkin berpikir aku bodoh,ya bodoh karena dirinya.

“baiklah….aku pergi….”

“ya…jakkaman!! Kau mau kemana??”

“aku akan melakukannya…doakan aku….!!” Sautnya dari kejauhan

“maksudmu??” teriakku

“kau pasti tau, Min Gi…aku menyayangimu…”

Aku berpikir, mmmmmungkin kah???

“Joe-ya berjuang!!!!” Apa aku harus bersikap seperti ini ? berpura-pura?

Ku tatap Ljoe yang semakin menjauh, kabur dari pandanganku. Betapa bodohnya diriku mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaiku. Mungkin aku hanya sebagai sahabat baginya.

Tes…Tes…

Air hujan perlahan turun, satu-persatu membasahi kepalaku. Ku buka telapak tanganku hingga menengadah,ku rasakan air yang turun deras memburu tempat-tempat incarannya. Lama-lama semakin deras.

Aku menangis,tangisan yang tak ada gunanya

Aku bergumam “Joe-ya, kau bohong!! Kau sama sekali tidak menyayangiku, kau hanya menyayangi Hyun-A unnie kan??  Buktinya kau lupa hari ini ulang tahunku…. ”

Aku berdiri di taman ini, seorang diri menunggu teduhnya hujan.

Min Gi POV end

_Flashback End_

***

Dua tahun kemudian 23 November 2011 ( 4 tahun setelah pendonoran itu)

Aku terus menatap batu nisan itu. Batu yang mengukir namamu dengan indah. Aku menaruh sebuket tulip di salah satu sisinya. Serta memanjatkan doa untukmu, semoga kau mendengarnya di surga.

Tak terasa air mataku kembali jatuh, menyesal, sedih. Aku tidak bisa memaafkan diriku yang bodoh ini, aku terlalu buta. Maaf saja sangat tak cukup. Tuhan tolong hokum aku!!

“ahjussi….”

Lamunanku buyar, seorang anak kecil menghampiriku. Aku tersenyum melihatnya lalu tanganku menyambar dan menggendongnya.

“kau berat…” candaku

Dia tertawa manis

“jangan lari dari ibumu!!!” ujarku

Anak itu tersenyum “eomma….” Ia melambai-lambai ke seseorang.

Aku tersenyum dari kejauhan. Hyun-A noona menghampiriku.

“yeogeun-ah, jangan ganggu ajusi, ikut eomma…” Hyun-A menarik lengan yeogeun dan kembali masuk ke mobil.

Aku tersenyum lagi, Min Gi ya jika kau berada di sisiku, kita akan punya anak yang menyebalkan seperti dirimu, hahaha

Aku tertawa dalam sedih

Min Gi ya, kau tau

Saat aku menatap langit, hanya satu dalam pikiranku yaitu DIRIMU

***

Neol sarang haji malgeol
Geunyang neol mannaji malgeol
Aye an manna neunge na eulgeol
Hajiman huhwe neun neujeot na bwa

No No No No No
Nun mureun No No No No No
Apeumeun No No No No No (I hate that I love you so)
Ibyeoreun hagi shilheo

By C-real – No no no no no

THE END

***

Maaf kalau FF nya hancur T^T mohon komennya ya… gomawo ^^

Advertisements

3 thoughts on “HEAVEN

  1. can i cry?? i said NO!!
    bcause Rightnow L.Joe jagii is with me…wkwkwkwk *rebutan sama thor*

    kereeen critanyaaa.. feel nya bs sampe ke reader… tapi kyanya aq masih miss deh.. itu L.Joe sdr gak kalo Min gi suka sma dia.??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s