THE PARALYZED part 7

The Paralyzed part 7

( Apapun akan ku lakukan !!!)

Author : Choi Mina aka me

 Main Casts : L.Joe (Teen Top), Kim Jay Yoo/Kim Jia (imagination), Niel (Teen Top), Hwang Min Gi (author)

Support Casts : Teen Top, Kyu (imagination)

Genre : action,romance

Rating : Pg17

Disclaimer : jangan lupa untuk tetap mendengarkan lagu Agnes Monica – Paralyzed ^^

oh ya, di part ini dan seterusnya, Niel aku jadiin sebagai salah satu pemain utamanya…

and satu lagi,maaf yah author ga pernah bikin gambar ilustrasinya…hehehe  😀

Happy Reading ^^

***

Last Episode

Niel tersenyum “kalau aku dibunuh oleh perempuan secantik dirimu,aku rela!!”

“KAU!!!”

Niel tertawa lalu memelukku “baguslah kalau kau ternyata memang perempuan….. “

Niel menunduk dan berbisik di telingaku

 “aku menyukaimu….jadilah ke kasihku….”

Heh?

Last Episode End

***


Jay pov/ Jia pov

Ku angkat kepalaku yang sempat ku rebahkan. Ku palingkan wajah menatap pria yang duduk di depanku saat ini. Matanya lurus menatap kedua bola mataku. Dan bibirnya yang tebal itu membentuk sebuah senyuman.

Huh… Tuhan kenapa pria ini selalu mengikuti kemanapun aku pergi? Semenjak kejadian semalam,dia terus-terusan bersikap seperti itu padaku. Aishh..kenapa dia mengetahui identitasku?? Dan kenapa harus dia?

Ku edarkan pandanganku ke semua sudut kelas, namun aku hanya mendapati diriku berdua dengannya. Aku tidak melihat teman-teman yang lain.  Changjo dan Rickypun mereka juga tak ada disini. Aish… Ku acak rambutku kencang.

Sepertinya ini hari sialku!!

Ku rebahkan lagi kepalaku diatas meja, namun dengan cepat Niel mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya yang besar itu.

“kau mau apa??” tanyaku dengan nada yang meninggi

“hehe…” tawanya tak jelas

“berhenti tertawa!!” teriakku seraya melepaskan kedua tangannya yang menempel di kepalaku

Niel, kau menyebalkan!!

“tak kusangka,pahlawan kita adalah seorang perempuan!!hahaha….”

“issssssss…diam!!!nanti ada yang tau!! Brengsek!!” teriakku panic seraya menutup mulut Niel

“dari mana kau belajar berkata seperti itu?”

“diam!!!”bentakku

“hey,kalian….”

Aku dan Niel serentak memalingkan wajah ke seseorang yang tengah berdiri di depan pintu kelas. Dia Kyu

“Jay-ah…” teriaknya lalu menghampiri kami

“seseorang mencarimu….mmm….tampaknya dia pacarmu…hehehe….”

“pa-pacar??” ulang Niel kaget

Ku pukul kepala Niel dengan setumpuk buku yang ada di atas mejaku.

“sepertinya Min Gi…”kataku lalu berlari ke luar kelas

***

“sudah lama menunggu??” tanyaku pada gadis yang sedang menyandar ke pintu mobil van berwarna putih

Gadis itu menatapku lalu tersenyum

“tidak kok…..”

“kau sendiri??” tanyaku

Dia mengangguk sekenanya. Ku tepuk bahunya pelan seraya tersenyum “sejak kapan kau pandai menyetir??”

Dia hanya tersenyum tipis

“ngomong-ngomong kau sudah minta izin kan masuk kesini??”tanyaku

“yah…tentu saja….sekolahmu luas sekali…..aku ingin kembali kemasa sekolah lagi…..” akunya

Ya..Min Gi adalah seorang mahasiswi yang sedang menuntut ilmu di Sidney dengan jurusan teknik design. Meski umur kami hanya berjarak beberapa bulan, tapi Min Gi lebih dulu menjadi seorang pelajar ketimbang diriku.

Min Gi sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Appa kami adalah rekan kerja dan menjalin persahabatan hampir dua puluh tujuh tahun. Yah mereka sudah menjadi sahabat semenjak duduk di bangku SD. Karena itu, aku dan Min Gi juga saling dekat karena orang tua kami.

Aku, Min Gi dan kembaranku Kim Jae Yoo sangatlah akrab. Karena keakraban itu lah yang membuat Min Gi lama-lama memendam rasa pada oppaku. Ia mencintai oppa sudah lama,semenjak kami bersama,mmm…yah aku ingat saat itu kami berumur sebelas tahun.

Tapi,oppa sudah pergi meninggalkan kami setahun yang lalu. Saat itu oppa berurusan dengan geng bullyer di sekolahnya. Mereka di kenal dengan B3B, memang dulunya aku adalah fans dari salah satu anggota geng itu,dulunya aku belum mengetahui sikap mereka yang sangat kasar pada orang lain,selama ini aku menganggap mereka sebagai siswa teladan di Gyungju dengan disertai kepintaran yang luar biasa,tak jarang siswi-siswi dari sekolah lain maupun sekolahku menggilai mereka. Namun perasaanku berubah saat mengetahui bahwa mereka lah yang membunuh oppaku.

***

-Flashback-

Setahun yang lalu, aku menunggu oppa di halte bus janjian kami. Hari itu bertepatan dengan hari ulangtahunnya. Kami berencana mengunjungi Amusement park untuk merayakan hari special itu. Sebelumnya kami sudah minta izin ke pihak sekolah untuk keluar malam.

Saat kami berkeliling, tiba-tiba saja empat orang berseragam mendekati kami. Ku lihat mereka memakai seragam yang sama dengan milik oppa. Aku mulai merasa takut karena mereka membawa beberapa senjata tajam. Akupun berlindung di belakang tubuh oppa seraya memeluk tubuhnya dari belakang

Salah seorang dari mereka berjalan ke arah kami. Perlahan jemarinya yang kurus bergerak menepuk pipi oppa pelan,namun semakin lama tepukan itu semakin kencang. Orang itupun melepaskan pelukanku dengan paksa dan membawa oppa pergi menjauh. Sedangkan tiga sekawanannya yang lain berusaha untuk menggangguku. Akupun berusaha berlari semampuku dan mencari oppa.

Aku berhasil mengikuti oppa, ia dan pria itu berjalan tak jauh di depanku. Tak lama kemudian kami memasuki daerah yang cukup sepi. Pria berseragam itu menyeret oppa memasuki sebuah gedung tak layak pakai. Di pintu masuk aku melihat tiga orang berdiri menunggu kedatangan oppa. Mereka juga memakai seragam yang sama. Pria yang tadinya membawa oppa,dengan kasar mendorong tubuhnya hingga tertelungkup di lantai. Aku hanya membelalak melihat mereka memperlakukan oppaku.

Kemudian aku melihat salah satu pria yang tadinya berdiri di pintu masuk mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sejumlah uang! Ternyata mereka orang suruhan. Kejam!! Mereka ingin melakukan itu hanya karena uang?

Orang-orang suruhan itupun pergi meninggalkan ‘bos’ mereka dan juga oppaku. Samar-samar indra penglihatanku mampu melihat wajah mereka dengan jelas. Omona!! CAP,Chunji dan…. L.Joe ??  yang mereka anggap sebagai Prince itu??

 Awalnya otakku berpikir kalau itu bukanlah mereka,tapi semakin lama aku melihat mereka, aku semakin yakin kalau mereka ternyata adalah para gangster yang suka membully orang-orang lemah . Aku tak percaya, orang yang memiliki kegeniusan yang luar biasa mampu berbuat kejam seperti itu. Aku tetap tak percaya! Dan orang yang ku kagumi lah yang melakukannya. Ternyata selama ini aku salah memposisikan diriku sebagai fan mereka, aku memang bodoh!!

L.Joe yang mereka sebut sebagai ketua Geng itu mendekati oppa dan menarik lengan bajunya hingga membuat oppa berdiri sejajar dengannya. Lalu kepalan tangannya bergerak mengarah tepat mengenai perut oppa. Ia memukulnya berkali-kali. Dan menyeret oppa hingga ke atap gedung. Aku juga mengikuti mereka. 

Setibnya di atap, orang berseragam itu dengan tidak ‘berkeprimanusiaan’ menghajar oppa lagi. Dua sekawanannyapun ikut bergabung dan mulai memukul tubuh oppa yang kurus. Air mataku perlahan jatuh dan tak berhenti. Satu pukulan satu tetesan air mata. Aku tak tau harus berbuat apa,pikiranku saat itu sangat kacau. Bingung, marah bercampur sedih.

Lagi-lagi aku melihat oppa dipukuli, di tendang  sampai babak belur. Wajahnya membiru dan bengkak serta di lumuri darah. Kemeja yang ia pakaipun ikut bersimbah darah. Aku tak sanggup melihat oppaku. Dia terkulai lemas di lantai dan tak bisa melawan.  

Aku mendengar salah seorang dari mereka berteriak memanggil nama L.Joe. Mereka seperti membicarakan sesuatu dan aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

Di saat seperti itu,otakku yang bodoh ini,baru berpikir untuk memanggil polisi, ku pukul kepalaku dengan keras. Aku berteriak dalam diam. Babo-Babo-Babo! Kenapa aku tidak memanggil polisi? JIA KAU BODOH!!!

Aku berlari menuruni tangga dan segera memanggil polisi.

***

“oppa!!!!”

Aku berteriak kencang saat melihat oppaku terkulai bersimbah darah di atas aspal. Tubuhnya remuk dengan darah terus-menerus keluar dari dalam kepala dan mulutnya. Air mataku mengalir deras seiring dengan teriakanku. Berkali-kali aku memanggil namanya meski ku tau dia tidak akan menyahut. Dalam keadaan terisak ku pandangi lantai atas gedung itu.

Apa mereka mendorong oppa dari sana?? Mereka KEJAM!!!

 Polisi yang tadinya bersamaku segera memasuki gedung dan mencari tersangka,namun mereka tidak menemukan orang yang dicari.

Suara serine ambulance serasa menusuk kedua telingaku. Terasa sakit, sangat sakit. Serine yang mengiringi kepergian oppa.

Aku tidak rela! Aku sungguh tidak RELA!!!

***

Beberapa hari setelah kejadian,keluargaku meminta polisi untuk menyelidiki pelaku. Tapi polisi hanya bungkam dan tak berusaha untuk membantu kami. Padahal aku sudah memberikan keterangan tentang si pelaku beserta identitas lengkap mereka. Tapi polisi tetap tidak percaya,dan menganggap kejadian ini adalah peristiwa bunuh diri.

Otakku berpikir, apa mereka juga di bayar?

Semenjak saat itu, aku bertekad untuk menghabisi orang yang membunuh oppaku dengan tanganku sendiri.

-Flashback End-

***

“YA!!!” seseorang berteriak seraya memegang lenganku dengan kuat. Min Gi tengah berdiri di belakangku

Hey, kenapa dia?

Aku menatap pria yang berdiri di depan kami

Heh, ternyata orang ‘busuk’ ini?

“apa heh?” ujarku seraya mendorong tubuhnya kasar

“mau mengganggunya?” kataku dan mendorongnya lagi, berkali-kali aku mendorong, L.Joe tetap berusaha bangkit

“apa hubunganmu dengannya?”tanya pria itu

“heh…dia pacarku….wae??” tanyaku balik seraya kembali mendorong tubuhnya membuat ia mundur beberapa langkah

“heh…benarkah??dia tunanganku….!!!”

“dia tak pantas ditunangkan dengan laki-laki brengsek seperti dirimu!!” makiku

Dengan tatapan penuh kebencian, L.Joe mendekatiku dan meninju wajahku. Kepalaku terasa pusing dan wajahku terasa sakit sekali.

Jika ia tau kalau aku perempuan,apa dia akan melakukannya??

“tidakkkkk!!!” Min Gi yang tadinya berdiri di balik punggungku, berlari ke depan, merentangkan tangannya mencoba untuk melindungiku. Akupun bisa mendengar suara tangisnya.

“hiks…ber-ani-ber-aninya kau memukul perem-!”

Ku tutup mulut Min Gi cepat. Jika terlambat beberapa detik, semua identitasku akan terbongkar.

L.Joe menatap kami dengan heran.

“ Min Gi pergilah,suasananya sedang tidak mengenakkan….!!”  Ujarku dan mendorong Min Gi untuk masuk kedalam mobilnya. Ia pun menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan kami.

Sementara itu L.Joe masih memandangiku dengan heran

“wae???kau tidak suka??” tanyaku marah

L.Joe hendak memukulku lagi, namun tangannya itu cukup lambat untuk memukul wajahku karena seseorang melindunginya. Niel

“laki-laki tak tau diri!!!”

Niel memukul wajah L.Joe hingga ia terjatuh.

Ku tatap Niel dengan heran. Sejak kapan dia berani memukul orang??

“kau tak papa??” tanya Niel khawatir lalu memegang wajahku yang terkena pukulan

“ne….aku tak papa,hanya saja kepalaku terasa pusing….”

“naiklah ke punggungku…” tawar Niel

Ku pukul bahu Niel dengan keras

“babo!!!” ujarku

“wae???” teriaknya

“HEY! KAU!!”

L.Joe berdiri lalu memukul wajah Niel. Aku sedikit terkejut dan membalas memukul L.Joe.

“beraninya kau memukulku??” teriak L.Joe dan memukul Niel lagi

“YA!!! kau sama sekali tidak punya urusan dengannya!! Musuhmu adalah diriku!!!” teriakku kencang dan mendorong tubuh L.Joe sekuat yang aku bisa.

“ayo kita pergi…” ujarku kesal dan menarik Niel

“YA KAU!!” L.Joe kembali bangkit dan menunjuk Niel

“Kau akan mati!!!” teriak L.Joe

Niel meludah “BUNUH SAJA AKU!!! AKU TIDAK TAKUT!!” balasnya berteriak dan menarik tanganku membawaku pergi dari sana

Aku terus berusaha menyamai langkah kakiku dengannya. Niel berjalan terlalu cepat. Karena merasa tertinggal, aku langsung berteriak dan memanggilnya dengan keras

“Niel-ah….!!!”

Dia berhenti tanpa menoleh kebelakang. Aku menghampirinya. Ku tatap wajahnya sebentar, lalu tanpa kusadari tanganku bergerak menampar wajahnya.

“babo!!! Untuk apa kau melakukannya? Kau ingin jadi pahlawan??” bentakku kesal

Niel tidak menjawab. Wajahnya menatapku sebentar lalu memalingkannya.

“kau akan berurusan dengan mereka!! Kau hannya akan membuat masalah!! ” bentakku lagi

Namun Niel tetap diam. Aku mendesah pelan.

“kenapa kau melakukannya? Kalau dia benar-benar akan membunuhmu, bagaimana?? Kau gila!!!”

Niel tidak menjawab. Tangannya dengan cepat memegang wajahku. Kini wajahku sejajar dengan wajahnya.

Niel menatapku lama. Kedua bola matanya menatap lurus kedalam mataku. Saperti ada sesuatu di balik tatapannya itu.

“aku… akan melindungi wanita yang kucintai….” Ujarnya seraya tersenyum lalu pergi meninggalkanku

Deg

***

Niel ? ? ?

Apa kau serius? ?

Apa kau tak menyesal ? ?

Untuk apa ? ?

Ku mohon jangan lakukan apapun untuk ku ! !

Aku takut bila kejadian yang dialami oppaku akan terjadi padamu ! ! !

Ku mohon jangan lakukan ! ! KU MOHON !!!

***

To be continued

Don’t forget to RCL Kamsa 🙂

 

Advertisements

One thought on “THE PARALYZED part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s