THE PARALYZED part 5

The Paralyzed part 5

Author : Choi Mina aka me

 Main Casts : L.Joe (Teen Top), Kim Jay Yoo (stranger), IU (singer),Hwang Min Gi (author) *nongol lagi?* he XD

Support Casts : Teen Top

Genre : action

Rating : Pg17

NB : udah part 5 aja nih ff….meski ff ini tambah rada aneh,tapi aku harap ga ada yang jadi silent reader yah,aku sangat benci itu!!!!,tapi kalau chingudeul bacanya di hape aku maklumin kok ^^

and jangan lupa untuk tetap mendengarkan lagu Agnes Monica – Paralyzed ^^

Happy Reading ^^

***


Aku terus menundukkan wajah tanpa melihat sekeliling. Kuperkuat genggaman tanganku pada IU. Mencoba untuk menahan rasa malu yang kupendam. Ku harap wajahku tak semerah seperti kejadian di toilet sekolah lalu. Hah,kenapa jantungku bergerak dengan tempo yang cepat? Apa aku jatuh cinta??…. Pada JAY?? ANI!! ANI!! Tidak mungkin. L.Joe,kau pria normal…NORMAL!!!!

“tunggu disini,sebentar lagi supir akan menjemputmu! Arasso???” ucapku pada IU yang tengah memasang tampang cemberut

Tanganku yang mulanya menggenggam tangan IU perlahan bergerak menyentuh pipinya,merapatkan kedua tanganku di pipi yang lembut itu. Kepalaku kutunduk hingga aku benar-benar dapat melihat dengan jelas wajahnya.

“kau marah padaku??”tanyaku. IU tidak menjawab.

Ku ulangi lagi “kau marah padaku?”

Wajahnya yang menunduk, perlahan menengadah sejajar dengan wajahku.

“oppa,maaf kan aku….”

“untuk apa?” tanyaku dengan ulasan senyum yang terukir. Sudah lama aku tidak tersenyum.

“maaf karena aku sudah mengganggu mu hari ini….” Ujarnya pelan

“IU-ya…kau tidak pantas berkata seperti itu….”ujarku

“maaf karena aku sudah mempermalukanmu di depan semua orang…”ujarnya lagi

“ani…untuk apa kau meminta maaf? Sudahlah lupakan…”

“oppa…maaf….” Ujar IU dan perlahan air bening jatuh membasahi tanganku

“hah,kenapa menangis??”

IU tidak menjawab,di lepaskannya genggaman tanganku, lalu menghapus air yang sempat membasahi wajahnya yang mulus

“sini…peluk aku…”ujarku seraya menarik tubuhnya mendekat ke tubuhku. Ku peluk dirinya erat. Seolah tak mampu untuk menyuruhnya pergi jauh.

“aku sayang padamu….” Ucapku lalu mencium keningnya pelan. Aku sangat menyayanginya, meski tak ada ikatan darah di antara kami

Tit Tit…

Ku lepas pelukanku,dan menatap mobil yang tengah berhenti di depan kami. Seorang bapak tua turun dan dengan segera membuka pintu mobil.

“ayo sana,jemputanmu sudah tiba,tuan putri…” ucapku

“ne…” IU melangkah memasuki mobil.

“oppa…aku lupa sesuatu….” Teriaknya dari kaca mobil

“apa?” tanyaku

“sini…” IU menyuruhku untuk mendekat ke kaca mobil yang terbuka

“lebih dekaat…” ujarnya dengan imut. Apaan sih??

IU menarik tanganku dan membisikkan sesuatu

“sebenarnya tujuanku ke sini untuk mengatakan sesuatu….”bisiknya pelan. Hah,apa sih? Cepat katakan? Bikin penasaran saja!

“kalau oppa akan………akan di jodohkan….!!!”

“APA????” teriakku sedikit kaget

“ayo pak supir,jalan….”

Perlahan mobil bergerak menjauh,membiarkan diriku berdiri termangu di depan sekolah. AKU….DI JODOHKAN???? MICHIN!!!

Drrrttt….

Ku raba saku celanaku. Segera ku sambar ponsel yang tengah bergetar.

~~~Someone(?) Calling~~~

Hah,wanita ini…

“yoboseyo….” sautku

“kau sedang dimana?”

“di sekolah…”

“pulanglah sebentar…”

“wae???”

“aku sudah meminta izin ke pihak sekolah,ku tunggu duapuluh menit,arasso??”

Tuut————-

***

Aishhh… Perjodohan?? Kenapa tidak ada yang beritahu? Keluargaku sudah gila!

“ya! tersenyumlah…aku tidak mau kalau mereka melihatmu seperti itu…”nasehat  wanita yang duduk di sebelah appa,dia yang menelponku beberapa menit yang lalu.

Aku mendesah pelan “untuk apa perjodohan ini? Kau sudah gila??”bentakku

“diam kau! Tak sepantasnya kau bersikap seperti itu pada ummamu!!!” appa ikut-ikut bela wanita ini

Heh? Ku lipat tanganku di depan dada “untuk apa aku bersikap baik padanya?” bantahku

“kau!!!” bentak appa marah

“cukup!” wanita itu berusaha meredam amarah appa.

Tak sepantasnya aku memanggilnya umma,dia bukan ummaku,dia yang sudah menghancurkan semuanya. Yang telah merebut appa dari wanita yang ku sayangi. Dia wanita yang membuat appa berpikir untuk menceraikan umma.

Sepuluh tahun yang lalu,saat aku berusia 9 tahun, umma dan appa bertengkar Karena masalah appa yang berselingkuh dengannya.  Umma mengetahui hubungan gelap mereka,karena permintaan umma,appapun menceraikannya.

Sejak saat itu,umma tidak pernah lagi kembali melihat keadaanku ataupun membawaku pergi. Beruntung  appa mau membesarkanku, ia juga mengasuh dan merawat IU anak kandung dari wanita itu. IU kehilangan appanya saat ia masih dalam kandungan. Aku bisa merasakan kepedihan kehilangan seorang appa. Karena itulah aku sangat menyayangi IU layaknya seperti adikku sendiri.

“kau bahkan mengenakkan t-shirt untuk acara seperti ini?” komentar appa membuat aku tersentak dari ingatan masa lalu

Aku menghela napas dalam seraya mendesah “tak perlu,cukup dengan dandanan seperti ini” jawabku tak peduli. Aku memang sedikit risih dengan masalah perjodohan ini. Sedikit ‘tolol’ menurutku.

“seperti yang kuduga”ujar wanita itu

“cepat ganti bajumu!!! umma sudah membelikan tuxedo mahal untuk kau pakai hari ini” ujar appa seraya menaruh kotak yang berukuran besar di atas meja mewah,tempat kami akan melangsungkan acara perjodohan ini.

“tidak perlu….” Bantahku dengan nada yang sedikit menusuk

Aku tidak suka dengan orang yang berusaha untuk mengatur-ngaturku.

“keras kepala!!” terdengar sautan yang amat menusuk ke dalam telingaku. Dengan cepat aku menoleh ke orang itu.

IU tengah berdiri di sampingku dengan dress selutut, rambutnya yang sedikit ikal di gerai dan polesan make up yang natural membuat dia terlihat sangat manis.

“oppa tidak mendengar ucapan appa?” tanyanya dengan kening mengerut

Hah,aku benci situasi ini,situasi yang akan membuat otakku dengan sendirinya berjalan sesuai perintah IU.

Aku diam,dan malah mengambil kesibukan sendiri.

IU menggeser kursi di sebelahku dan duduk. Dari sudut bola mataku aku dapat melihat IU yang sedang memasang tampang cemberut. Hah,tak ada jalan lain. Aku berdiri dengan malas,lalu menyambar kotak tadi.

“kau senang?”ucapku

IU tersenyum manis.

“aku akan kembali sepuluh menit…”ujarku sambil bergegas menuju toilet  restaurant

***

Normal pov

“appa,apa aku boleh menanyakan sesuatu?” IU membuka pembicaraan

“kau boleh menanyakan apapun yang kau mau….”ujar appa seraya tersenyum datar

“mmmm…..” IU berpikir sejenak, menimbang-nimbang apakah pertanyaannya ini akan membuat appanya terganggu.

“aku ingin tanya…” Setelah yakin ia pun melontarkan pertanyaannya yang membuat appa dan umma mengerutkan dahi mereka

“untuk apa perjodohan ini?”

Appa dan umma saling pandang

“apa ada kaitannya dengan perusahaan?”

Umma yang awalnya duduk dengan santai,merobah posisi duduk serta punggungnya hingga tegap

Umma langsung menjawab “ani… teman dekat appa ingin anaknya di jodohkan,karena….” Umma menoleh ke appa sebelum melanjutkan ucapannya

“karena… dia dan appamu ingin menjalin hubungan kekeluargaan……….”

IU mengangguk pelan

“mmm…orangnya seperti apa ya?” tanya IU penasaran dengan rupa kakak iparnya nanti

“yang jelas dia tidak sebodoh seperti dirimu!!” ejek umma

IU menggembungkan kedua pipinya “appa…” ujarnya mengadu

“hahaha…ummamu hanya bercanda…”saut appa seraya tertawa

IU memainkan jemarinya di atas meja,dan memikirkan pertanyaan yang lain

“mmm…apa dia orang yang sangat cantik??”

“ne…..”jawab umma singkat

“sebelumnya apa umma sudah pernah bertemu dengannya?” tanya IU antusias

“sampai kapan kau bertanya terus??” sebal umma

“appa….” Lagi-lagi IU mengadu dengan sifat kekanak-kanakannya itu

“dasar cengeng….!” Lagi-lagi umma berhasil membuat IU cemberut

“mereka datang….” Ujar appa seraya berdiri dan menghampiri  tiga orang yang tengah memasuki restaurant,seketika alunan music klasik menggema.

Yah,karena mereka kaya,apapun bisa mereka lakukan,seperti menyewa restaurant mahal untuk acara perjodohan ini.

“aishhh….mana oppamu??” gelisah umma dengan raut wajah yang dibuat sebahagia mungkin

IU tidak menyahut, ia malah sibuk memperhatikan calon kakak iparnya

“nomu yeppo….”gumamnya pelan

***

L.Joe pov

Aku terus memandangi tuxedo hitam itu. Aku tidak suka memakainya,apalagi untuk acara perjodohan. Apa yang ada di pikiran appa untuk menjodohkanku? Apa karena masalah perusahaan? Ya,aku sangat tau alasannya. Tapi apakah ini pantas untuk di sebut sebagai perjodohan? Bodoh! Aishhh…. Aku tau, pasti orang itu yang merasuki appa untuk melakukan hal bodoh seperti ini. Ya,siapa lagi kalau bukan dia? Seketika aku membayangkan wajah wanita ‘bejat’ itu.

Tapi,aku tidak mau kalau mereka tau perjodohan ini hanyalah untuk membebaskan perusahaan appa. Ya, aku harus membatalkan secara sepihak. Tapi bagaimana caranya? Apa aku harus bilang terus terang? Aishh,kepalaku saja terasa pusing hanya memikirkan ini.

Tapi,jika aku bilang terus terang,pasti appa apalagi wanita ‘bejat’ itu akan memaksaku. Hah,tak ada jalan lain, kabur,adalah cara yang paling tepat.

Aku mengangguk yakin ketika melihat ventilase toilet yang terbuka. Aku menutup beth up dan naik ke atasnya. Dan akupun mendengar langkah kaki seseorang…….

“apa yang kau lakukan? Tukar bajumu dan kembali ke meja makan! Mereka sudah menunggu!” terdengar suara appa dari balik pintu toilet yang terbuka

Hah,aku menghela napas panjang dan kembali mengambil tuxedo yang ku gantung di balik pintu.

***

“maaf menunggu lama….” Sapa appa pada orang yang ia anggap sebagai tamu istimewanya

“maafkan aku….” Ujarku seraya membungkuk. Yah,tadi aku sempat melihat wajah wanita ‘busuk’ itu melihatku dengan masam.

Ku perhatikan tamu itu, dan.. penglihatanku terhenti saat seorang wanita menatap diriku,apakah dia orang yang akan di jodohkan denganku? Mmm…. Cantik juga…

“ annyeonghaseyo….” Sapaku selembut mungkin. Dan akupun duduk berhadapan dengan wanita yang menatapku tadi. Kalau dari sini,aku bisa melihat wajahnya yang sangat cantik itu. Diapun tersenyum padaku,tapi aku tau itu bukanlah senyuman. Terasa kaku dan di paksakan.

“Min gi-ya,bagaimana?” orang yang ku anggap sebagai ajumma,menyikut lengan wanita itu pelan

“apa??” ia tampak ragu

“dia tampan kan??”

Aku ingin tertawa mendengar pujian ajumma itu.

“maksud…umm….??” lagi-lagi ia tampak ragu

“aishhh,kau ini,apa perlu umma menjelaskan padamu, siapa pria ini?” ujar ajumma seraya tersenyum bahagia

“hah???”

Umma angkat bicara “dia tunanganmu….”

“ANIYO…!!!!!” wanita yang bernama Min Gi itu langsung berdiri dan berusaha mengatur napas

Semua mata tertuju padanya.

“Maaf…..aku tidak bisa….maaf kan aku…”ujarnya membungkuk lalu meninggalkan kami semua. Dan aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu.

“Min Gi-ya!!!”

Ajumma terlihat panic dan berteriak memanggil gadis itu,sementara wanita yang duduk berdampingan dengan appa,ikut berteriak dan menoleh menatapku

Hah, aku tau maksudnya

“Aisshhh….merepotkan…”batinku

Ku susul Min gi hingga keluar restaurant,tak perlu repot-repot mengejarnya,Min Gi berdiri membelakangiku. Langsung ku tarik tangannya,hingga membuat ia terkejut

“kau tidak bisa lari dariku….. tuan putri….”

“kau….!!!” Ia tampak berusaha melepaskan genggaman tanganku

“kau tidak pantas menyentuhnya…..”

Seseorang muncul dihadapanku,lalu meraih tangan Min Gi dan menariknya kuat.

“kau….!!!”teriaknya keras seraya menunjuk diriku

“jangan ganggu dia…!!”

Mereka menghindariku dan masuk kedalam sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempatku berdiri.

“Jay?? Punya hubungan apa dia dengan Min Gi?”batinku

Heh…sangat menarik…!!!

***

To Be Continued

closing song > agnes monica paralyzed

***

Comment Please! Kamsa

Advertisements

One thought on “THE PARALYZED part 5

  1. Aku br tau ada ff ini sekarang. Telat bgt ya thor…..

    Aku suka ff-nya, penasaran sebenernya hbgn jay ama min gi itu apa?? Oke… Go to next part

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s