Ms. Ugly

Author : Choi Mina aka me

Casts : Hwang Min Gi (Author) *tak papalah sekali-kali author nongol jadi pemeran utamanye,kekeke*,L.Joe (Teen Top),Niel (Teen Top)

Genre : Sad Ending

Rating : PG17

NB : FF ini hanyalah imaginasi semata,and pastinya ff ini terinspirasi dari lagu 2ne1 yang berjudul UGLY

And happy reading all ^^

***

I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty
I wanna be pretty
Don’t lie to my face telling
me I’m pretty

I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty
I wanna be pretty
Don’t lie to my face coz I know
I’m ugly

***


Normal POV

“Aku harap ia membacanya…”

Min Gi menatap surat yang ia genggam lalu berjalan mendekati loker yang berada di depannya. Ia pun menyelipkan surat yang ia bawa di sela-sela loker itu. Min Gi menghela napas berat setelah merasa yakin untuk menaruhnya.

Tak..Tak..Tak..

Min Gi menyadari langkah seseorang mendekatinya. Iapun berlari kecil, menjauh dan berdiri di salah satu sisi bangunan yang lain. Dari kejauhan ia memperhatikan pria jangkung yang sedang berdiri tegap di depan loker ‘09L11’ tempat Min Gi menaruhkan surat pernyataan cintanya itu.

Deg…deg…deg…

Begitu bunyi getaran jantungnya,tidak teratur dan sedikit menyesakan. Bahkan Min Gi tak dapat merasakan oksigen yang berada di sekitarnya. Ia kehilangan napas untuk beberapa saat ketika melihat pria yang berambut pirang itu mengambil surat yang ia selipkan. Min Gi merasakan darahnya mengalir dengan cepat dan keringat dingin membasahi keningnya. Ia belum pernah merasakan situasi seperti ini sebelumnya. Mungkin ini lah bukti perasaan itu.

“Jangan di buang,jangan di buang…”

Ia terus bergumam

“oppa, aku mohon baca suratnya…”

“Hei,apa yang kau lakukan disini?”

Min Gi menoleh kebelakang dan melihat Kepala Sekolah tengah memperhatikan dirinya yang terlihat seperti orang bodoh.

“ayo masuk kelas,pelajaran akan segera di mulai”ujar Kepala Sekolah menasehatinya

“ne…”

Min Gi mengangguk pelan dan bergegas menuju kelasnya,namun ia teringat sesuatu. Min Gi memutar kedua bola matanya mengarah ke koridor,sayangnya ia tidak melihat pria itu lagi.

***

@Sepulang Sekolah

-Min Gi POV-

Aku sudah tau akan begini jadinya

Aku mengambil secarik kertas dari dalam tong sampah,kertas yang terlihat lusuh bagiku dan sangat menyedihkan. Kertas itulah tempat aku menuangkan semua perasaanku padanya. Puluhan kali aku merangkai puisi-puisi tentang dirinya dan puluhan kali pula ia tidak pernah membacanya.

Sekarang aku tahu,perasaan ku ini tidak kan pernah tersampaikan.

Ku buka kertas itu dan perlahan membaca lagi kata-kata yang terangkai di dalamnya

Sepi,itulah yang selalu kurasakan

Perasaan yang akan hilang jika melihatmu

Sedih,perasaan yang selalu aku takuti

Juga akan hilang jika melihat dirimu

Kau bagaikan lentera penerang bagi jiwa yang kesepian

Senyumanmu selalu membuat Mentari bersinar

Tak ku sadari air mataku mulai merambahi pori-pori pipiku. Kertas lusuh itu basah akibat air mata yang terus menetes. Aku merasa diriku ini terlalu bodoh untuk melakukan hal seperti ini. Bodoh karena cinta.

“Min Gi-ya? kau menangis?”

Seseorang bertanya padaku. Aku mengenali suara itu. Niel,dia oppaku sekaligus sahabatku.

Segera kuhapus air mataku dan menatap wajah Niel oppa dengan ceria.

“tidak! Mataku kemasukan debu”

Aku berbohong,maafkan aku Niel oppa,aku tidak mau menyusahkanmu

“hei,kau pikir aku tidak tau dengan perasaanmu itu? kau adikku,apapun yang kau pikirkan aku pasti mengetahuinya!” Niel oppa menatap wajahku lekat-lekat

Aku menggeleng “tidak! Siapa bilang aku bersedih..”

“jangan bohong!”

Aku menunduk “tidak! Aku tidak berbohong!” Aku berusaha mengelak

“Apa itu?” Oppa bertanya dan menatap kertas lusuh yang ku genggam. Buru-buru ku sembunyikan kertas itu di balik punggungku. Dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

“ayo kita pulang!”

“aku akan pulang,jika kau memperlihatkan kertas itu padaku!” Niel oppa mulai mengancamku

Aku terdiam lalu kembali menatap oppa dengan mata yang berkaca-kaca.

“kau kenapa Min Gi-ya??” tanya oppa dan menundukkan sedikit kepalanya menatap wajahku dengan leluasa

“aku…” ku sadari air mata ini keluar dengan sendirinya dan seperti biasa Niel oppa akan merapatkan kepalaku di dadanya.

“kenapa bersedih,ceritalah padaku” ujarnya lalu menghapus air mataku dengan jemarinya yang kurus

Ku tatap matanya lalu memberikan kertas itu padanya. Niel oppa melirik kertas yang ada dihadapannya.

“Apa ini surat cinta?”

Hatiku berdebar saat Niel oppa mengatakan itu.

“coba kulihat” oppa mengambil surat itu lalu membacanya

“siapa yang beruntung mendapatkan surat ini?” Ia tersenyum nakal saat menatapku

“dia Joe,teman sekelas mu” ujarku pelan,ku yakin kedua pipiku merona merah saat ku ucapkan kata-kata itu

“be-be narkah?” ia sedikit tak percaya atas pengakuanku

Aku kembali mengangkat kepalaku “aku tau,perempuan jelek sepertiku tidak pantas mencintai pria tampan seperti dirinya”

“hei,aku bukan bermaksud…” Niel oppa berusaha memperbaiki kata-katanya itu

“sudahlah,biarkan perasaan ini tersimpan selamanya…” ujarku dan merebut kembali surat itu dari Niel oppa

Niel oppa merapatkan kedua tangannya di pipiku “babo!! Kau harus mengatakan kepadanya”

“tidak! Aku tidak berani” sanggahku

“dasar penakut!”

-Normal POV-

Niel merebut surat Min Gi kemudian berlari membawa surat itu. Min Gi berteriak dan mengejar Niel di sepanjang koridor. Niel berhenti di depan sebuah kelas yang berlebel 3 b. Kelas itu adalah kelasnya dan juga kelas Joe, pria yang disukai Min Gi.

Dengan napas turun naik Niel berteriak memanggil nama seseorang

“Joe,Joe-ya!!”

Min Gi berlari menghampiri Niel dan berusaha merebut suratnya kembali,namun Niel dengan sigap melindungi surat itu dari cengkraman Min Gi

“oppa,berikan suratnya padaku!” Min Gi meninggikan nada suaranya,dan itu terdengar tidak mengenakan

“kalau aku tidak mau bagaimana?” Niel tersenyum nakal lalu kembali memanggil Joe

“oppa!!” Min Gi tetap berusaha merebut surat miliknya itu namun semua terlambat,Joe telah berdiri di depannya dan Niel

Dengan heran Joe menatap temannya itu dan menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Niel-ah ada apa?”

“maaf aku mengganggumu sebentar,adikku ingin bicara padamu” ujar Niel lalu menoleh kearah gadis gendut yang berada di sebelahnya

Joe juga ikut menoleh ke arah Min Gi

“ya ada apa?” tanya Joe seraya tersenyum. Senyuman yang membuat hati Min Gi meleleh. Min Gi ingin menjawab namun mulutnya susah di gerakkan sedangkan tubuhnya berdiri kaku seperti patung.

“mm,bagaimana kita bicara di sana saja” Joe menunjuk kesuatu arah,tepat di depan kelasnya ada sebuah taman

Min Gi mengangguk dan mengikuti langkah Joe dari belakang. Merekapun duduk di kursi taman yang dilindungi sebuah pohon besar.

“maaf,apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Joe

“mmm….” Min Gi berusaha menjawab,tapi hatinya masih merasa malu untuk itu

“maaf,aku tidak punya waktu yang banyak!”

“ah begini…” Min Gi mulai memikirkan kata-kata yang ingin ia ucapkan

“itu…surat yang selalu kau dapat setiap hari,itu surat dariku….” Ujar Min Gi pelan lalu ia pun menundukkan kepalanya menahan malu

“benarkah?? Maaf aku tidak pernah membacanya,ku kira itu hanya perbuatan orang asing yang ingin mempermainkanku”

“tidak apa….” Jawab Min Gi seraya tersenyum lebar

“tapi apa maksudmu melakukan itu?”

Deg…

Jantung Min Gi mulai bergerak seperti kejadian tadi pagi saat ia melihat Joe menyentuh surat cintanya itu,cepat dan tak tentu.

“Min Gi kau pasti bisa melakukannya…..” batin Min Gi

“mm…se-benarnya- d—d—dari dulu aku sudah menyukaimu,tapi aku takut untuk mengatakannya padamu…” Min Gi menunduk dan mengeratkan genggaman kedua tangannya,kedua pipinya merona merah

“gomawo kau sudah menyukaiku selama ini,tapi mian,aku… tidak menyukaimu,aku menyukai orang lain,maaf kan aku…”ujar Joe

“ah..aku tau …”balas Min Gi,ia pun menengadahkan kepalanya keatas menatap langit yang berwarna biru

“mianhae…” ujar Joe sekali lagi

Min Gi mengangguk perlahan seraya tersenyum simpul “maaf sudah mengganggumu…” Min Gi membungkuk

Joe balas membungkuk dan berpamitan pada Min Gi “annyeong…”

Min Gi memperhatikan Joe yang sudah jauh di depan matanya

“Hati-hati di jalan…” teriak Min Gi meski ia tau Joe tak akan mendengar teriakannya itu

Perlahan air mata Min Gi mengalir deras dari kedua bola matanya. Dengan segera ia menyeka air mata itu.

“Joe,maafkan aku kalau aku tidak bisa melupakanmu”gumam Min Gi seraya kembali menatap langit biru itu. Langit itu seperti tersenyum bahagia padanya. Min Gi ikut tersenyum melihat awan-awan putih yang menyempurnakan langit saat itu. Lalu iapun mengambil mp3 dari dalam tasnya dan menghidupkan lagu kesukaannya. Lagu yang sangat tidak pantas untuk ia dengarkan karena ia adalah Ms Ugly.

Beautiful Girl Baby
Beautiful Girl Lady
You’re my baby baby baby
negen nomu wanbyokhe

Beautiful Girl Baby
Beautiful Girl Lady

You’re my lady lady lady
ojing-nomaneul wihan i nore

by TEEN TOP – Beautiful Girl  

 THE END

***

Jangan lupa comment nya ^^ karena itu sangat berharga dan berarti bagi un =) and bagi andromeda jangan lupa buat dengerin Teen Top – Beautiful Girl ^^ kekeke

Advertisements

5 thoughts on “Ms. Ugly

  1. Bagus sih, cuma krang dpaet greget ceritnya, bikin penasaran gt, trus mengenai latarnya mending di jelasin lebih detail palagi itu benar2 nyata keren deh, hehe trus endinfnya flat gutu, masih da yg krang, hϱhϱ ganbatte!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s