THE PARALYZED part 4

Author : Choi Mina aka me

 Casts : L.Joe (Teen Top), Kim Jay Yoo (stranger), IU (singer)

Genre : action

Rating : Pg17

NB : jangan lupa untuk tetap mendengarkan lagu Agnes Monica – Paralyzed ^^

***

-Last Episode-

Lagi-lagi tidak ada sahutan. Nielpun menyerah dan berniat untuk segera meninggalkan kamar itu. Tapi ada sesuatu yang mengambil perhatiannya. Laci lemari pakaian yang tidak tertutup. Dengan rasa penasaran. Nielpun mendekati lemari itu. Dan ia menemukan…

“YA!!!  APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU??”

Niel menoleh,matanya memandang Jay yang berdiri di depan pintu dengan wajah yang masam

“Kau..?”

***


Jay menatap Niel dengan wajah yang kusut. Dihampirinya pria itu lalu beralih menatap benda yang Niel genggam. Jantungnya berdegup kencang setelah ia mengetahui benda yang Niel perlihatkan. Rasa lega tampak terpancar di wajahnya.

“kau penyuka starcraft?”tanya Niel antusias

Dengan cepat Jay merebut kaset games itu dari Niel. Lalu mendorong tubuh Niel hingga ke ambang pintu kamarnya.

“keluar kau dari kamarku!”bentak Jay cukup keras

“Yah,kupikir kau akan mengajakku bermain video games”ucap Niel kecewa

“diam!keluar dari kamarku dan jangan pernah kembali!!”marah Jay lalu membanting pintu kamarnya. Sedangkan Niel dengan wajah cemberut berjalan gontai menuju kamarnya.

***

Jay menghembuskan napas lega. “kau sudah menyelamatkan hidupku”ujarnya seraya menatap kaset starcraft

“benar juga,ternyata di waktu tertentu kau berguna,terimakasih” ujar Jay seraya tersenyum lebar

“hah,kenapa mereka menyukai permainan semacam itu? membosankan!!”

Drttt…Drttt…

Jay meraih ponselnya yang baru saja berdering lalu segera menjawab panggilan “yoboseyo?”

“ya ini aku,,”

“aku baik-baik saja”

“tenanglah,aku baik-baik saja”

“aku selalu menjaga kesehatan, umma”

“YA! jangan menangis!!berhentilah…”

“kau juga harus menjaga kesehatanmu,bagaimana dengan appa? Perusahaannya?”

“ne,aku mengerti,aku akan belajar dengan giat!”

“saranghaeyo umma,aku selalu mencintaimu…”

Tut…Tut…

“aku akan membuat dirimu tersenyum lagi umma,aku berjanji”gumam Jay

***

L.Joe POV

Krek…Krek

Aku menggenggam sekaleng minuman hingga remuk. Hatiku sakit,rasa kesal itu tiba-tiba saja menghadangku. Hingga akhirnya membuat kepalaku terasa berat dan sedikit pusing. Otakku berdenyut kencang,dan rasanya ingin meledak. Aku menghembuskan napas berat berkali-kali,mencoba menenangkan pikiran dan jiwaku. Terlintas di benakku bayangan Jay. Pria yang membuat diriku frustasi seperti ini.

Semenjak kehadiran Jay disekolah ini membuat diriku terancam. Ini semua memang salahku,aku tau itu. Aku memang patut untuk mendapatkan semua ini. Aku telah berdosa. Aku memang harus mendapatkan hukuman ini. Aku rela bila aku harus kehilangan segala-galanya asalkan dosa yang kupendam selama ini terhapuskan. Aku rela!

Drtttt…Drttt…

Aku terkejut,lamunan itu buyar seketika. Ku raba saku celanaku,dan ternyata getaran ponselku yang mengembalikan diriku kealam sadar. Ku lihat nama yang tertera di layar.

“yoboseyo?”

“HAH? Tunggu disana,aku akan segera datang!”

Aku berlari hingga keluar perkarangan sekolah. Mataku bergerak mencari sosok seseorang.

“oppa…”

Gadis itu berlari dan memelukku erat

“kau sehat-sehat saja?” tanyanya seraya memandang diriku

“balik lah ke asramamu!”sautku kesal

“kenapa??kau selalu seperti itu,ayolah,izinkan adikmu ini main-main disini sebentar!”

“ANIO!Disini berbahaya!!!”bentakku keras sehingga membuat dirinya terkejut dan hampir menangis

“IU-ya! jangan menangis,aku tidak bermaksud untuk…” aku mencoba untuk membela diri dan sialnya IU berlari meninggalkanku. Aish aku memang bodoh. Aku kakak yang tidak baik untuknya,maafkan aku!

***

Jay POV

Aku melihat seorang gadis duduk menyendiri di taman sekolah. Akupun menghampirinya. Ku perhatikan gadis itu berkali-kali.

Kalau kuperhatikan lagi dia sangat cantik dan polos.  Dengan sopan aku menanyakan yang terjadi

“tidak baik melamun di tempat sepi seperti ini”

Gadis itu menoleh menatapku heran

“kau bersedih?” tanyaku

Dia menggeleng kuat

“tapi wajahmu itu terlihat sedih? Ayolah,gadis cantik sepertimu tidak boleh bersedih!” hiburku

Gadis itu tersenyum lalu menatapku lagi

“siapa namamu?”tanyaku ramah

“IU…”dengan malu-malu ia menjawab

Imut sekali. Aku ingin mencubit kedua pipinya itu.

“kelas berapa?”

“kelas satu”

“kau bersekolah di asrama?”

IU mengangguk,sangat manis.

“oppa,namamu?” dia balik bertanya padaku

“aku Jay”

“Jay???” ujarnya seraya tersipu malu. Aku melihat rona merah di pipinya. Hey kenapa dia? Suka padaku?

“oppa kelas berapa??”

“satu tahun diatasmu…”jawabku “lalu,apa yang kau lakukan disini?”tanyaku lagi

“aku hanya ingin memastikan keadaan L.Joe oppa,tapi tak kusangka ia bersikap seperti itu padaku” raut wajah IU yang bersinar berubah seketika saat menjawab pertanyaanku.

L.Joe? Mereka bersaudara? Dasar,pria itu memang selalu membuat siapa saja menjadi sedih. Rasa dendamku ini semakin bertambah.

“hai,jangan sedih,bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?”tawarku. Tak diduga IU gadis manis itu menerima tawaranku.

Tanpa sadar,kami berdua menjadi dekat,kami selalu menceritakan hal-hal yang menarik. Kami tertawa bersama dan saling memberikan respon yang positive. Yah itu tentu saja mudah terjadi bagi kami. Aku sangat dekat dengannya,yah karena aku juga seperti dirinya.

***

L.Joe POV

Aku melihat pemandangan yang sangat memuakkan. IU bersama Jay? Pria itu tidak boleh mendekati adikku. Dengan rasa kesal aku menghampiri mereka.

“IU-ya!” aku berteriak,sedikit mengejutkan mereka. Ku tarik IU hingga berdiri di sampingku

“oppa…”

“apa yang ingin kau lakukan padanya?” tanyaku sinis

“heh…”Jay hanya tersenyum kecut seperti merendahkan diriku.

Aku harus menjaga emosiku,aku tidak boleh terpancing oleh sikapnya yang memuakkan itu. Aish aku sangat membenci dirinya. Aku bersikap seperti ini padamu,bukan karena merasa takut,aku melakukan ini karena temanku,ingat itu!!!

“kenapa tidak memukulku seperti biasa heh?”

Lagi-lagi dia memancing amarahku. Aku mengepal kedua tanganku dengan erat. Memang benar,ingin sekali aku meninju wajahnya yang menyebalkan itu. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Ini terasa berat,entah kenapa,aku merasa sangat sulit untuk melawannya. Apa karena dosaku?

Aku hanya tertunduk lemas. Hati ini sakit seperti tusukan ribuan jarum. Tanpa kusadari kepalan tanganku bergerak kencang mengarah kewajah Jay. Namun IU berlari melindungnya.

Bukkk!!!

Aku memukul IU. Kulihat tubuhnya terkulai lemas dilantai.  Segera kuraih tubuhnya.

“IU- ya,kau baik-baik saja?”

Dia tidak menjawab,kedua matanya terpejam. Oh Tidak,sepertinya pukulanku terlalu keras.

“IU-ya! IU-ya!” teriakku memanggil namanya

“bodoh! Cepat bawa dia ke UKS,dia pingsan!”ujar Jay

“apa kau bilang? Bodoh?? Ini semua gara-gara kau!!”kesalku memarahi Jay

“tak ada gunanya kau mengomeliku,cepat bawa dia ke UKS,sebelum semuanya terlambat!!”

“YA!!! kau kira dia akan mati?” ujarku kesal

“aishh,orang ini!” Jay meraih tubuh IU,hendak mengendongnya

“ANI!!!jangan sentuh adikku!”

Aku kembali meraih IU dan segera mengendongnya menuju UKS sekolah.

***

IU POV

Kepalaku terasa berat. Aku masih merasakan sakitnya pukulan itu. Akupun mengusap pipiku perlahan. Aku bangkit dari tidurku seraya melihat kesekitar. Aku melihat dua orang pria,yang satu duduk di sebelah ranjang dan yang satunya lagi berdiri di dekat jendela. Serentak mereka menatapku dengan ekspresi wajah yang terlihat khawatir.

“kau baik-baik saja?” tanya mereka serentak

Aku tertawa kecil melihat kejadian yang mungkin terasa aneh bagiku.

“istirahatlah,apa pipimu masih terasa sakit?” tanya Jay oppa yang duduk di sebelah ranjang seraya menyentuh lembut pipiku

“YA!!!”

Aku menoleh menatap L.Joe oppa. Ia terlihat tidak senang akan perlakuan Jay oppa padaku.

“Jangan sentuh adikku!”

L.Joe oppa mendekati kami lalu mendorong tubuh Jay dan hampir saja membuat Jay oppa terjatuh.  Aku mulai risih dengan sikap L.Joe oppa yang sangat keterlaluan itu.

“Oppa! Tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu pada Jay oppa!”

“kau diam saja! Ini bukan urusanmu!”

“Oppa!!! kau yang sudah membuatku seperti ini! Kau tau?”

L.Joe oppa hanya tertunduk.

“Ya,mianhae…”ujarnya menyesal

“jangan minta maaf padaku! Minta maaf pada Jay oppa!”

Lagi-lagi aku melihat raut wajahnya yang kesal. Kenapa dia membenci Jay oppa?

L.Joe oppa masih terdiam.

“ayo oppa,minta maaf!!”

“mi………mianhae…” Akhirnya kata itu terucapkan meski dengan keterpaksaan

“ok,karena kalian sudah baikan,bagaimana kalau kita makan siang bersama?”

“ma-makan siang bersama??”tanya mereka serentak. Lagi-lagi aku tertawa kecil melihat kekompakan mereka yang tanpa mereka sadari.

“iya! Ayo cari makanan,sepertinya lebih asik makan di taman! let’s go-“ ucapku riang seraya menarik paksa mereka

***

L.Joe POV

Apa-apaan dia,dasar adik yang merepotkan. Lihat gara-gara dirinya,semua orang memandang aneh diriku. Bukankah aku dan Jay itu bermusuhan dan sekarang kami makan siang bersama seperti anak tk. Huh sangat menyebalkan,kemana aku harus menaruh wajahku ini. Ini memalukan.

“oppa? Kau tidak makan?”

Lamunanku buyar seketika. Kulihat IU dan pria brengsek itu sedang melahap makanan siang mereka.

“ne,,”jawabku cemberut

“kenapa? Kau tidak suka dengan makanannya? Kalau begitu biar aku yang makan!” ucap Jay seraya merebut makan siangku

“tidak! Pergi kau!” ujarku kesal seraya menendangnya

“oppa!!!”teriak IU dengan mulut yang terisi penuh oleh makanan

Huh sangat merepotkan. Lagi-lagi aku dimarahi. Aku tidak peduli, lebih baik aku segera menghabiskan makanan ini dan bergegas pergi.

“IU-ya….”

Jay pria menyebalkan itu menunjuk wajah IU. Lalu dengan santai tangan Jay bergerak membersihkan bibir IU yang terdapat butiran nasi. Omona!!!

“YA!!! KAU! Jangan sentuh  adikku lagi!!!”

Aku meraih kerah baju Jay dan menghimpit pria itu. Jay sedikit terkejut,mungkin perlakuanku yang tiba-tiba menyerangnya. Aku menahan tangannya dengan kedua tanganku. Dia tidak bisa melawan. Ku pastikan kalau dia tidak suka dengan perlakuanku ini. Karena aku bisa melihat dari raut wajahnya sekaligus dari hembusan napasnya yang menerpa wajahku. Penuh tekanan dan kebencian.

Otakku sudah memberikan aba-aba untuk memukul wajahnya,namun seseorang berteriak

“YA,Lihat mereka”

“wa… mesra sekali!!!”

Apa? Mesra?

“oppa,kalian seperti sepasang kekasih!”

IU tersenyum lalu menyatukan kedua telapak tangannya,bertepuk tangan dan diikuti oleh tepukan siswa yang lain yang berada di sekitar kami

Sepasang kekasih?

Aku merasakan detak jantungku yang bergerak tak karuan,rasanya ingin meledak seperti bom. Dan aku juga merasakan kedua pipiku yang mulai terasa panas . Aura yang tidak mengenakan.

Atau jangan-jangan aku??? OMO!!!

TIDAK!!! AKU BUKAN GAY!!!

TBC

***

Fiuh,akhirnya bisa juga selesain chapter berikutnya. Meski cerita ini makin aneh dan gaje,tapi aku tetap semangat untuk menyelesaikannya. Aku juga sempat kehilangan semangat untuk nulis coz ga ada yang ngomen tulisanku,sedih juga. Tapi aku tidak menyerah. Meski ga ada yang ngomen,yang penting aku bisa curahkan semua imaginasiku melalui cerita-cerita ini. Tapi chigudeul ga mau liat aku semakin sedih kan?? komen dong!! selesai baca,kasih komen dong,biar aku tetap and semakin bersemangat buat nulis,akhir-akhir ini aku kekurangan ide dan males nulis. Jadinya blog aku nganggur beberapa minggu. 😥 hiks-hiks

Komen chingudeul itu sangat berharga dan berarti bagi aku,jadi please komen, GOMAWO !!! :))

Advertisements

2 thoughts on “THE PARALYZED part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s