WEDDING DRESS

Wedding Dress

Author : Choi Mina aka me

Casts : Aku (reader), L.Joe (Teen Top),Kim Hyun-A (4minute)

Genre : romance,sad

Rating : PG17

NB : lagi-lagi fanficnya terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Wedding Dress – Taeyang (Big Bang),,Aku suka banget ma lagu ini,dan karena terlalu suka,jadinya terinspirasi bikin fanfic dengan judul lagu itu…hehehe semoga readers suka ma fanfic ini n jangan lupa untuk mengomen ria yah ^^

Selamat membaca ^^

kalau bisa baca sambil dengerin Wedding Dress – Taeyang yah,,hihi

***

Manusia akan berpikir bahwa sangat menyakitkan bila tak ada orang yang mencintai dirinya,membalas cinta darinya. Akan merasa sakit hati bila orang yang ia cintai mencintai orang lain. Tapi cobalah untuk mencintai orang lain tanpa berharap balasan darinya,karena itu suatu hal yang berbeda. Seorang pemuja cinta akan tau apa arti sebenarnya dari sebuah cinta.

***


23 November 1997

Ku tutup mataku perlahan. Ku hembuskan napasku berkali-kali. Dan tanpa memerintah, jemari-jemariku bergerak dengan lincah diatas tuts piano.  Lagu itu mulai ku lantunkan,lagu yang hanya membuat hatiku terluka. Tapi aku tetap menyanyikannya,meski terasa sulit. Sulit? Tak seperti biasanya,aku selalu hafal tiap bait lagu yang akan kunyanyikan. Tapi untuk lagu ini,aku tidak bisa melakukannya. Tidak bisa!

You are my love and forever in my heart…”

Akhirnya aku bisa menyanyikan lagu itu hingga bait terakhir meski dengan keterpaksaan yang tersembunyi dibaliknya.

Di sela-sela kepedihanku,aku mendengar tepuk tangan yang amat meriah. Tapi tepukan itu bukanlah untukku.

***

_Flashback_

Saat itu musim semi, Seoul,23 September1997 dua bulan sebelum hari itu

Aku menghirup udara segar seraya merentangkan kedua tanganku. Menikmati setiap udara yang bergerak bebas. Sudah lama aku tidak merasakan musim seperti ini. Lima tahun aku meninggalkan Seoul. Terasa asing,tapi aku sangat rindu. Rindu segala-galanya tentang Seoul, dan sekaligus rindu padanya.

Aku duduk disalah satu kursi taman seraya menyaksikan anak-anak kecil yang sedang bermain. Dulu,sebelum aku ke Singapura untuk beberapa tahun ,tempat ini sangat lengang. Jika aku berada disini seharian,yang terdengar hanyalah daun pepohonan yang berjatuhan. Tapi semuanya telah berubah,Seoul tak lagi seperti dulu. Seoul akan selalu berubah seiring bergantinya musim.

Aku tertawa geli melihat anak-anak kecil itu.Berlari kesana kemari tanpa tau arah yang mereka tuju. Saling mengejar satu sama lain. Sepertinya mereka berhasil mengembalikan ingatanku kemasa itu. Masa yang tidak pernah kulupakan. Aku selalu mengingatnya. Karena dia adalah cinta pertama dan terakhir.

Pikiranku melayang jauh mengingat kembali memori itu. Tapi sesaat kemudian seseorang menaruh tangannya di depan mataku,menutupnya erat.

“YA,jangan macam-macam!!”ucapku seraya berteriak

“kenapa harus berteriak heh?”

Suara itu,aku sangat kenal dengan suara itu. Suara pria yang menjadi cinta pertama dan terakhirku.

Perlahan iapun melepaskan tangannya dari kedua mataku. Aku menoleh dan mendapati dirinya yang sedang duduk disebelahku. Aku menatapnya dalam,menatap sosoknya. Dia sama sekali tidak seperti dulu.Dia sudah berubah.

“aku sangat menanti hari ini,hari kepulanganmu…”

Aku tersenyum,lalu memeluknya erat. Sangat erat seakan-akan tak mau membiarkan dia lolos dariku.

“apa kau masih mengingatku?sahabat yang paling kau sayangi?”tanyanya

Lagi-lagi aku tersenyum,tapi senyuman itu memudar saat aku mendengar kata ‘sahabat’ di antara kalimatnya. Dia masih menganggapku seperti itu?

“Aku selalu mengingatmu L.Joe-ya,sahabat yang paling kusayangi…”ucapku,tapi sebenarnya aku tak mau mengatakan itu. kalimat yang sangat membuat hatiku sakit. Kenapa dia selalu menganggap aku hanya sebagai seorang sahabat baginya? Apa aku harus memberitahunya tentang perasaan ini?

 “dari mana kau tau kalau aku akan pulang hari ini?”tanyaku

“dari mana saja boleh…”jawabnya seraya tersenyum nakal

Aish..meski sosoknya telah berubah,tapi sikapnya itu selalu membuatku merasa jengkel.

“apa kau tau,aku selalu kesini,menunggumu dan berharap kau kembali secepatnya. Dan aku sangat bersyukur,dapat bertemu denganmu lagi,ditempat ini…”

“sampai segitunya?kenapa kau terus menungguku?”

“karena aku tidak mau kehilangan sahabat seperti dirimu,kau orang yang sangat berarti bagiku…”

“apa kau yakin?”

“yah,yakin!”jawabnya seraya tersenyum

L.Joe apakah kau tau,bukan itu yang aku inginkan. Aku menginginkan kau juga memendam perasaan padaku,perasaan yang lebih dari seorang sahabat.

“untuk merayakan hari  kepulanganmu ,bagaimana kalau kita jalan-jalan? banyak tempat-tempat yang harus kau kunjungi..”

“baiklah…”

***

Setelah jauh berjalan kami memutuskan untuk mengunjungi restoran yang sangat terkenal di Seoul. Aku saja tidak mengetahui restoran macam itu. Aku benar-benar sudah melupakan kota Seoul.

Kamipun memesan makanan. Selama menunggu pesanan,tak ada sepatah kata yang kami ucapkan. L.Joe sibuk dengan ponselnya,dan aku sibuk memikirkannya. Sampai saat ini,aku tetap menyimpan dirinya dalam hatiku. Mungkin selamanya. Ingin rasanya aku mengungkapkan rasa ini. Tapi aku takut,bila ia membenciku. Aku hanya mampu menyimpan rasa ini. Biarlah kupendam selamanya.

Beberapa menit kemudian,pesanan kamipun terhidang. L.Joe memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya. Sepertinya dia terlalu sibuk dengan pekerjaan kantornya.

“bagaimana rasanya?kau tidak melupakan rasa masakan Seoul kan?”

“tentu saja tidak,di Singapura aku selalu mengunjungi restoran Korea…”

Itu karena aku selalu mengingatmu

“mm..bagaimana dengan pekerjaanmu?apa sudah selesai?”

Aku menarik napas lalu menjawab “yah,sudah…”

“apa suatu saat nanti kau akan kembali ke Singapura?”

“mm..menurutmu?”

L.Joe menatapku sebelum menjawab pertanyaanku “apa kau tidak ingin bekerjasama dengan designer itu?”

Lagi-lagi aku menarik napas,tapi kali ini lebih berat “sebelumnya,aku menerimanya,tapi kalau dipikir-pikir aku akan lebih baik bila di Seoul”

Bukan itu maksudku,ini semua karenamu

“jadi,kau tidak akan kembali ke Singapura kan?”

“yah…”

“bagus…kalau begitu kau bisa mendesign baju pernikahan dan menghadiri upacara pernikahanku…”

Deg…Deg…Deg…Pernikahan?

“pernikahan?”

L.Joe tersenyum “yah aku akan segera menikah…”

Darahku terasa berhenti mengalir,jantungku bergerak tak karuan,kepalaku terasa pusing,mataku ingin rasanya mengeluarkan ribuan air mata. Beginikah rasanya sakit itu?

“bagus,dengan siapa?”tanyaku senormal mungkin agar dia tidak mengetahui kesedihanku

“kau tahu dia….Hyuna…”

Krek…Hatiku pecah berkeping-keping. Hyuna? Bukankah dia teman dekatku? Kenapa mereka tidak pernah mengatakan hal ini padaku? Kenapa? Kenapa?

“sejak kapan kalian pacaran?”

Ups,kenapa aku menanyakan hal semacam ini? Ya Tuhan,jangan buat dia marah padaku

“kami berpacaran setelah dua tahun kau pergi meninggalkan Seoul”

Kenapa kalian tidak memberitahuku?

“itu sangat bagus!kalian sangat serasi,Hyuna juga pernah mengatakan padaku kalau dia suka padamu!”

Jangan..untuk saat ini jangan,ku mohon air mata bersabarlah sebentar,jangan biarkan dia melihatku menangis

L.Joe tersenyum mendengar perkataanku seraya melahap makanannya.

“maaf,kami tidak pernah mengatakan hal ini padamu,dan aku tidak pernah cerita padamu,mianhae..”

“oh,kenapa kau minta maaf?aku sangat senang mendengar berita ini..”

Ya meminta maaf lah padaku,satu,seratus,seribu kali,ayo minta maaf…!!!

“kau mau kan mendesign baju pernikahan kami?”

Sebenarnya sangat berat menerima tawaran ini,Tapi…aku tidak boleh menolaknya, aku akan melakukannya karenamu

“kapan kalian akan menikah?”

“dua bulan lagi…saat ulang tahunku yang ke 27”

Kenapa begitu cepat?

Apa kau tidak memikirkan posisiku? Ku pikir kau juga mencintaiku…ini tidak adil… tidak adil!!!

“kau mau model yang bagaimana?”

“terserah kau saja..aku akan menunggumu besok…”

Aku hanya mengangguk. Anggukan yang tidak berarti.

Kau jahat…semua jahat. Dunia dan takdir jahat padaku…aku benci kalian

***

Tiit..tiit…

Ku bunyikan klakson mobil berkali-kali. Hingga seseorang keluar membukakan pagar. Ku tebak itu pasti paman Jong,dia pembantu sekaligus menjadi bagian terpenting keluaga L.Joe. Dia yang selalu menjaga L.Joe dikala kecil saat kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan. Namun kini L.Joe tidak memerlukan seseorang untuk melindunginya. Dia sudah dewasa,dan sebentar lagi akan…me..ni..kah.

Aku benci kata itu. Aish kenapa aku mengingatnya?? Bodoh!!

Setelah mobil ku parkirkan di halaman rumah yang luas itu. Aku langsung turun dari mobil. Dan paman Jong menyambut kedatanganku dengan hangat.

“nona…sudah lama tidak bertemu…”

Aku tersenyum seraya menepuk-nepukkan tanganku dipundak paman Jong. Hal itulah yang biasa ku lakukan dulu bila berada di dekatnya. Aku juga sangat dekat dengan paman Jong. Dia ramah,baik dan selalu mendengar curhatanku. Dan dialah satu-satunya orang yang mengetahui perasaanku pada L.Joe.

“bagaimana keadaan nona?”

Aku kembali tersenyum “sangat tidak baik,karena aku kehilangan paman selama 5 tahun…”jawabku seraya memeluknya dengan hangat.

Setelah kedua orang tuaku meninggal. Aku menganggapnya seperti orang tua kandungku. Aku sangat beruntung memiliki orang tua seperti dirinya.

“tapi,apa nona tidak keberatan dengan pernikahan tuan L.Joe dan…”

aku langsung memotong ucapannya “aku baik-baik saja paman…”

Memang sakit mengucapkan ‘aku baik-baik saja’. Maafkan aku telah berbohong. Membohongi diriku sendiri.

Aku melangkah masuk. Memasuki ruang demi ruang,hingga akhirnya aku melihat appa dan umma L.Joe yang sedang berada di ruang keluarga.

“ajumma,ajussi…” sapaku sopan

Ajumma menghampiri dan memelukku

“kami sangat menunggu kedatanganmu…”ucap ajumma dengan ulasan senyuman

“bagaimana kabar ajumma dan ajussi?”

“kami merasa bahagia setelah melihatmu…”

Aku tertawa, meski itu semua tipuan belaka.

“L.Joe dan Hyuna sudah menunggumu dilantai atas…”

“baik…”jawabku dan langsung bergegas mencari L.Joe dan Hyuna

***

 Aku melihat L.Joe dan Hyuna yang tengah asik mengobrol.

“sampai kapan kalian akan mengacuhkan keberadaanku?”

L.Joe dan Hyuna menoleh kearahku

“aku sudah menunggumu!!”

Hyuna berlari menghampiriku,memelukku dengan eratnya. Begitu kangen kah dia padaku? Ku pikir dia tidak mengingatku lagi

“lima tahun begitu lama…”ujar Hyuna seraya melepaskan pelukannya dariku

“apa kau masih mengingatku?”

“pasti!kami selalu mengingatmu!benarkan jagi?”ucap Hyuna seraya menatap LJoe

Jagi? Kenapa dia mengucapkan kata itu di depanku?

“yah benar,setiap hari kami selalu membicarakan dirimu”

“ayo,kau tidak mau kan aku terus menunggu baju pernikahanku?”

Hyuna menarikku ke suatu ruangan. Mungkin disanalah aku akan membuat sepasang baju pengantin. Ini sangat menyakitkan. Kenapa mereka tidak mengetahui rasa sakit ini?

***

#satu hari sebelum acara pernikahan

Ku perhatikan Hyuna terus saja mengomentari baju pernikahannya. Dia sangat suka. Pakaian itu terlihat pas ditubuhnya yang langsing. Begitu sempurna. Di Sangat beruntung mendapatkan L.Joe. mereka sangat serasi. Aku iri! Iri! Iri!!!

Ingin rasanya berteriak sekeras mungkin. Ingin rasanya hari ini berhenti untuk selama-lamanya. Aku menginginkan itu. aku menginginkan tidak ada pernikahan!! Benci!!!

“ini sangat bagus!”puji Hyuna seraya memutar-mutar tubuhnya yang dibaluti dress panjang berwarna putih dengan design elegan.

“kau sangat suka?”

“yah,karena kau yang membuatnya!”

Ku tatap Hyuna berkali-kali. Dia sangat cantik. Apakah itu yang membuat L.Joe mencintainya?

Sedangkan aku? Tak ada yang special dariku,aku hanya wanita biasa. Aku juga tidak memiliki wajah secantik Hyuna. Hyuna wanita perfect.

“kau cantik…”

Suara itu…

Aku mendapati L.Joe sedang berdiri di sampingku memuji Hyuna dengan wedding dressnya

Dan dia sama sekali tidak pernah memujiku. Yang biasa dia lakukan hanyalah mengejek..dan mengejek…

“yah kau sangat cantik Hyuna…”pujiku juga. Dia benar-benar cantik.

“kau akan menyanyikan sebuah lagu diacara pernikahan kami kan?”

“eh..?”

Apa maksud perkataan Hyuna?

“ku mohon!nyanyikan sebuah lagu untuk kami!!”

Aku menatap Hyuna dan L.Joe bergantian.

“yah,baiklah…”

Aku menerimanya? Itu pilihan yang salah…

_Flashback End_

***

23 November 1997

Aku mendengar tepukan yang keras dari para hadirin. Mereka bertepuk tangan menyambut kedatangan L.Joe dan Hyuna. Pengantin yang baru saja melewati acara pernikahan mereka di Gereja. L.Joe mengenakan kemeja putih dan ditutupi dengan rompi hitam di bagian depannya sepadan dengan dress yang dikenakan Hyuna. Sangat indah dan perfect.

Aishh… kenapa aku menangis? Jangan saat ini

Dengan segera ku hapus air mata yang sempat menetes membasahi pipiku. Ku hampiri Hyuna dan L.Joe di kerumunan.

“chukhae…”ucapku seriang mungkin seraya memeluk Hyuna dan L.Joe bergantian.

“penampilanmu sangat bagus…”puji Hyuna

Aku tersenyum lalu menatap L.Joe yang berdiri di samping Hyuna

“kau tidak ingin memuji suara dan permainan pianoku?”tanyaku pada L.Joe

Aku sangat berharap kau memujiku untuk pertama kalinya…Ku mohon

“penampilanmu sangat buruk dan mengecewakan!!”ujar L.Joe tanpa merasa bersalah sedetik kemudian dia tertawa nakal

Hyuna menyikut lengan L.Joe perlahan. Kemudian tersenyum padaku. Aish..aku membenci senyuman itu.

“maafkan orang bodoh ini,dia memang tidak tau dengan dunia seni..”sewot Hyuna membelaku

“oh,aku sudah terbiasa dengan ejekannya…”jawabku santai,tapi sebenarnya hatiku sangat sakit

“Hyuna-ya,L.Joe-ya,sepertinya aku harus pamit,ada urusan yang harus aku selesaikan!”

“secepat itu?”

“aku akan kembali nanti,,da…”pamitku seraya meninggalkan mereka

Di hari kebahagiaan mereka,aku menangis. Menangisi takdirku. Cinta memang sangat menyakitkan. Dan kenapa harus ada cinta? Aku benci!! Benci!!

L.Joe, kenapa kau tidak pernah menyadari kalau aku mencintaimu? Aku menyukai senyumanmu,tawamu,tatapanmu,wajahmu dan semua tentang dirimu. Kenapa kau tidak mencintaiku? Apa ini karena Hyuna? Kenapa harus Hyuna?

Mungkin ini semua kehendak Tuhan,Tuhan yang telah menakdirkannya.

Tapi, entah sampai kapan aku terus menyimpan perasaan ini untukmu?

Aku sangat mencintaimu

***

Seperti biasa,tempat inilah yang aku kunjungi,dikala aku bahagia ataupun sedih. Taman yang sangat berarti bagiku. Hanya dia dan Tuhan yang mengetahui perasaanku saat ini. Sakit,perih,kecewa dan benci, bersatu menyesakkan rongga-rongga hati kecilku. Sakit…

Aku tidak bisa menahannya lagi,biarlah air mata itu jatuh. Kali ini aku tidak melarangnya. Aku lelah,lelah menahan rasa sakit ini.

Perlahan pipiku basah. Air mata jatuh bergantian. Aku menangis,dan terus menangis dan tak ada yang tau,tak ada yang peduli.

“nona,sepertinya kau membutuhkan ini…”

Seorang pria menyodorkan sebuah sapu tangan tepat di depan wajahku. Dengan wajah yang sembab ku tatap dirinya dengan heran.

Pria itu memainkan jemarinya dikedua pipiku,menghapus butir-butir air mata yang berjatuhan. Diapun tersenyum seraya berkata

“wajahmu yang cantik akan rusak oleh air mata itu,jangan menangis…

 ***

“jangan mencintai orang lain karena suatu alasan,bila alasan itu hilang,begitu pula dengan cintamu akan hilang” (_pepatah_)

THE END

***

Please koment2 karena ITU SANGAT BERHARGA dan BERARTI BAGI SAYA!

*Ceritanya sengaja digantungin supaya bikin penasaran readers aja gitu (apalah nih)…hahahahaha *ketawa devil*

Advertisements

3 thoughts on “WEDDING DRESS

    1. gomawo udah baca ^^
      di lanjutin????? oh tidak bisa…. hehehhe *ditendang*
      pembaca setia harus komen2 yak kalo ga ku cekek… *gimana caranya?,orangnya aja jauh di sono* ya kan yak?

  1. two thumbs up thor!!! wedding L.Joe sukses bkin gua pengen gntung diri skrang jg d hdapan L.Joe!!!!

    ff ini jd mnrik bgt gra2 pikirannya “aku” sm apa yg “aku” katakan itu brtntngan bgt… ff kya gini mnrik buat d bca…
    *kyanya ada ssuatu sm org yg kasih spu tngan ituu… lanjutiiiin aja thor… jdulnya marry me… #maksa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s