THERE’S AN ANGEL IN MY HEART

TITLE : There’s an angel in my heart

AUTHOR : Choi Mina aka me

CASTS : L.Joe (Teen Top), Choi Yoon Gerim(YOU/readers), Lee Taemin (SHINee)

GENRE : Romance,sad,family,comedy

RATING : PG17

Sekilas Bacotan Author : ff ini aku bikin terinspirasi dari lagunya Teen Top yang berjudul Angel Aku sukaaaa banget ma lagu itu ^^ makanya aku ambil judulnya dari sebaris lirik lagu itu 🙂 dan kenapa castnya aku pilih L.Joe? karena aku lagi suka sama cowok ini,kyaaa >////<

okey Happy reading all ^^

***

Awan putih menyelimuti kayangan. Saling bergelut satu sama lain membentuk gumpalan-gumpalan yang sangat indah. Membentuk guratan seni yang sempurna. Mentari yang hendak muncul diantarnya seakan memberikan senyuman yang tulus. Dihiasi pelangi menawan yang terbentuk akibat rintikan hujan yang berlalu beberapa menit yang lalu. Pagi ini sangat cerah, secerah hati  yang mengembangkan sejuta pesona akan keindahannya. Keindahan yang memancar dari wajah Gerim, gadis mungil dan imut yang saat ini menduduki kelas 1 SMA. Dan apa yang membuat dirinya sebahagia ini? Ya tentu saja karena laki-laki itu,sosok yang selalu membuat jantung Gerim berdegup tak tentu arah bila berada didekatnya. Dan sosok itu pulalah yang membuat ia selalu bersemangat untuk datang ke sekolah.

“kenapa senyum-senyum seperti orang gila??”

Gerim tersadar dari lamunannya saat ia menyadari suara seseorang menggema di kedua telinganya

“op-pa…”sautnya tergagap

“kau kenapa?”tanya orang itu

Gerim hanya tersenyum -senyuman yang dipaksakan-  karena begitu susahnya menahan debaran jantungnya yang serasa ingin meledak “a..ani…”katanya akhirnya

“Oppa…saengil chukhae hamnida…”ucap Gerim dengan senyuman yang terkembang diwajahnya nan mungil

Laki-laki itu tersenyum lalu mengelus puncak kepala Gerim perlahan

“gomawo…”ucapnya berterimakasih

“oppa…aku ingin memberi ini,maaf kalau ini hanyalah barang murahan”ucap Gerim seraya menyodorkan bungkusan kotak yang berisikan kue coklat kepada laki-laki itu

“kau yang membuatnya??”tanya laki-laki itu setelah ia menerima kado dari Gerim

Gerim tersenyum malu disertai anggukan kecil

“…..”

“Aku menyukaimu…”

Gerim mengangkat kepalanya sehingga dengan leluasa menatap wajah laki-laki itu. Dahinya membentuk guratan kecil. Menandakan keheranan yang ia rasakan.

“benarkah Taemin oppa menyukaiku??”pikirnya gugup kemudian kembali menatap lantai koridor sekolah

“Aku tidak bisa hidup tanpamu,aku benar-benar menyukaimu”

Deg…Jantung Gerim kembali berdegup kencang. Bergerak layaknya seperti drum yang dipukul keras. Ia dapat merasakan suhu tubuhnya yang mulai memanas.

“Taemin oppa menyukaiku?aku akan langsung menerimanya…”ucap Gerim dalam hati seraya melebarkan kembali bibirnya. Ya laki-laki itu yang sudah mengisi hati Gerim saat gerim duduk dibangku 2 smp. Siapa yang tidak mengenal Taemin? Laki-laki yang terkenal di kalangan para gadis. Dan Taemin pulalah yang membuat dirinya mati-matian untuk masuk SMA yang sama dengan laki-laki itu.

Dengan senyuman yang terkembang Gerim kembali mengangkat kepalanya menatap laki-laki yang bernama Taemin itu,namun saat ia menyadari bahwa laki-laki itu menatap ke suatu arah bukan menatap wajahnya yang dari tadi merona merah seperti tomat. Dengan cepat Gerim membalikkan tubuhnya. Dan ia mendapati sosok gadis cantik yang sedang berjalan kearahnya.

“Suzy onnie…”gumam Gerim perlahan

“kenapa aku begitu bodoh,aku sangat mencintaimu”

Taemin kembali bersuara setelah beberapa detik ia berdiri kaku ketika menatap Suzy berjalan kearahnya

“YA…” Gerim melambai-lambaikan tangannya dihadapan wajah Taemin,sesaat kemudian Taemin tersadar dari lamunannya

“kau kenapa??” tanya Gerim

“a..aku…”Taemin berusaha menjawab,namun bibirnya terkunci rapat saat Suzy berjalan melewati dirinya

Gerim tersadar akan sesuatu. Sesuatu yang juga akan membuat hatinya terasa sakit

“YA,tunggu apa lagi,cepat katakan padanya,ayo!!”ucap Gerim memberi semangat pada Taemin

“katakan,kalau kau mencintainya”

Dengan kuat Gerim mendorong tubuh Taemin. Tanpa menunggu lagi,Taemin segera berlari menemui gadis yang ia sukai,Suzy.

“gomawo…”

Itulah kata terakhir yang diucapkan Taemin padanya,dan hari itu pulalah hari untuk melupakan Taemin selamanya

***

“HOAAAAMMM…” Gerim menghembuskan nafasnya hingga bibirnya yang mungil itu membentuk bulatan besar

“YA lagi-lagi kau tertidur,dasar anak malas!”omel Hanrin,teman sekaligus sahabat Gerim sejak smp

Gerim tidak merespon omelan Hanrin,gadis itu tetap melanjutkan ritualnya,merebahkan kepalanya diatas meja.

“YA,mau sampai kapan kau tertidur disitu heh??sudah sore tau,semua sudah pulang!!”teriak Hanrin membangunkan sahabatnya yang tukang tidur itu

Gerim mengangkat kepalanya dan merebahkannya lagi

“YA,Gerim-ah,kau kenapa?ayo pulang!”ucap Hanrin seraya menarik tubuh Gerim agar terbangun

“Hanrin-ah…”panggil Gerim seraya menatap Hanrin

“wae?”

“aku…” Gerim menghembuskan napasnya panjang sebelum melanjutkan kata-katanya “aku berusaha melupakannya”

“baguslah”

“tapi tetap tidak bisa”

“aishh,itu pertanda buruk..”

“aku tidak bisa melupakannya Hanrin-ah,aku sangat mencintainya”ucap Gerim disertai butiran air bening jatuh membasahi kedua pipinya

“Gerim-ah, terkadang kita memang bodoh menangisi orang yang kita cintai,tapi dia sudah memiliki yang lain,dan masih pantaskah kau untuk mengangisinya?”

“ani..”

“bagus,lupakan dia,lupakan semuanya,kau pasti bisa”

“ne,aku pasti bisa…”ucap Gerim kemudian menghapus air matanya

“Kkajja,aku tidak boleh terlambat,aku harus bekerja menggantikan umma…”

“kerja?”tanya Hanrin heran

“ne…untuk sementara waktu aku menggantikan umma bekerja..”

“kenapa ummamu?”tanya Hanrin khawatir

“kemarin umma masuk rumah sakit,yah kata dokter umma hanya butuh istirahat,sepertinya ia terlalu bekerja keras menghidupi aku,semenjak meninggalnya appa,sebagai anak satu-satunya,aku tidak boleh berdiam diri saja kan??”

“aku sangat kagum padamu Gerim-ah…”puji Hanrin seraya tersenyum

“kkajja…”ucap Gerim seraya menggamit lengan Hanrin dan berjalan ke luar kelas

***

Gerim melihat kertas putih yang tergenggam di tangannya. Ia membaca tulisan yang tertera di kertas itu. lalu memperhatikan rumah megah yang ada di hadapannya. Di kertas itu tertulis alamat rumah itu. Tempat dimana umma Gerim biasanya bekerja. Gerim bukanlah berasal dari keluarga yang kaya,ia terlahir dari keluarga yang miskin,jadi ummanya bekerja menjadi pembantu. Dan kini profesi itu di gantikan oleh Gerim.

“pasti ini rumahnya”pikir Gerim dan lalu melangkah masuk ke pekarangan rumah itu yang kebetulan pagarnya tidak tertutup

“permisi…”panggil Gerim setelah ia tiba di dekat pintu masuk

“ne…”saut seseorang dari dalam rumah

“Annyeong bibi,Gerim imnida,aku akan menggantikan ibuku bekerja”ucap Gerim memperkenalkan diri

“oh..ne,masuklah..”ucap bibi itu ramah

“apa yang harus aku kerjakan bibi?”tanya Gerim pada bibi itu yang juga pembantu di rumah itu

“Gerim-ah kau bersihkan saja ruangan  yang ada di lantai atas,sampai bersih oke…”ucap bibi itu seraya memberikan seragam pembantu pada Gerim

“siip…bibi”jawab Gerim seraya mengangkat kedua jempolnya

***

Gerim memulai aksinya,lari sana-lari sini membersihkan semua ruangan yang ada di lantai atas. Dengan sigap ia membersihkan satu persatu ruangan sampai tidak ada lagi secuil debu yang tersisa,semuanya terlihat sangat bersih dan mengkilau.

“oke,tinggal satu lagi…”ucap Gerim semangat menuju suatu ruangan

Tibalah Gerim di depan pintu sebuah kamar,dan Gerim pun tak sengaja membaca nama yang tertempel di depan pintu

“pintunya terkunci”kesal Gerim saat ia mencoba memutar knop pintu

“aishh…tidak bisa dibuka”ucap Gerim lagi seraya mendorong pintu dengan sekuat tenaganya

“YA,apa yang kau lakukan di depan kamarku?kau ingin mencuri??”

Gerim terperanjat kaget mendengar teriakan keras seseorang. Iapun membalik tubuh dan mendapati seorang pria berseragam SMA berdiri dibelakangnya yang juga menatap dirinya tajam.

“mati aku”ucap Gerim dalam hati. Ia tertunduk seraya berdoa dalam hati

“minggir”ucap laki-laki itu dingin

Gerimpun memicingkan kedua matanya dan dengan segera beranjak dari sana

“benar-benar laki-laki yang mengerikan”gumam Gerim takut dan berlari kecil menuju dapur

“bibi…”teriak Gerim menggigil ketakutan

“kau kenapa?apa terjadi sesuatu?kau merusak barang-barang?”

Gerim menggeleng kuat “anio…aku baru saja bertemu dengan seseorang,dia sangat menakutkan!”jelas Gerim takut

“siapa?”

“pria SMA,namanya kalau tidak salah L.Joe”jelas Gerim lagi

“oh…dia anak nyonya besar, tuan Lee Byung Hun,tetapi biasa di panggil Joe,tuan Joe,dia memang laki-laki dingin,tapi dia juga baik,sudahlah,kau bantu aku saja membersihkan ini…”

“ne…”

“oh ternyata dia yang bernama L.Joe itu,huh mudah-mudahan dia melupakan kejadian yang tadi”gumam Gerim dan diakhiri dengan menghela napas panjang

***

“Gerim bersiaplah,pekerjaan menunggumu”gumam Gerim menyemangati dirinya dan langsung menuju tempat ia bekerja. Karena hari ini hari minggu,Gerim harus bekerja dari pagi hingga malam.

“pagi bibi…”sapa Gerim setibanya di rumah tempat ia bekerja sebagai pembantu

“pagi…Gerim-ah tolong bawakan makanan ini ke kamar tuan Joe”

“aku??”

“ya siapa lagi kalau bukan kau,cepat jangan membuang-buang waktu”

“tapi…bibi” bantah Gerim

“kau mau tuan Joe berteriak?kau bisa mati”

“baiklah…”

Dengan pasrah Gerim membawa sarapan pagi untuk Joe,majikan barunya itu.

“tok..tok..tok..”

“masuk…”saut orang yang ada di dalam kamar,yah tentunya dengan nada yang dingin

Gerim melangkah masuk. Ia melihat Joe yang sedang membaca buku di atas tempat tidurnya.

“permisi tuan,saya membawa sarapan untuk anda”

“letakkan disana”jawab Joe seraya menunjuk meja  yang berada di sebelah ranjangnya

“baik…”saut Gerim patuh,sementara itu Joe kembali melanjutkan membaca

“aku taruh disini tu….kyaaaaaaaaaaaaaa” Karena terlalu gemetar dan takut,Gerim tak sengaja menumpahkan sarapan ke tubuh Joe. Dan spontan ia berteriak keras. Susu yang Gerim bawapun ikut membasahi seluruh pakaian Joe.

“YA KAU…”marah Joe seraya dengan kesal membersihkan pakaiannya dengan tangannya

“maaf tuan…”ucap Gerim panic seraya ikut membersihkan baju Joe dengan kedua tangannya

“aishhh….apa yang kau lakukan!! Bersihkan saja makanan itu!”perintah Joe membentak Gerim dengan keras.

“maaf tuan…”ucap Gerim lagi,bibirnya bergetar dan matanya mulai basah,menandakan ia mau menangis

“aishh…YA !! jangan menangis,kembali ke dapur dan ambilkan aku makanan yang baru”kata Joe dengan merendahkan sedikit suaranya

“anio…aku tidak menangis tuan”ucap Gerim disertai gelengan kecil. Gadis itu teriangat sesuatu. Memorinya bergerak mundur memutar kenangan saat pertama kali ia bertemu dengan Taemin,saat itu ia tak sengaja menumpahkan softdrink ke pakaian Taemin. Disaat itulah Gerim langsung menyukai pria itu.

“ah,tunggu apa lagi,ambil makanan yang baru”perintah Joe

Gerim tidak menjawab,ia tertunduk dan menahan air matanya agar tidak menetes. Tapi ia tidak bisa menahan perasaan sedihnya lagi, Gerim semakin terisak.

“aisshhhh…biar aku yang mengambilnya sendiri”ucap Joe kemudian menuju dapur

Beberapa menit kemudian Joe kembali ke kamarnya sambil membawa sarapan pagi. Tapi Gerim belum juga beranjak dari kamarnya. Gadis itu tetap berdiri di depan ranjang Joe dan masih terisak.

“hah…”gumam Joe kesal

***

“YA,sampai kapan kau mau berdiri di situ heh?aku sudah selesai makan,keluarlah…”ucap Joe sekeras mungkin namun Gerim tetap diam tak bergeming

“aishhh…kenapa gadis ini”pikir Joe semakin kesal

“YA,Aku mau menukar baju,kau mau mengintip heh??” ucap Joe memebentak,Namun Gerim tetap berdiri di situ dan membuat Joe benar-benar kesal

“YA..”Joe berteriak dan menghampiri  Gerim. Joe pun terdiam ketika menatap mata Gerim yang memerah dan bengkak

“hey,aku sudah memaafkanmu,jadi keluarlah..”ucap Joe selembut mungkin,tapi ia malah membuat Gerim tambah terisak

“Aishhh,ok,maafkan aku karena sudah membentakmu,jadi ku mohon keluar ya!”ucap Joe dengan kata-kata yang lebih lembut dari biasanya

Gerim mengangguk pelan lalu menatap Joe dengan matanya yang sembab itu “janji padaku, kau tidak akan pernah  membentakku lagi??”pinta Gerim memohon

“aku tidak akan membentakmu lagi”ucap Joe seraya tersenyum,hal yang begitu sulit ia lakukan. Seumur hidup Joe belum pernah tersenyum kepada siapapun itu,namun hanya karena Gerim ia dapat melakukan itu meski keterpaksaan tersembunyi di balik senyumannya.

“janji?”

Joe mengangguk. Gerimpun mengacungkan jari kelingkingnya. Dan Joepun mengaitkan jari kelingkingnya dikelingking Gerim. Gerim kembali tersenyum dan beranjak dari kamar Joe dengan senyuman kegirangan.

***

Joe pov

“aku tersenyum??itu mustahil,aku tidak pernah tersenyum dan tidak akan pernah!!!”

Ku hempaskan tubuhku ke kasur,dan melipatkan tanganku dibelakang kepala. Aku memutar bola mataku. Mengacak-ngacak rambutku sekencang mungkin hingga rambutku terlihat sangat kusut. Aku memukul dadaku yang terasa sesak. Saat aku memicingkan kedua mataku bayangan gadis itu sekilas menghampiri pikiranku. Aisshh…apa yang terjadi?

“tok…tok”

Aku terbangun dan menatap pintu kamar seraya berdoa

“Tuhan ku mohon jangan gadis itu,aku muak melihatnya”

“Joe…”

“ne…”sautku dan menghela napas

Akupun mendengar langkah kaki umma memasuki kamarku.

“apa kau sudah sarapan?”tanya umma dan duduk di sampingku

“yah sudah”jawabku datar

“kenapa bajumu?”

Aku melihat pakaianku yang basah akibat tumpahan susu.

“aku akan kembali ke Canada siang ini,dan aku akan selalu menelponmu,jadilah anak yang mandiri,ok”ucap umma lalu mencium keningku lalu beranjak pergi

Anak yang mandiri?hey aku selalu mandiri,kau saja yang tidak mengetahuinya,urusi saja urusanmu yang tidak berguna itu. Kenapa selalu saja seperti ini,wanita ini selalu begitu. Meningalkan aku seorang diri disini bersama orang-orang yang tidak berguna itu. Kenapa kau meniggalkan aku,dan bersenang-senang dengan suami dan anak-anakmu?kau anggap aku apa?untuk apa kau melahirkan aku?aku sangat membencimu. Itulah alasan mengapa aku bersumpah untuk tidak tersenyum,dan pembantu itu malah menghancurkannya. Aish kenapa harus gadis itu. Sial!!

***

Normal pov

“Kau bekerja lagi??”tanya Hanrin,pertanyaan itu yang terus ia ulangi dari jam istirahat tadi

“iya-iya-iya….”jawab Gerim malas

“apa ibumu masih sakit??”

Gerim mengangguk “YA,Apa salahnya kan?”

“tapi,bagaimana dengan waktu sekolahmu?”

“aku bisa belajar ditempatku bekerja,ayolah Hanrin-ah,ini tidak akan lama kok,seminggu lagi umma akan sehat,tenang saja”ucap Gerim seraya melebarkan senyumannya

“ya aku mengerti…tapi kau jangan lupa makan,kalau kau sakit aku akan sangat kesepian”ujar Hanrin cemas

“tenanglah,Gerim adalah gadis yang kuat”ucap Gerim seraya memukul dadanya dengan mantap

“mmm…bagaimana dengan majikanmu?apa mereka baik padamu?”

“ne…mereka sangat baik padaku,apa lagi nyonya besar,dia orang yang sangat ramah…”Gerim menggeleng namun bayangan laki-laki itu terlintas dipikarannya “ANIOOO”teriak Gerim memperbaiki kalimatnya lagi

“aku benci pria itu”

“majikanmu?”

“ne, ingin rasanya aku menginjak-injak tubuhnya!!”marah Gerim

“pria??sudah tua?”

“yah dia seumuran dengan kita”

“tampan tidak??”tanya Hanrin seraya memamerkan senyumannya yang seperti setan

“mwo???orang kasar seperti dia dibilang tampan???tidak-tidak-tidak!!huh jangan sampai aku menyukai laki-laki seperti dia,aku bisa…”Gerim mengakhiri ucapannya dengan gerakkan tangan yang seolah-olah memotong lehernya.

“seburuk itu kah?”

Gerim mengangguk kuat

“tapi kalau tampan,aku mau dengannya…sayang untuk dilewatkan…”aku Hanrin seraya berhayal memikirkan wajah pria yang dimaksud

“ani…dasar babo…”ucap Gerim dan dengan keras memukul lengan Hanrin membuat Hanrin merintih kesakitan

“YA jangan memukulku,cepat pergi kerja sudah jam berapa ini!!”

“oh….ya ampun aku terlambat,ok aku pergi”ucap Gerim seraya berlari ke luar kelas

***

Gerim pov

“hah kenapa sepi sekali??”

Aku masuk seraya mengendap-ngendap. Berdoa agar tidak ada yang melihat aku. Aku tidak ingin dicap sebagai pembantu pemalas,dan..aishh pria itu jangan aku sampai bertemu dengan dia.

“YA,KAU”

Aku mencari sosok orang yang berteriak. Hah kenapa harus dia?

Aku menutup mataku sebentar dan membukanya lagi,yah untuk sementara waktu ini bisa menenangkan hatiku meski belum mencapai 100%.

“pembantu pemalas,kau digaji,mengerti!!!”bentak laki-laki itu

“ne,aku tau tuan,tapi…kau sudah berjanji padaku untuk tidak membentak!!”balasku dengan nada yang sedikit meninggi

“itu tidak berlaku bagiku!!kau ingin memprotes heh??”bentaknya lagi lebih keras

Aishh…orang ini,apa dia tidak lelah membentak orang terus.

“apa kau tau akibat melanggar janji heh?”

“apa hah?kau ingin menceramahiku?”

“maaf tuan,aku sangat menghormatimu sebagai majikanku,tapi kalau kau salah,aku berhak untuk menasehatimu!”

“YA,beraninya kau mengaturku????kau pikir kau siapa?”marah Joe dan hendak menamparku

Aku memicingkan kedua mataku dan menunggu…

“kau pikir seburuk itu kah aku??aku tidak seperti pria yang kau pikirkan!”ujar Joe dan dengan santai menepuk-nepukkan telapak tangannya ke wajahku

“kembali bekerja”ucap Joe seraya tersenyum

Senyum itu,aishh jangan pikirkan dia Gerim,dia sudah tidak ada.

***

Joe pov

Tersenyum lagi?kenapa?gadis itu,hah. Aku mengacak rambutku frustasi. Kenapa selalu gadis itu membuat aku tersenyum. Aku benci dia. Ingin sekali aku mengerjai dia.

“YA…”

Gadis itu berbalik setelah mendengar teriakanku

“karena kau terlambat,kau harus di hukum..!!”

“mwo???”

“apa?ingin protes!!!”

“ani…”

“bersihkan kolam renang”

“apa??”

“bersihkan kataku!!jangan membantah,siapa suruh datang terlambat!!”

“baik tuan”

Haha,rasakan pembalasanku, I hate… hate… hate… her

***

Gerim pov

Membersihkan kolam renang? Sendiri,aishhh,laki-laki itu

Aku langsung bergegas membersihkan kolam renang ‘sialan itu’

“apa kau tidak lelah?”

Ya kau mengejekku?

“tidak tuan…”

“kalau begitu,setelah membersihkan kolam renang,kau mandikan anjingku”

Hah? Apa lagi ini? Sabar Gerim,hanya satu minggu!

“ne…”

***

Cukup penderitaanku tiga hari ini,aku benar-benar muak dengannya. Dan aku berharap dia tidak lagi menyuruhku untuk mengerjakan hal-hal yang aneh lagi. Aku sangat berharap! Tuhan selamatkan aku.

“YA kau…”

OMG. Aku tetap tersenyum menanggapi teriakannya. Karena satu hal yang tidak ku suka darinya. Dia itu Pembentak! Dia sangat berbeda dengan Taemin oppa,aishh kenapa aku teriangat dengan pria itu. Gerim lupakan dia!

“YA,apa yang kau pikirkan,buatkan aku segelas susu,cepat,waktumu hanya 10 detik!!”

Mwo? Orang ini memang aneh,sukanya mengerjai orang. Akan ku kutuk kau!

“tuan,mana bisa aku membuat susu hanya dengan 10 detik,itu mustahil”ujarku seraya mengangkat kesepuluh jariku

“hana…”

Aishh pria itu sudah mulai menghitung. Baiklah…

Akupun berlari menuju dapur dan langsung membuatkan susu untuk pria sadis itu. aku tak tau berapa waktu yang kubutuhkan tapi aku harus cepat-cepat membuatnya. Aku tidak mau pria itu akan menghukumku lagi karena sedetik saja terlambat. Aishh benar-benar majikan yang merepotkan!

“tuan ini…”

Akupun menyodorkan segelas susu hangat padanya

“kau terlambat 15 detik!dan kau tau kan akibatnya?”ucapnya seraya menunjukkan tampangnya yang menjijikan itu

Akan ku bunuh kau L.Joe!!

“yah aku tau…”jawabku lemas

“kalau begitu,pijat aku,aku sangat lelah sepulang sekolah!!”

Aku mengembus napas panjang dan mulai memijat pundak Joe

“YA kau tidak bisa memijat??sakit tau,memijat itu seperti ini”ucapnya seraya memijat pundakku memberi contoh

“ya tuan ke kanan, sedikit lagi,yah disitu…bagus”

“YA kenapa aku yang memijatmu?”

“mana ku tau!”jawabku seraya mengangkat kedua pundakku

“hah sudahlah,sebagai gantinya,kau harus temani aku jalan-jalan diluar!”

“ne..baiklah…”jawabku pasrah.

Kalau ku tolak pasti hukumannya akan lebih berat. Lebih baik aku turuti saja perintahnya itu. dari pada dia memecatku,bisa mati aku dimarahi umma! Umma? Yah dari kemarin aku tidak pernah melihat nyonya besar lagi,dan aku juga tidak melihat keluarganya yang lain. Hanya pembantunya saja,apa dia…tidak punya keluarga yang lain?appa,unnie,dongsaeng atau siapun itu. malang sekali dia pasti sangat kesepian

***

“ambil itu..”perintah Joe seraya menatap makanan yang berjejer

Dengan lemasnya aku meraih makanan yang ditunjukan Joe padaku. Ku perhatikan kranjang makanan yang sudah hampir penuh dengan sneknya itu. Aishh apa dia selalu makan ini??

Sesaat kemudian ponsel Joe berdering,menatap layar ponselnya dengan tampang tidak mengenakkan dan diapun beranjak dari hadapanku entah kemana.

Beberapa saat kemudian Joe kembali menghampiriku di tempat kasir

“brapa semuanya?”tanya Joe pada petugas kasir

“semuanya 45.000 won”

Aishh anak ini,banyak sekali barang belanjaannya

“sudah selesai kan tuan??”tanyaku dengan nada yang sedikit memelas

“belum”

“apa??”

“kenapa?kau ingin protes!ikut aku,kita akan pergi ke suatu tempat!”ucapnya setelah kami sampai di luar supermarket

“ya baiklah”ucapku lemas seraya meniup poniku berkali-kali

***

“YA tuan bolehkan saya beristirahat sebentar disini?”pintaku memelas.Tenagaku benar-benar terkuras di buat olehnya. Huh…

“yah silahkan,apa kau haus??”tanyanya padaku seraya menatap penjual es

Tanpa ada jawaban dariku Joe langsung saja membeli dua batang es krim coklat. Lalu menyodorkan es krim itu padaku

“ambilah…”ucapnya. tanpa rasa basa basi lagi akupun menerimanya. Ya memang benar kalau aku benar-benar haus.

“aku ingin main itu…”

Joe menunjuk arena permainan yang ada di hadapan kami,Arena pasir

“ayo,tunggu apa lagi..”jawabku riang. Saat aku masih kanak-kanak,tempat inilah yang selalu aku kunjungui. Di saat hari ulangtahunku umma dan appa akan membawaku kemari. Tempat ini memang menjadi tempat favoriteku.

Yah hanya sebentar tak papa kan?

***

“selesai…”ucapku girang seraya memperhatikan istana pasir karya ku dan Joe

“hah,dulu aku dan umma….”Joe menghentikan ucapannya kemudian melanjutkan “kita pulang…”ujarnya

“wae?aku masih mau tinggal disini tuan…”tolakku

“KITA PULANG!!”bentak Joe keras

Aku tertunduk dan diam. Kenapa dia selalu membentak?? Apa dia sudah lupa dengan janjinya waktu itu?? Aishh…

“Ya tuan tunggu aku…”teriakku dan berlari mengejar Joe yang semakin berjalan menjauh.

Aku terus berlari dan tak sengaja menabrak orang

“maaf…”ucapku panic

“gwenchana?”tanya orang itu balik padaku

“aku yang sepatutnya mengatakan it…”ucapanku terhenti

“oppa…”gumamku pelan menatap pria yang barusan kutabrak

“Gerim-ah?”

Kenapa aku harus bertemu dengannya di saat seperti ini?

“annyeong oppa,kau hanya sendiri??”

“anio,aku bersama pacarku”

Pacar? kata-kata itu sangat menyakitkan. Tau kah kau kalau aku menyukaimu lebih lama dibanding gadis itu??

“oh,kalian kencan?”

“yah seperti sepasang kekasih yang biasa mereka lakukan,yah sejenis itu,kau bagaimana?”

“apa?”

“ah kau ini,siapa yang sudah mengisi hatimu saat ini?”

Apa maksudnya?

“aku…”

Aku dan Taemin oppa dikagetkan dengan datangnya seseorang

“aku pacarnya,jadi tolong jangan ganggu dia,dia sudah menjadi milikku!”

Pria ini! selalu saja…

“dia pacarmu Gerim-ah,wah ternyata kau sudah besar!kalau begitu selamat berkencan…”ucap Taemin oppa dan segera menghampiri pacarnya

“YA apa yang tuan lakukan??”tanyaku

“kenapa?”

“aku…” Tak kurasa air itu dengan sendirinya jatuh membasahi pipiku

“YA kenapa kau menangis??”

“……”

“Ya ayo ke mobil,sepertinya mau hujan” ucap Joe. Tapi aku sama sekali tidak peduli. Hatiku ini terasa sakit sekali. Dia tidak menyadari rasa sukaku padanya selama ini. Laki-laki bodoh!

“YA!!”

Tes…Tes…

Air mataku jatuh bersamaan dengan derasnya air hujan yang menghujam tubuhku. Aku menggigil. Dan rasa itu hilang saat seseorang menutup tubuhku dengan jaketnya agar tidak basah akibat hujan. Dan saat itu,aku tidak bisa mengingat apa-apa lagi. Semua menjadi gelap.

***

Aku membuka mataku perlahan. Butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan penglihatanku sekarang. Sinar yang datang menyelip masuk melalui jendela kamar membuat aku untuk memicingkan mata sejenak.

Kamar ini…

Pandanganku tersadar akan sesuatu. Sosok yang sedang tertidur di samping tempat tidur. Aku merasakan sesuatu membalut dahiku. Apa aku demam??

Dan pria yang menjengkelkan ini seperti ini semenjak tadi malam??

Aku turun dari ranjang dengan pelan,agar Joe tidak terbangun. Akupun bergegas ke dapur mencari atau membuat makanan.

“hah kenapa tidak ada yang bekerja disini selain aku?”

Semenjak dua hari yang lalu,aku tidak lagi melihat bibi yang lain bekerja disini. Hanya aku dan Joe menempati rumah ini.

Hanya berdua? kenapa aku baru sadar?

“YA Kau ingin rumah ini terbakar?”omel Joe yang tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapanku.

“ah…maaf..”

Aku tersadar dari lamunan dan segera mematikan kompor. Aku memperhatikan masakan yang ku buat yang hampir saja gosong akibta kecerobohanku.

“masakan apa yang kau buat?”

“aku…”

“beristirahatlah,semenjak tadi malam badanmu masih panas,biar aku yang mengurusi ini…kau duduk saja dan menunggu!”

“tapi…”

“ayo tunggu apa lagi!!”

“ne…”ucapku patuh

***

L.Joepun menyiapkan sarapan. Ternyata dia juga pintar masak. Dan itu sangat membuatku kagum.

“dari mana tuan belajar masak?”

“bukan urusanmu”

Aish,aku kan cuma tanya baik-baik,laki-laki menjengkelkan

“YA Kau pikir aku tidak bisa membaca pikiranmu itu heh?berhenti mengatakan aku menjengkelkan!!”

Mwo? Aku terkejut dan hampir saja aku memuntahkan semua makanan yang masuk kedalam mulutku. Kenapa dia tau pikiranku?

“karena kau selalu mengatakan aku sangat menjengkelkan,kau akan kuhukum!”

HAH? Hukuman lagi???

“kau harus menemaniku ke suatu tempat! malam ini pukul 7 dan kau tidak boleh terlambat!!”

“baiklah…”

Kenapa selalu saja seperti ini. Jam 7 kan? Aku berharap semoga kejadian ini tak terulang lagi. Jam 7? Jam 7? Jam berapa sekarang?

Aku memperhatikan Jam dinding dan ternyata.

“Aku telat….”teriakku

“YA aku sedang makan!!”omel Joe melihat tingkahku yang panic

“aku akan dimarahi guru kalau absen,hah bagaimana ini?”

“apa bedanya kau denganku??”

“itu urusanmu tuan!”

“YA duduklah disini dan jangan kemana-mana,kau masih sakit,bodoh!!”

“tapi aku harus sekolah!”

“kau ingin aku menambah hukumanmu?”

“ya baiklah…”ucaku mengakhiri perdebatan kami itu

***

Pukul 7 malam@

Aku mengedarkan pandangan kesegala arah. Memperhatikan keadaan sekeliling. Tempat apa ini? Wah bintang di langit sangat terlihat jelas

“kau kenapa?senyum-senyum seperti orang gila”ucap Joe kemudian duduk disampingku

Hah..kata-kata itu. Kenapa pria ini selalu saja mengingatkan aku pada Taemin oppa?

“a..ku…”

“pemandangannya bagus kan?”tanya Joe seraya menatap lurus ke angkasa

“ya,benar-benar bagus…”

Tapi kenapa dia membawaku ke tempat seperti ini??Dan dia membawa gitar,dasar laki-laki aneh…

“apa?kau bilang aku aneh?”

Aku membesarkan kedua bola mataku. Aish kenapa dia tau isi pikiranku?Akupun mengerucutkan bibirku.

Sesaat kemudian Joe menyentuh puncak kepalaku

“dulu aku sering ke sini dengan umma…” Joe mengambil napas dan melanjutkan kata-katanya

“kenapa aku selalu mengingat dia,padahal aku sangat membenci wanita itu…”

“tuan tidak pantas membencinya”

“memang tidak,seburuk apapun dia,dia tetap ibuku,apa kau tau?aku terlahir menjadi anak haram,umma berselingkuh dan yah…aku terlahir,menyakitkan bukan,aku tidak mempunyai appa,saudara dan teman. aku sangat kesepian…bahkan tak ada yang mengurusi aku,aku hanya hidup seorang diri. Dan rumah itu adalah rumah yang ia tinggalkan untukku,apa yang kau rasakan jika kau berada di posisiku?”

“ingin sekali rasanya aku lenyap dari hidup ini…”

“yah itu lah hal yang terlintas dari pikiranku,tapi…ku hapus niat itu saat ada seorang malaikat datang kepadaku. Dia selalu membuat aku tersenyum. Padahal aku tidak pernah melakukan hal bodoh semacam itu. Tapi aku sadar,senyuman akan membuat hati siapa saja merasa bahagia. Dan aku sangat sedih bila senyuman itu hilang…”

“aku begitu mencintainya…”

“ummamu?”tanyaku

“bukan…selain dia..”

Joe menghela napasnya lagi sebelum berkata

“aku pernah mengatakan pada umma,selain dirinya aku akan mengajak seseorang ke sini,seseorang yang sangat berarti bagiku,dan orang itu adalah…dia…”

“siapa?”

Normal POV

Joe tidak menjawab. Ia mengambil gitarnya dan memetiknya perlahan.

Girl kkumcheoreom dagaon neol
Girl you come to me like a dream

Joe melantunkan sebuah lagu dan melanjutkan ke bait berikutnya setelah ia menatap Gerim

Ireohke kkok jaba nohji anheul geoya
I’ll hold onto you like this and never let go

You are so beautiful to me girl

Cheot nune banhaettdeon nae isanghyeongil geol
you’re my ideal girl and I fell in love with you at first sight

Cham dahaengiya ireon neol mannaseo
I’m really happy to meet someone like you

Nae gaseumi ireohke ddwijanha
My heart is beating like this

Yeah

Nuga bwado sarangseureoun
Whoever sees you will say you’re lovely

Nuga bwado neomuna yeppeun
Whoever sees you will say you’re pretty

Hanahana neomu wanbyeokhan
One by one are perfect

There’s an angel in my heart

Nunbushige yeppeun eolguleun
Your pretty face is blinding my eyes

Haessalcheoreom hwanhan useumeun
Your bright smile is just like the sun

Bamhaneure balkeun byeol gata
Like a shining star in the night sky

there’s an angel in my heart

Joe berhenti memainkan gitarnya. Dan karena terlalu menghayati suara Joe Gerim tertidur di pundak pria itu.

“Aku sudah tau jawabannya….”gumam Joe

“aku sangat mencintaimu….”ucap Joe tepat di telinga Gerim dan iapun tersenyum. Karena Gerim telah menjadi miliknya.Selamanya….

THE END

***

Please tinggalin dong komentnya,aku sangat berterimakasih loh… 🙂

Advertisements

9 thoughts on “THERE’S AN ANGEL IN MY HEART

  1. annyeong chingu ^^
    new reader …
    choneun ghita imnida .
    14 y.o …
    hem, ceritanya menarik .
    keren ,
    cuma krna oneshot jdi rada cepet yaak ??

    oh iah,
    banyakin ff yg pairingnya SHINee dong 🙂
    #dasar, udah reader baru banyak bacot lg -.-

    gamsahamnida udh nampung comment gaje nih !
    XPP

    1. annyeong ^^ seyji imnida,16 yo
      gomawo atas kunjungannya…^^
      iya sih aku pikir juga gitu,ceritanya sengaja di cepetin pengen bikin oneshot soalnya,hehehe
      udah baca ff yang lainnya? lumayan banyak lo ff SHINee nya,di baca yak…
      makasih komennya… *bow* 🙂

  2. boleh tewas dtmpat gak nih thor???
    kalo d nyanyiin angel kya gtu..sumpah gak bs tdur… bakalan mnta d ulang truss.. *kasih gitar ke L.joe * maaainiiin lagii dong jagiiiii *puppy eyes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s