Scary House no 13

Title : Scary House no 13

Author : Choi Mina aka me

Casts : Lee Taemin(SHINee),Lee Yoon Ji (YOU)

Support Casts : Lee Gi kwang (B2st),Lee Donghae (SUJU)

Genre : horor and romance

Rating : PG17

NB : Sebelum membaca fanfic ini mohon perhatikan sekelilingmu!!!

***

January 13 2010

“kau lamban sekali,dasar perempuan,kalahkan aku kalau kau bisa!”Taemin berteriak keras di sepanjang jalan,mengejek Yoon ji adik perempuannya itu

Gadis yang berumur 17 tahun itu hanya bisa mendengus. Matanya membulat menandakan kemarahan yang ia pendam semejak sepulang sekolah tadi. Dahinya telah membentuk kerutan-kerutan kesal. Sedangkan hatinya sudah mengutuk-ngutuk Taemin.

Oppanya itu benar-benar nakal. Masa seorang gadis lemah seperti dirinya diajak bertarung balap sepeda,itu tidak fire. Taemin seorang laki-laki berumur 19 tahun,kemungkinan besar gadis itu akan kalah dalam pertandingan ini. Apa jadinya bila ia kalah? Yah tentu saja ia harus menempati janjinya mentraktir Taemin makan jajangmyun lima porsi. Itu petanda buruk baginya,sebab uang jajannya tidak mencukupi untuk itu. Tidak mungkin ia minta uang jajan lagi pada appa atau ummanya mengingat dua hari yang lalu ia menagih uang jajan. Oh goddness,bantu gadis itu!

Yoon ji mengayuh pedal sepedanya sekencang mungkin. Taemin sudah jauh di depan sana,mungkin Taemin sudah sampai di rumah sekarang pikirnya.

Ciiiiiittt

Mendadak Yoon Ji berhenti mengayuh. Gadis itu menatap oppanya yang juga sedang berhenti menatap sebuah rumah yang satu-satunya berdiri di tikungan jalanyang barusan mereka lewati. Rumah itu sudah tidak berpenghuni lagi,terlihat dari tatanan yang tidak terawat serta banyak rumput-rumput liar yang tumbuh diperkarangannya yang sudah membentuk semak belukar. Bahkan pagar rumahnya saja tidak berdiri kokoh. Siapa saja mudah untuk memasuki rumah ini.

Rumah ini berukuran besar,bertingkat dua,bergaya campuran traditional korea dan modern. Bila dirawat lagi rumah ini mungkin saja akan mendapatkan nominasi rumah termewah di Seoul. Yoon ji bergidik ngeri tapi ada satu hal yang membuatnya tertarik yaitu ayunan yang menghiasi perkarangan. Meski ayunan itu sudah berkarat,tapi gadis itu berniat bila ia punya kesempatan ia akan duduk di ayunan itu. Entah apa yang membuat ia berpikir seperti itu, seperti ada sesuatu yang menghipnotis dirinya.

“13,mmm bagus”ucap Taemin memecahkan keheningan

“apanya yang bagus?ngeri tau!”ujar Yoon ji seraya menatap nomor yang terpampang di dinding pagarnya.

“aku ingin masuk,bagaimana kita adu nyali,siapa yang berhasil masuk dia yang menang! Dan yang kalah harus mentraktir 2 kali lipat dari perjanjian?setuju?”tawar Taemin seraya memasang tampang devilnya

“andwe”jawab Yoon ji cepat. Gadis itu benar-benar takut. Gadis itu akan mengutuk dirinya bila ia masuk kedalam rumah angker itu.
“deal!!”

“YA,, APA YANG DEAL HEH??”teriak Yoon ji

“ayo masuk”ucap Taemin seraya menarik Yoon ji

“andwe oppa,aku tidak mau!!!aku lebih memilih bertanding balap sepeda dari pada masuk ke rumah itu”

“dasar penakut”ejek Taemin

“heh aku penakut?tidak”jawab Yoon ji

“jadi?”

“aku tidak mau”

“heh?dasar,cepat putuskan sekarang juga,masuk atau tidak?sebentar lagi mau turun hujan!”

Yoon ji mendongak ke atas menatap langit yang membentuk awan-awan hitam.

Gadis itu menggeleng kuat. Wajahnya bersemu merah menandakan ia akan menangis.

“hey,aku tidak memaksamu kok,jangan menangis,gadis cengeng”

Yoon ji hanya terdiam menahan tangis,sedangkan Taemin dengan tampang tidak bersalah hendak mengayuh sepedanya lagi. Namun tanpa di duga-duga perlahan air jatuh membasahi kepalanya. Saat ia mendongakan kepalanya keatas,ribuan rintikan hujan mengguyur deras menghujam tubuhnya. Taeminpun memberi aba-aba pada Yoon ji,ia menoleh menghadap rumah angker itu.

“kita hanya berdiri di terasnya saja untuk berteduh,kau jangan cemas”ucap Taemin melihat wajah pucat Yoon ji

Dengan ragu-ragu Yoon ji mengikuti Taemin dari belakang. Saat memasuki perkarangan rumah itu,ia seperti merasakan dunia yang berbeda.

“hah lama sekali”ucap Taemin kesal seraya menghentakan kakinya

“sudah dua puluh menit,kapan berhentinya?”ucap Taemin lagi seraya menatap jam tangannya yang menunjukan pukul 18.15

“oppa…”

“ne..”

“aku..”

“yah kenapa?”tanya Taemin

“mmm..aku”ucap Yoon ji seraya menggigit bibir bawahnya

“ya,kau kenapa?sakit?”

Yoon ji menggeleng

“lalu?”

“aku…”

Taemin memperhatikan gerak-gerik Yoon ji yang semakin gelisah. Bergerak tak karuan.

“tahan sebentar,hujannya segera reda kok”

“tapi aku tidak tahan lagi”ucap Yoon ji dengan nada kuatir. Kenapa musibah ini melandanya disaat yang tidak tepat. Ia benar-benar ingin ke kamar kecil.

“hah,baiklah kita pulang”

KReekKk!!!

Taemin dan Yoon ji menoleh ke suatu arah. Mereka mendapati pintu depan rumah itu sedikit terbuka yang hanya menampakan kekelaman yang mengiasi di dalam rumah itu. Yoon ji membelalak kaget,jantungnya berdesir dag-dig-dug tak tentu. Ia menelan air ludahnya sebanyak mungkin. Perlahan kringat membasahi dahinya. Ini tidak seperti biasanya ia merasakan ketakutan yang amat sangat

“oppa ayo kita pulang”teriak Yoon ji di sela-sela rintikan hujan yang semakin deras. Gadis itu ingin menangis.

Tapi Taemin tidak mempedulikan teriakan adiknya itu. Rasa penasaran menghantui pikirannya.

“ayo masuk,dia sudah menunggu kedatangan kita”ujar Taemin dan dengan segera melangkah masuk ke dalam rumah

“oppa,jangan!!”teriak Yoon ji. Sangat disayangkan teriakannya tidak dapat membuat Taemin merubah pikirannya, oppanya itu sudah masuk duluan meninggalkan dirinya seorang diri

JJttttAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR !!!

Yoon ji terpekik hebat ketika mendengar bunyi petir yang memekakan telinganya. Tanpa berpikir panjang lagi dengan terpaksa ia memutuskan mencari Taemin di dalam rumah itu. Ia akan di cap sebagai adik durhaka bila membiarkan Taemin diculik makhluk halus pikirnya . Dengan mengumpulkan keberanian Yoon ji pun melangkah masuk.

***

Yoon ji pov

“oppa…”panggilku

Namun tidak ada sahutan

“oppa..”panggilku lagi

Nihil. Tetap tak ada sahutan

Aku mencoba menyesuaikan penglihatanku karena rumah ini sangat kelam. Aku tidak bisa melihat dengan jelas. Kurasakan perasaanku mulai tidak enak. Ada sesuatu yang menjanggal. Ini adalah keputusan yang salah. Mengapa aku harus mencarinya ke dalam,toh nantinya dia juga akan balik sendiri. Dasar babo. Yoon ji kau sangat babo!!. Aku harus balik,ya harus. Aku melangkah berbalik menuju pintu masuk namun yang ku dapati adalah pintu yang tertutup rapat dan terkunci. Oh my goodness

Oppa,ya aku harus mencari oppa. Aku melebarkan langkah kakiku. Aku hanya mengandalkan penerangan dari ponsel. Oppa kau dimana?

“oppa..”gumamku saat melihat bayangan seseorang yang menyerupai Taemin oppa di dinding,aku tebak itu pasti dia. Aku mengikuti bayangan itu. Ia menuju lantai atas. Oppa tunggu aku! Aku semakin mempercepat langkah.

“taemin oppa…”panggilku saat aku sampai di lantai atas. Pandanganku menyusuri seluruh sisi. Rumah ini masih di lengkapi perabot meski tidak utuh lagi. Kursi dan meja di selimuti oleh kain putih. Dan satu yang membuat aku tertarik lagi dengan rumah ini. Foto.

Ponselku ku arahkan ke rangkaian foto yang terpampang di dinding. Foto-foto itu tertata rapi tak seperti tatanan meja dan kursi yang berantakan. Aku menatap sebuah bingkai foto berukuran besar yang tergantung di bagian tengah dari foto-foto yang lain. Ukurannya kira-kira 1 m x 1,5 m,cukup besar bukan?foto itu tetap elegan meski bingkainya yang sudah berkarat,sepertinya rumah ini sudah lama ditinggal.

Ku tebak itu adalah foto keluarga. Pasti dulunya mereka adalah keluarga terhormat. Aku mendekatkan ponselku ke depan foto itu,ingin melihat lebih jelas orang-orang yang berpose di dalamnya. Ada 4 orang, dua laki-laki dan dua perempuan. Aku mulai berpikir orang-orang itu adalah pemilik rumah ini. Aku mulai menebak-nebak, seorang pria sebagai kepala keluarga,ia terlihat seperti orang yang bijaksana dan baik,terlihat dari senyumannya yang tulus, lalu seorang wanita paruh baya duduk berdampingan di sebelahnya seraya menggandeng tangan pria itu. Ia terlihat sangat anggun mengenakkan gaun putih yang menghiasi tubuhnya yang langsing. Wanita itu tidak terlihat tua di usianya. Ku tebak lagi wanita itu berumur kira-kira 40-an. Terlalu tua kah?haha. Aku menggerakkan ponselku lagi mencari orang yang ketiga,dia seorang gadis yang cantik sama seperti wanita yang berumur 40-an itu. Mereka sangat mirip. Bila gadis itu menyanggul rambutnya yang terurai rapi seperti wanita 40-an itu maka mereka akan terlihat seperti anak kembar. Aku tertawa sendiri mengingat-ngingat itu. hey ada apa ini? Kenapa aku sama sekali tidak merasakan takut?Aneh!

Ku gerakan lagi ponselku mencari sosok orang yang terakhir. Ternyata seorang pria yang..OMONA..Detak jantungku!! Kenapa tidak berdetak dengan normal?Oh my goodness. Ku raba kedua pipiku,panas. Bahkan aku tidak bisa bernafas dengan baik. Aku kehabisan nafas,hanya karena melihat wajah tampan pria itu? Babo,dalam keadaan seperti ini kau memanfaatkan hal yang bukan-bukan. Yoon ji dasar kau gadis yang gila dan bodoh! Cepat beranjak dari sini mencari oppa! Tunggu kenapa aku tidak bisa bergerak,hatiku ingin sekali lagi melihat wajah pria itu,sekali lagi.

Aku mendekatkan posisiku berdiri hingga jaraknya hanya 15 centi dari foto itu. aku berusaha melihat dengan jelas,pria yang membuat hatiku mendesir. Meski pria itu tidak tersenyum,tapi wajahnya terlihat sangat tampan. Aku tidak bisa berpaling darinya. Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama?Aishh,memang dia adalah satu-satunya pria yang membuat diriku menjadi tidak waras! Terbesit pikiran tolol di otakku untuk membawa foto ini pulang. Senyuman lebar terlukis di wajahku,aku menatap pri itu lebih lama lagi dan terhenti saat seseorang menyentuh pundakku hingga membuat aku terpekik.

“ARRRRRRRRGGHHH!!”

“dasar penakut”

“oppa…”ucapku seraya memeluk Taemin oppa

“hey…lepaskan”

“oppa ayo kita pulang”pintaku

“ne..mm..apa kau tidak kebelet lagi?”

Aishh..aku lupa dengan tujuanku sebelumnya. Toilet!!

“tidak,ayo kita pulang!”ujarku seraya menarik tangan Taemin oppa

“ne,sepertinya hujan sudah reda,tapi tunggu…siapa yang duluan sampai ke halaman depan,dia pemenangnya,oke?”

“mm..baik!!”

“yoon ji bersiaplah mentraktirku”ucap Taemin oppa seraya tersenyum nakal. Aku balik menatapnya dengan sinis. Kami berdua bersiap membuat ancang-ancang.

“hana,tul,set!”

Dengan sekuat tenaga aku berlari,namun aku tertinggal di belakang.

Huh sebel!! Aku teringat sesuatu,pria yang ada di foto itu. Yoon ji lupakan dia!

Aku terus mengejar Taemin oppa dari belakang. Kemana dia?aku tidak melihat dia! Oh itu dia disana. aku melihat Taemin oppa berlari memasuki sebuah ruangan. Loh,bukannya pintu keluar di lantai bawah,tapi sudahlah,ayo kejar dia Yoon Ji,kali ini kau tidak boleh kalah!!A-yo fighting!!

Taemin pov

Dasar lamban. Kenapa perempuan itu lamban sekali? Memang asik taruhan dengan gadis lemah seperti dirinya. Aku terus berlari kencang seraya menoleh ke belakang melihat keadaan. Tapi aku tidak melihat Yoon ji. Memang lamban. Hehe asik makan gratis.

Langkah kakiku terhenti sejenak. Dari kaca jendela aku melihat seorang gadis yang berlari di perkarangan dan kemudian meraih sepeda. Oh god, Yoon Ji. Dari mana dia keluar,dasar licik!

Aku terus berlari hingga keperkarangan rumah. Mengambil sepedaku dan mengejar Yoon Ji yang sudah duluan.

“ya..Yoon Ji,kau curang!”teriak ku seraya membetulkan letak tas ransel yang ku sandang

Omona,cepat sekali dia mengayuh sepeda. Aku tidak boleh kalah. Aku mempercepat kayuhan sepedaku. Yoon Ji mati kau,kau akan kalah,hehehe.

TIIIIIIITTT-TIIIIITTT

Oh god aku tidak bisa merem sepedaku. Oh Tidak,truk itu kenapa dia tidak berhenti aku tidak bisa merem.

“Yoon Ji…”itu lah kata yang ku ucapkan untuk yang terakhir kalinya

Yoon Ji pov

“oppa..kena kau,hehe”ucapku saat memasuki ruangan itu

Senyuman yang kubentuk memudar saat melihat seseorang duduk membelakangiku seraya bermain piano.

Ting Ting Ting

Bulu kudukku merinding.

“oppa…kau kah itu?”
Orang itu tetap memainkan tuts-tuts piano. Tidak seperti bunyian piano biasanya. Ini terlalu mengerikan.Cukup! Hentikan!
Aku menutup kedua telingaku. Kepalaku terasa pusing mendengarnya.

“oppa,hentikan,cukup!kau jangan membuat aku takut!ayo pulang oppa!!” teriakku dari sudut ruangan. Seketika aku tidak mendengar lagi dentingan piano yang mengerikan itu. Orang yang kuteriaki yang kupikir itu adalah Taemin oppa berdiri dan membalik menatapku. Hanya dibantu penerangan ponsel aku tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya.

“oppa,kau kah itu?”tanyaku takut
Namun tiba-tiba pintu ruangan itu tertutup dengan keras

“ARGHH”teriakku seraya berusaha membuka pintu,tapi pintu itu terkunci.bagaimana ini?
Aku merasakan orang itu menghampiriku. Terdengar dari langkah kakinya yang semakin mendekat. Satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,delapan,Sembilan dan sepuluh. Orang itu benar-benar dekat. Jarak kami hanya 60 centi. Dan tentu saja aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Pria itu adalah pria yang kulihat di foto waktu itu. Tapi wajahnya terlihat pucat dan OMONA darah mengalir dari kepalanya. Sangat mengerikan!

“OPPA!!!”teriakku sekencang mungkin

“kenapa kau terus meneriaki oppamu itu hah?”tanya pria itu dingin

“OPPA!!”teriakku lagi seraya terisak. Aku ingin pulang!

“jangan menangis Yoon Ji, kau akan baik-baik saja”ucapnya seraya menyentuh pipiku. Tangannya terasa dingin seperti es.

“JANGAN SENTUH AKU!!!”ucapku seraya semakin terisak

“OPPA,OPPA!!TOLONG AKU!”aku mencoba berteriak memanggil Taemin oppa sampai-sampai suaraku habis

“jangan pergi,ku mohon temani aku disini,saranghae Yoon ji-ya”ucap pria itu berbisik di telingaku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang menerpa wajahku. Hey dari mana dia tau namaku? Saat otakku tidak dapat berpikir normal lagi dan saat itu juga aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Semua terjadi begitu saja. Menjadi gelap

***

January 13 2011

“hey..lihat!!”ucap seorang bocah SMP pada temannya. Temannyapun menoleh menatap rumah besar yang berada di depan mereka kini

“seram sekali,kau ingin masuk?”tanya bocah yang pertama

“tentu saja tidak!iiiii…”ucap bocah yang satu lagi ngeri

“kau baca berita di Koran kan?dua orang bersaudara masuk ke rumah itu,lalu saudara yang laki-laki tewas karena kecelakaan dan saudara perempuannya menghilang,kabar perempuan itu masih hidup atau tidak belum terungkap,mengerikan sekali”ucap bocah yang pertama menjelaskan

“ya aku tau,kau tau tidak rumah itu milik siapa?”tanya bocah yang kedua

“anio..”

“Lee Donghae,pengusaha besar di Seoul,di tahan di penjara Chongduk”

“apa hubungannya dengan rumah angker itu?bodoh”ucap bocah yang pertama seraya memukul bocah yang kedua

“Aishh..kau ini,sakit tau,yah jelas ada hubungannya…setelah nyonya Lee meninggal,Lee Donghae kehilangan semangat hidup lalu karena itu ia mengidap kelainan jiwa di tambah lagi masalah perusahaan yang ia kelola bangkrut,lalu tanpa alasan yang jelas ia membunuh kedua anaknya,anak sulungnya tuan Lee Gi Kwang dan anak bungsunya nona Lee Maerin,saat itu mereka berumur 18 dan 17 tahun,mayat mereka di simpan di dalam rumah itu”ujar bocah yang kedua seraya mengelus kepalanya yang sakit

“oh..lihat itu!!cepat lihat!!”teriak bocah yang pertama seraya memukul lagi kepala temannya

Mereka melihat pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya.

KrRREEKKKkkk!!!

“LARRRRRIIIIII!!”

END

***

coment yo yo yo ^^

Advertisements

6 thoughts on “Scary House no 13

  1. kerennn!! sayang kok taemin dimatiin sih? cz kalo yoonji masi d dalem yg diliat taemin keluar rumah sapa dong?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s