I L U eventhough it’s hurts

Title : I L U eventhough it’s hurts

Author : Choi Mina aka me

Cats : Park Younha,Lee Taemin (SHINee),Choi Minho(SHINee),Baek Suzy(Miss A) and others casts who support this ff

Genre : sad

Rating : PG15

***

I love you, ireon gibeun sarangin gabwayo geudae eobshi nan useul su eopjyo
Geudae sarangi go shipeun mame na dallajigo inabwayo…”

ponselku berdering,segeraku sambar ponsel yang bergetar dari tadi di atas meja rias

“yoboseyo…”sautku menjawab telpon

“YAAAA,,Younha aku turut bahagia,chukhae,aku tidak bisa membayangkan perasaanmu saat ini,kau beruntung,aku sangat bahagia….”teriak sahabatku diseberang sana,Sulli

“tapi,aku takut kalau dia tidak mencintaiku,”ucapku lirih

“hush..kau bicara apa?kalau dia tidak mencintaimu,untuk apa dia mau melamarmu?kau jangan berpikir yang bukan-bukan!”jawab Sulli cepat

“tapi,mungkin saja dia ingin menikahiku karena perjodohan orangtua kami”ucapku dengan suara yang sedikit bergetar

“aish,babo yoja!!kau jangan berpikir seperti itu,aku yakin kalau Taemin sangat mencintaimu,percayalah padaku!”tegas Sulli

“tapi..”

“cukup!percayalah padaku !Taemin sangat mencintaimu!”Teriak Sulli

“gomawo Sulli..”

“tunggu aku,aku akan sampai disana 10 menit lagi!” katanya menutup telpon.

Apa benar yang diucapkan Sulli?Apa Taemin mencintaiku seperti aku mencintainya?Apa Taemin melamarku bukan karena perjodohan orangtua kami?Apa Taemin mau menerima aku apa adanya?Apa ia rela aku menjadi istri yang akan membahagiakannya? Apakah ia menginginkanku sebagai seseorang yang sangat berarti baginya?Apa ia ingin menjadi satu-satunya orang yang akan melindungiku setelah kedua orangtuaku meninggal?

“Younha ….”panggil ajumma dari luar ruangan

“ne omma..”sautku

“apa kau sudah siap?Taemin sudah menunggumu di depan altar,kau sangat cantik jagi..”puji ajumma seraya menyentuh lembut pipiku

Aku tersenyum. “kkajja”ajak ajumma menggenggam erat tanganku. Aku bangkit berdiri dan kamipun melangkah ke ruang persepsi pernikahanku dengan Taemin

***

Acara pernikahanku telah berlangsung lima jam yang lalu. Tapi semenjak acara pernikahan usai,aku tidak melihat Taemin. Kemana dia? Sudah dua jam aku menunggunya di rumah baru kami sebagai hadiah pernikahan dari orang tuanya. Sampai-sampai  Minho  oppa rela mengantarkanku pulang. Ia adalah hyung Taemin.  Dan dia juga yang mendukung hubunganku dengan Taemin.

Aku terus melirik jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 11 malam. Ada kegelisahan yang kurasakan. Pikiran-pikiran buruk tentangnya,terus berputar memenuhi pikiranku. Apa dia lari dariku setelah acara pernikahan kami?

Bruuuuukkkkk!!!

Terdengar suara yang keras dari ruang tamu. Langsung aku berlari menuju lantai bawah. Kutemukan Taemin tergeletak di lantai. Dengan cemas aku menghampirinya

“oppa…”ucapku seraya menepuk pipinya “oppa..kau masih sadar?”

“Suzy…”ucapnya,ada sesuatu yang memasuki indra penciumanku,baunya seperti alcohol

“oppa kau mabuk?”tanyaku sambil menariknya ke atas sofa

“anio aku tidak mabuk…ya Suzy…kau cantik sekali,kau istriku yang cantik….”jawabnya ngelantur seraya menatapku dengan wajah seperti itu. Ah dia belum pernah menatapku seteduh itu. Tunggu dulu siapa tadi, Suzy?Siapa dia?

“aishh..oppa”ku rasa dia mabuk berat. Kutompangkan tubuhnya ke bahuku, dan aku membawanya ke kamar. Ku tidurkan dia diatas ranjang. Dan kuselimuti tubuhnya yang masih mengenakan jas. Kenapa dia seperti ini? Aku ingat nama yang ia sebut di ruang tamu tadi. Suzy. Apa dia pergi dengan wanita itu di hari pertama kami menjadi sepasang suami istri?apa dia selingkuh?Ku rasa kata-kata Sulli itu salah. Taemin sama sekali tidak mencintaiku. Sama sekali tidak!!

Aku terduduk lesu di tepi ranjang sambil menatap Taemin yang tertidur pulas. Ku perhatikan wajahnya yang polos itu. Aku terus menatapnya sampai  beribu butir air mata jatuh membasahi pipiku. Tanganku yang dingin meremas-remas baju piyamaku mencoba menahan rasa sakit dan perih mengingat ia yang terus menyebut nama seseorang, dan itu bukan aku. Tapi aku tidak bisa menahan rasa sakit ini. Benar!aku memang mencintainya

***

09.15 Kst

“Younha…”panggil suamiku dari kamar

“ne..”sautku dan bergegas menghampirinya

“mana bajuku untuk syuting hari ini,apa kau sudah menyiapkannya?”tanyanya padaku sambil mencari pakaiannya di dalam lemari. Banyak baju yang berserakan di lantai dan juga di tempat tidur.

“aku sudah menyiapkannya jagi…”ucapku,dan dengan sigap aku mengambil pakaian yang ia maksud di dalam lemari baju yang lain

“ini…”aku serahkan pakaian itu padanya

“apa yang kau katakan?”nada suaranya terdengar tidak mengenakkan

“apa?”tanyaku heran melihat ekspresi wajahnya yang sedikit kesal

“tadi kau panggil aku jagi kan?”

“ne..waeyo?”tanyaku semakin heran,apa salahnya aku memanggilnya dengan sebutan jagi?sudah sewajarnya aku mengatakan itu,apa aku salah?

“jangan sebut aku jagimu!!”ucapnya. Aku tertunduk dan terdiam.

“aku oppamu,tidak lebih,aku mau menikahimu bukan karena aku mencintaimu tapi karena orangtua kita,kau mengerti?jadi mulai saat ini dan seterusnya berhenti memanggilku jagi!”ucapnya lagi sambil berlalu dari hadapanku

“oppa..kau hanya bergurau kan?”tanyaku masih dalam keadaan tertunduk

“menurutmu?apa aku seperti orang yang sedang bergurau?”

“a-anio..”jawabku,suaraku berubah serak. Tanpa mengatakan apa-apa lagi ia langsung beranjak pergi

Dia memang tidak mencintaiku. Tidak akan pernah!

***

Jari-jariku bergetar hebat memencet tombol-tombol di ponsel. Aku butuh seseorang yang mampu menghiburku di saat seperti ini. Aku butuh Sulli.

Tak seharusnya aku menerima lamaran ajumma dan ajussi. Tak seharusnya aku menjawab ‘iya’ di lamaran itu. Tak seharusnya aku merasa sebahagia ini. Dan tak seharusnya aku sangat mencintai dia.

“yoboseyo…”kataku berkali-kali. Tapi tidak ada yang menjawab. Hanya suara seorang operator yang memberi tahu kalau jaringan sibuk saat ini.

Ku ulangi sekali lagi. Sulli tetap tidak mengangkat panggilanku. Dan akhirnya ku putuskan untuk meninggalkan pesan padanya.

“Sul-li…ak-u bu-tuh diri-mu…”kataku terisak

Ku tutup ponselku dan menggenggamnya erat. Sampai-sampai tanganku memerah. Ku rapatkan tubuhku kesofa. Ku lipat kedua kakiku di atasnya. Kututup wajahku dengan kedua tanganku. Tanganku basah karena keringat dingin bercampur air yang tak henti-hentinya mengalir deras dari mataku. Aku tak tau harus berbuat apa. Appa, omma,aku sudah berjanji pada kalian,bahwa aku akan hidup bahagia,dan aku tidak akan pernah lagi menangis,mianhae karena aku sudah melanggar janji itu.

Kurasakan ada seseorang yang menyentuh pundakku. Aku kaget dan mengangkat kepalaku yang sempat tertunduk lama. Aku menatap orang itu.

“oppa…”gumamku

“Younha..waeyo?”tanyanya seraya menghapus air mataku dengan kedua tangannya

***

“lihat makanan ini,lama kelamaan akan mengering dan membusuk,apa kau tidak kasihan pada mereka?”Minho memulai pembicaraan lagi setelah aku menceritakan semua masalahku padanya,hingga ia membawaku ke sebuah restoran yang cukup terkenal di Seoul

Aku menatap makanan yang terhidang di depanku. Memang benar ucapannya,makanan ini seperti memelas hendak meminta untuk menyuap mereka satu-persatu ke dalam mulutku. Tanpa berpikir panjang lagi ku raih sepasang garpu dan sendok yang terletak di samping piring. Ku sapu makanan itu dengan lahap.

“makannya jangan cepat-cepat nanti kau tersedak”ucap Minho sambil tersenyum seraya menyodorkan segelas air putih

Belum pernah ada orang yang seperhatian ini padaku selain appa,omma dan Sulli. Trimakasih Tuhan kau sudah mengirimkan malaikat padaku.

Ku raih segelas air minum yang ia sodorkan tadi,dan meneguknya setengah.

“oppa…gomawo,aku sekarang merasa lega”ucapku seraya tersenyum lebar. Meski masih ada butiran air bening yang tergenang di kedua pelupuk mataku

“kalau kau menangis lagi,aku akan meninggalkanmu disini,dan tidak akan membayar semua makanan ini!!”

Aku tertawa. “kau serius?”

“menurutmu Park Younha?”

Aku tersenyum lagi. Minho juga sahabatku sama seperti Sulli. Aku mengenalnya sebelum ia menjadi seorang model. Dan itupun sebelum aku mengenal Taemin.

“setelah ini,aku akan mengajakmu ke suatu tempat”

“kemana?”tanyaku sambil menyuap makananku yang tersisa di piring

“ke tempat yang tidak akan membuatmu sedih..”jawabnya

***

Wuekkk!! Aku muntah. Perutku mual. Makanan yang ada di dalam perutku memberontak ingin keluar.

“tidak seharusnya aku mengajakmu ke permainan ini,mianhae”kata Minho penuh salah.  Lima belas menit yang lalu ia mengajakku naik rolling coaster. Yang akhirnya membuat wajahku pucat dan bibirku membiru.

“haha…kau tidak salah oppa,seharusnya kau yang memarahiku,aku tidak memberitahumu kalau aku pobia ketinggian,dan aku memang tidak diperbolehkan untuk naik itu,tapi aku ingin mencoba sekali seumur hidup!”jawabku santai

“maaf aku sudah membuatmu seperti ini,tunggu disini aku akan membeli sesuatu”ucap Minho meninggalkanku,lalu dia kembali lagi setelah beberapa menit

“ini”ucapnya seraya menyodorkan sesuatu ke tanganku

“kenapa kau membeli es krim?”tanyaku heran

“tidak tau”jawabnya singkat dan dengan segera ia mengalihkan wajahnya dari pandanganku. Dia masih ingat kalau aku suka strawberry . Aku hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lakunya yang aneh itu.

“sudah sore,ayo kita pulang!”ajaknya akhirnya

“ne..”

Gara-gara Minho aku bisa melupakan masalah yang kuhadapi saat ini. Aku sangat berterimakasih padanya. Dia mau mendengarkan curhatanku dan juga sudah menghiburku seharian.

“Gomawo…”ucapku pada Minho,setelah ia memberhentikan mobilnya di dekat rumahku

“untuk apa kau berterimakasih?”

“karena kau sudah mengajakku jalan-jalan”jawabku

“itu sudah menjadi tanggung jawab bagiku sebagai seorang…”ucapannya terputus

“sebagai seorang sahabat”lanjutnya

“Younha..”panggil Minho

“ne..”

Minho terdiam cukup lama

“neol saranghae….”lanjutnya

Aku menoleh menatapnya. Bertanya-tanya apa maksud ucapannya

“aku tau kau pasti kaget,dari dulu aku memang ingin mengatakannya padamu,Younha… aku mencintaimu”ucapnya sambil menatapku lama

Tapi aku sudah mencintai laki-laki lain,dan itu bukan Minho.

“kau tak perlu menjawab apa-apa,aku hanya ingin melihatmu tersenyum”ucapnya lagi

Sesuai permintaannya, Aku tersenyum. Begitupun dia membalas senyuman dariku.  Sepertinya dia mengetahui isi hatiku,bahwa hanya Taemin seorang lelaki yang kucintai.

Ketika hendak turun dari mobil. Aku melihat Taemin keluar dari dalam rumah bersama seorang wanita. Yang tidak kutau siapa dia

“Suzy…”Minho menatap wanita itu seraya menyebut namanya

“Suzy?”tanyaku padanya

Dan saat itu aku merasakan sakit yang amat mendalam di hatiku. Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat dengan jelas orang yang aku cintai beradegan mesra dengan wanita yang sama sekali bukan istrinya. Tanganku dengan cepat membuka pintu mobil,menutupnya dengan keras,hingga membuat Taemin dan Suzy terkejut dengan kedatanganku.  Reflex aku melayangkan sebuah tamparan yang hebat mendarat di pipi kiri Taemin. Meninggalkan jejak yang memerah disana. Sedetik kemudian tangisanku meledak. Hatiku sakit seiringan dengan rintik-rintik hujan yang lama-kelamaan mengguyur deras. Lengkap sudah penderitaanku.

“aku memang tidak secantik dia,aku memang tidak sesempurna dia,tapi bisakah kau menghormatiku sebagai istrimu?”teriakku pada Taemin. Hujan semakin lebat. Bunyi petir menggelegar di langit yang semakin kelam. Sekelam hatiku saat ini.

“kalau kau benar-benar tidak mencintaiku,kenapa kau menerima aku sebagai istrimu??”tanyaku seraya terisak

“baik kalau itu maumu,ceraikan aku!!besok aku akan menunggumu jam 11 siang,di kantor pengadilan, dan kau tidak boleh terlambat!”Akupun beranjak masuk kedalam rumah,masuk kedalam kamar dan menguncinya rapat. Hatiku yang sakit ini tidak bisa dibayar dengan apapun!Tapi kenapa aku tidak bisa membencinya?

***

“Younha!!kau gila?kau ingin bercerai?apa kau sudah memikirkannya matang-matang?kau  jangan gegabah!Younha…younha..YA”

Tuut..tuuut..

Terpaksa aku meriject pembicaraan dengan Sulli. Aku sudah memikirkannya,aku akan bercerai dengan Taemin hari ini. Aku sudah yakin  dengan keputusanku . Untuk apa aku menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali tidak mencintaiku?

Lagi-lagi ponselku berdering,tanda panggilan masuk. Aku menekan tombol hijau.

“yoboseyo”sautku dengan suara yang serak. Semalaman aku menangis dan tidak tidur sampai pagi

“Younha..apa benar kau akan bercerai?”

“ne omma”

“waeyo?”tanya omma Taemin,suaranya terdengar kelu

“aku tidak sanggup”jawabku

“apa kau sudah memikirkannya jagi?kau tau perceraian itu urusan yang sangat serius!”nasehat omma

“ne aku tau omma,tapi aku sudah yakin dengan pilihanku”jawabku seraya mematikan ponselku

Aku sudah bertekad. Tinggal empat jam lagi aku akan berpisah dengannya,meski hati ini tak mau berpisah,tapi aku sudah memutuskannya. Biarlah Taemin bahagia dengan wanita yang ia cintai. Aku akan bahagia melihat ia bahagia dengan wanita yang bisa membuat hidupnya sempurna.

Setelah bersiap-siap. Aku pun menuju tempat persidangan perceraian kami. Aku kesana seorang diri dengan mengendarai mobilku. Selama perjalanan,kepalaku terasa sakit. Aku pusing. Aku tidak bisa melihat jalan dengan jelas. Sekejap semua itu terjadi,semua yang tidak aku harapkan.

***

Di tempat lain

Dia benar-benar serius akan menceraikanku. Fine,terserah dia menceraikanku. Aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintai Suzy. Dan setelah acara perceraian ini,aku akan segera melamar dan menikahi Suzy. Masih ada empat jam lagi sebelum sidang di mulai. Aku akan menemui Suzy. Aku akan melamarnya.

Mobilku melaju kencang di jalan tol. Limabelas menit kemudian aku sampai di depan apartemen Suzy. Sambil membawa setangkai mawar kesukaannya.  Aku masuk kedalam apartemen itu dan menuju lantai delapan dimana Suzy tinggal di apartemen nomor 25. Ku lihat pintunya yang tidak terkunci,langsung saja aku masuk tanpa mengetuk dahulu. Aku ingin memberikan kejutan padanya.

Namun langkahku terhenti tepat di depan kamarnya. Aku melihat dia berdua di dalam bersama seorang laki-laki yang ku kenal. Bunga mawar yang tergenggam di tanganku. Kulempar kesembarang tempat. Tanganku mengepal membentuk tinju. Ku langkahkan kakiku masuk kekamar Suzy. Ku lihat ekspresinya yang kaget melihat kehadiranku yang membuat mereka terganggu

“begini kah,kau membalas cintaku?”bentakku keras pada Suzy. Dia hanya tertunduk

“hyung,aku tidak menyangka kau seperti ini,arghhhhhh…”marahku memuncak,satu tinju yang keras melayang ke pipinya. Darah hangat keluar dari hidungnya.

“arghhhhh……”teriakku

Ponselku bedering,segera kuangkat telpon yang ternyata dari  Minho

“yoboseyo..”

“APAA?”

Aku segera berlari ke dalam mobil. Dan langsung tancap gas ke rumah sakit coengshan yang berada di pusat kota

***

Sesampainya di sana Taemin langsung menuju kamar yang di sebutkan Minho di telpon tadi. Tempat dimana Younha di rawat karena kecelakaan yang menimpanya. Di depan ruangan Younha Taemin melihat Minho. Dan langsung menghampirinya seraya menanyakan keadaan Younha

“apa younha baik-baik saja?”tanya Taemin

Minho menatap Taemin “kenapa kau menanyakan keadaannya?setauku kau tidak peduli padanya?apa kau puas melihatnya sekarang?apa kau tau dia sangat mencintaimu?aku berpikir kalau Younha sedikit tidak waras karena dia mencintai orang sepertimu”

“YA..hyung apa aku tidak boleh mengkhawatirkannya?kau tidak pantas melarangku,aku ini suaminya bukan kau!!”teriak Taemin marah

“suami macam apa kau hah?kau hanya membuat dia sedih”

Minho mengangkat kerah baju Taemin

“diam kau!” Taeminpun melepaskan genggaman tangan Minho dari kerah bajunya dengan kasar dan beranjak masuk kamar perawatan Younha. Diikuti dengan Minho yang masih berusaha keras menghalang Taemin untuk bertemu dengan Younha.

Taemin melihat wanita yang berbaring di tempat tidur. Betapa terkejutnya ia mendapati kondisi Younha yang sudah tak sadarkan diri. Alat-alat yang membaluti tubuh Younha tidak berfungsi sebagaimana layaknya. Alat pendeteksi jantung bergerak membentuk  garis hijau horizontal yang terus bergerak kekanan. Seketika Taemin menghampiri Younha dengan lunglai.

“Younha,bangunlah!”teriak Taemin. Air matanya tak terbendung lagi

“Taemin,percuma saja kau meneriakinya,dia tidak akan bangun,dia sudah pergi”ucap Minho disela-sela teriakan Taemin

“TIDAK,ini tidak boleh terjadi!”

“baru sekarang kau menyadarinya heh?”benatak Minho,ia pun memberikan sebuah surat pada Taemin sebelum meninggalkan ruangan rawat Younha

“malam itusetelah ia mengatakan ia ingin bercerai denganmu,ia menulis ini untukmu,ku harap kau membacanya”ucap Minho seraya meninggalkan Taemin sendirian diruangan itu

Perlahan Taemin membuka surat yang ia terima

Untuk suamiku tercinta Taemin

Mianhae…

Selama ini aku tidak bisa menjadi istri yang baik bagimu

Mianhae…

Karena aku tidak bisa membahagiakanmu,ku tau kau sangat mencintai Suzy,aku harus menerima kenyataan, aku akan bahagia melihatmu dengannya. Kenapa kau tidak jujur saja padaku kalau kau tidak mencintaiku heh?tentu aku akan menolak pernikahan itu,haha.. Pergilah..lamar Suzy,kau akan bahagia dengannya…Jangan lupa undang aku jika kau akan menikah

Taemin…Mianhae…

Aku tidak bisa melupakanmu…

Neol Saranghae….

Istrimu Park Younha

END

don’t forget to RCL yah,

kalau udah dibaca comment2 yah,coz aku butuh banget kritik dan saran readers agar ff aku selanjutnya lebih baik lagi…

Advertisements

5 thoughts on “I L U eventhough it’s hurts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s